
Author Pov
Orion pulang dengan wajah yang tak bersahabat, auranya lebih menyeramkan dari wampir yang tengah kehausan.
“Kak kenapa baru pulang” Tanya Danira, yang hanya di balas Orion dengan tatapan sinis dan mata elangnya tentunya. Danira yang ditatap seperti itu nyalinya pun menciut.
Danira terduduk di sofa sambil menunggu Orion selesai membersihkan dirinya.
Orion merebahkan tubuhnya di kasur dan sibuk memainkan ponselnya. Melihat itu Danira semakin kesal dan penasaran sebenarnya apa yang membuat Orion jadi bersikap sedingin ini padanya.
“Kak, aku minta maaf kalo aku ada salah” Orion masih tak menjawab dan tambah asik dengan ponselnya
“Kak, bilang ke aku apa salahku” Danira memohon, bukannya menjawab Orion malah pergi meninggalkan Danira.
Gak enak kak didiemin kayak gini, apa salah ku sampai bikin kakak semarah ini.
Sialnya air mata Danira sudah mengalir, ponsel danira berdering Danira segera menggeser tombol hijau di ponselnya dan berpindah ke balkon.
“Halo” Ucap Danira
“Lagi apa Ra” Tanya Sami dari balik telfon
“Gak lagi ngapa-ngapain kok”
“Aku gak ganggu kan?”
“E-enggak kok”
Seseorang mendengarkan Danira tengah bercakap dengan seseorang lewat telfon. Bahkan senyuman Danira tercetak disana saat tengah mengobrol dengan orang di telfon itu. Perasaan Orion semakin berkecamuk, kenapa gadis ini bisa merubah mood nya dengan sangat cepat.
“Kak Orion” Danira terkejut saat ia berbalik di belakangnya sudah ada Orion dengan wajah datarnya.
“Udah telfonnya” Danira mengangguk takut
Orion mengukung tubuh Danira, takut itu yang dirasakan danira saat ini. Apa yang akan Orion lakukan terhadap dirinya.
“Di-dia-“ Saking takutnya Danira tidak bisa mengeluarkan kata-katanya, Orion terus saja menatap tajam kearah Danira yang membuat Danira semakin takut.
“Maaf kak” Akhirnya hanya kata maaf yang bisa Danira ucapkan
“Bukan itu yang pengen gw denger” Orion memukul tembok disamping Danira dan meninggalkan Danira yang ketakutan sendirian.
***
Seperti biasanya Orion, Dnira, Devan dan Tamara sarapan pagi bersama sebelum pergi dengan kesibukannya masing-masing. Sejak bangun tidur Orion masih mendiami Danira bahkan menatap Danira saja tidak.
“Mah, pah Orion beraangkat” Pamit Orion lebih dulu
“Hati-hati ya sayang, kamu gak pamit sama istrimu?” Tanya Tamara, dan Orion hanya melihat sekilas ke arah Danira dan setelahnya pergi begitu saja.
“Kalian bertengkar” Tanya Tamara kepada Danira
“Enggak kok mah, kami baik-baik aja tadi kak Orion udah pamit kok sama Danira di kamar” Ucapku berbohong
“Oh ya sudah, mamah gak mau kalo sampe kalian marahan”
“Iya mah”
Selama di sekolah pikiran Orion tertuju pada lelaki itu, hati Orion selalu memanas saat melihat foto Danira di ponselnya.
“Gw tau siapa laki-laki itu” Celetuk Lucas yang tiba-tiba saja datang, setelah tiga hari dirawat dirumah sakit karena perkelahiannya dengan Orion. Beberapa luka lebam hasil dari bogeman Orion masih membekas disana.
“Lo masih gak percaya sama gw soal cewek itu, sorry istri lo maksudnya. Gw denger-denger Anna udah balik ke indo? Lo tinggalin gadis sesempurna Anna demi seorang gadis yang gak jelas asal-usulnya” Terang Lucas
“Gw udah bilang ke lo, jangan ikut campur urusan gw” Balas Orion datar
"Yon gw cuma ngingetin Lo, kalo dia gak sepolos yang Lo kira" Orion bersiap menghantamkan bogemannya ke wajah Lucas namun terhenti
"Kenapa berhenti Yon, pukul" Pancing Lucas , Orion tengah malas meladeni Lucas ia memilih pergi.