
Malam ini Danira dan Orion tengah bersiap untuk bertemu dengan Tamara dan Devan. Danira memakai dress warna putih selutut, begitu juga Orion dengan setelan casualnya membuat Orion terlihat maskulin. Walaupun hanya menggunakan make up tipis namun Danira terlihat cantik dan anggun apalagi model rambutnya yang sedikit di curly.
“Kak” Panggil Danira membuat orang yang dipanggil menoleh kearahnya
Cantik ucap Orion dalam hati.
“Kak” Panggil Danira lagi
“Udah siap?” Danira pun mengangguk
Mereka pun bergegas menuju rumah orangtua Orion.
Tak ada percakapan apapun diantara mereka sampai mereka sampai dirumah mewah bernuansa putih.
Wahhh rumahnya besar banget, batin Danira sembari memandang sekeliling.
“Ayok masuk”
“Kak aku-“ Orion menatap ke arah Danira dan mengusap keringat di dahi Danira.
“Lo sakit?” Tanya Orion khawatir
“Enggak kak aku gugup” Ucap Danira dengan wajah gugupnya, Orion mendekatkan tubuhnya dan mengusap lembut pucuk rambut Danira. Tangan Danira di genggam oleh Orion dan mereka berdua berjalan beriringan.
Danira Pov
Rumah kak Orion besar sekali, wajar sih keluarga Galandra memang sudah terkenal dimana-mana bahkan sekolahku saja salah satu yayasan milik keluarga Galandra. Aku gak menyangka jika aku sekarang bisa menginjakkan kaki di rumah keluarga Galandra bahkan aku bisa sedekat ini dengan Orion Galandra.
"Ra, ayo" Aku masih berdiri di tempatku halaman rumah kak Orion seperti taman kota sangat bersih dan terawat.
"Ra"
"Ma-maaf kak" Aku menundukkan wajahku takut karena sifat udik ku ini akan membuat kak Orion risih.
Sedetik kemudian aku terkejut saat kak Orion meraih tanganku dan menggenggamnya.
Aku mendongakkan kepalaku dan melihat kearahnya.
Deg
Untuk pertama kalinya aku melihat seulas senyuman terpatri di bibir kak Orion. 'Tampan sekali' batinku.
Dengan segera aku memalingkan wajahku demi keamanan jantung ku yang sudah berdetak tak karu-karuan.
"Jangan takut percayakan padaku semua akan baik-baik saja aku janji" Ucap Orion tulus.
Kak Orion memencet bel rumahnya, tak berselang lama seseorang membukakan pintu.
“Mah” Orion menyalami tangan seorang wanita yang berparas sangat cantik.
“Ini Danira mah”
“Danira tante” Aku pun menyalami tangan mamah Orion.
“Ini yang namanya Danira??” Tanya Tamara ramah, aku pun mengangguk canggung.
“Mah, Orion ke atas dulu” Pamit Orion yang membuat jantungku semakin dag dig dug. Aku sangat takut jika tante Tamara tidak menyukaiku. Dan yang pasti ia pasti sudah mengetahui akan kehamilanku.
Tiba-tiba saja tante Tamara memelukku, aku pun kaget.
“Maafin anak mamah ya Danira, mamah sudah berusaha mendidik Orion dengan sangat baik tapi rupanya mamah belum maksimal”
“Tante jangan menangis ini bukan salah kak Orion sepenuhnya Danira juga salah”
“Kamu mau kan jadi anak mamah?” Aku pun mengangguk dan tante Tamara kembali memelukku.
Tak ku sangka perlakuan tante Tamara terhadapku begitu baik tak seperti yang kubayangkan sebelumnya, maafin Danira ya tan sudah berburuk sangka. Ku kira semua orang kaya akan berlaku sama merendahkan orang-orang yang tidak setara dengannya. Tapi keluarga kak Orion membuat cara pandangku sedikit berbeda kekayaan yang melimpah tak membuat mereka semena-mena. Bahkan kak Orion mau bertanggungjawab atas kehamilanku meskipun aku tak tau anak ini benar-benar milik kak Orion atau tidak, tiba-tiba saja bulir air mataku mengalir.
“Danira kenapa menangis” Tanya tante Tamara
“E-enggak mah, Danira terharu karena Danira baru kali ini merasakan masak bersama mamah” Tante Tamara memintaku untuk memanggilnya mamah
“Memangnya mamahmu kemana?”
“Ibu kandung Danira sudah meninggal mah saat melahirkan Danira” Ucapku bergetar karena menahan tangisku.
“Maafin mamah ya sayang, sudah mengingatkanmu dengan ibu mu” Ucap Tamara menyesal
“Kamu anak baik Orion gak salah milih kamu” Ucapan tante Tamara membuatku tersipu malu.
Saat di meja makan tak ada obrolan apa-apa hening semuanya tengah fokus dengan makanan masing-masing. Setelah makan malam selesai papah Devan memberitahu bahwa pernikahan kami akan dilangsungkan besok pagi.
Aku sedikit terkejut dengan keputusan papah Devan 'secepat itu??' batinku.
"Kamu gak keberatan kan sayang" mamah Tamara meraih tanganku mencoba meyakinkan ku.
"Danira ngikut aja mah, pah" Balasku
***
Benar saja pernikahan ku dan kak Orion benar-benar dilaksanakan keesokan paginya.
Bukan acara pernikahan yang mewah seperti yang aku impikan hanya pernikahan sederhana.
Tapi aku tetap merasa bersyukur.
Aku sudah selesai make up, acara pernikahanku diadakan secara tertutup dan sederhana. Tak banyak tamu yang datang hanya keluarga ini dan beberapa orang kepercayaan papah Devan. Ini semua dilakukan karena Orion masih berstatus pelajar. Acara pernikahanku berjalan lancar dan sekarang aku (Danira Egawasta) dan Orion Galandra telah resmi menjadi pasangan suami istri.
“Lo mau tidur dimana?” Tanya Orion
“Emmm, disofa aja kak” Orion mengernyitkan dahinya
“Lo kan lagi hamil lo aja yang tidur dikasur, gw disofa”
“Gak kak lagian sofa ini cukup kok buat aku”
“Ok terserah kalo itu mau lo”
Gak usah berharap aku tidur satu ranjang dengan kak Orion, berada di satu ruangan dengannya saja membuat jantungku gak karuan apalagi kalo kami tidur satu ranjang yang ada aku mati sesak nafas.
***
Author Pov
“Yon, lo kemana aja kenapa lo gak respon chat kita-kita?” Tanya Zaky
“Gw sibuk” Jawab Orion dengan nada datar
“Sibuk sama si jala** itu” Tungkas Lucas
Orion mencengkeram kuat kerah seragam Lucas. Tatapan tajamnya seolah menusuk kedalam netra milik Lucas.
“Yon, udah Yon jangan kayak gini” Aldi mencoba menenangkan Orion
“Lo denger baik-baik cewek yang lo sebut jala** itu istri gw” mereka bertiga tercengang mendengar ucapan Orion.
"Dan gw gak akan pernah biarin mulut kotor Lo ini ngehina apa yang jadi milik gw" Orion menghempaskan cekalannya dengan sarkas hingga membuat Lucas terhuyung ke belakang. Lalu Orion pergi meninggalkan ketiga sahabatnya yang masih cengo ditempat.
“Di, gw gak salah denger kan?” Beo Zaky sambil mengorek-ngorek lubang telinganya takut jika telinganya sedikit terganggu.
Lucas mengepalkan kedua tangannya kuat hingga otot-otot tangannya terlihat menyembul.
Keinginannya untuk merebut Danira dari tangan Orion bertambah sulit dengan status mereka yang sudah menikah.
Lucas sangat-sangat tidak menyangka jika Orion akan melangkah secepat ini.
Sikap Orion yang dingin berubah semakin dingin bahkan menyeramkan, tak ada satu pun diantara mereka bertiga yang berani menegur Orion. Selepas pulang sekolah Orion pun langsung ke parkiran dan pergi begitu saja.
“Ini semua gara-gara si jala** itu” Ucap Lucas
“Jaga mulut lo Cas, lo tau kan apa yang akan Orion lakuin kalo lo mengusik punya dia” Terang Aldi
“Iya Cas, lagian tu cewek kayak gitu juga gara-gara lo” Tambah Zaky
“Gak usah muna lo berdua , lo pada juga nikmatin tubuh dia” Pangkas Lucas yang membuat Aldi dan Zaky kicep seketika.
Bukan Orion namanya kalo ia tak tahu mobilnya tengah diikuti. Orion berdecih menatap spion mobilnya dan jelas Orion tahu siapa yang tengah membuntutinya. Saat dijalan sepi Orion menghentikan laju mobilnya ditengah jalan. Orion keluar dari mobilnya dan bersandar di bagian belakang mobilnya dengan melipat kedua tangannya di dada.
Ketemu sama Danira yuk🥰
Ini Danira istrinya babang Orion hehehe