DIRASTA (ON GOING)

DIRASTA (ON GOING)
18. Berubah



Danira Pov


Cukup lama aku di kamar mandi, tapi saat aku kembali kak Orion sudah tidak ada di dalam kamar. Ia juga tak meninggalkan pesan untukku, apa mungkin kak Orion dibawah.


Aku mencoba mencarinya namun keberadaannya tak kutemui, tapi mobilnya juga gak ada pasti kak Orion pergi tapi kenapa? Kenapa kak Orion gak bilang sama aku.


Sadar Danira kamu itu siapa? Untuk apa kak Orion pamit sama kamu


Aku kembali ke kamar dan merebahkan tubuhku di sofa, mungkin aku akan menunggu kak Orion, apa aku tidur aja? Kenapa aku jadi seperti ini, kenapa aku jadi merasa sepenuhnya memiliki kak Orion.


Seberapapun aku berusaha memejamkan mataku tetap tidak bisa. Sekarang sudah pukul 23;12 Tapi kak Orion juga belum pulang. Apa kak Orion marah sama aku.


Saat tengah sibuk dengan berdialog sendiri aku mendengar seseorang membuka pintu kamar, itu pasti kak Orion. Dan akupun berpura-pura sudah tidur.


Pada kenyataannya kak Orion sama sekali tak memperdulikan keberadaanku disini, baru tadi bersikap manis kenapa sekarang dingin lagi. Andai kamu tau kak , aku nungguin kamu. Bulir bening itu kembali mengalir dan mengantarkanku ke alam bawah sadarku.


***


Semalaman menangis membuat kepalaku agak pening. Aku melihat kearah jam yang sudah menunjukkan jam 08:00 pagi.


“Duh aku kesiangan, pasti kak Orion udah berangkat” Aku sangat menyesal karena bangun kesiangan. Ku cek ponselku namun tak ada notif dari kak Orion sama sekali.


“Dira” Panggil mamah


“Iya mah” Jawabku


“Ini susu dan sarapanmu” Mamah Tamara membawakanku nampan berisikan sarapan dan susu hamil.


“Mah kenapa repot-repot ini Danira udah mau turun kok”


“Gak apa-apa sayang, jangan lupa dihabisin ya susunya”


“Iya mah, terimakasih”


“Sama-sama sayang”


“Danira cuma sebentar kok mah, janji gak lama” Ucapku meyakinkan


“Yasudah tapi dianter ya sama supir”


“Iya mah terimakasih”


Akhirnya setelah satu bulan lamanya aku tidak keluar rumah, aku bisa menikmati udara luar. Hari ini aku ingin ke cafe Sami, sejak aku pergi dari rumahnya waktu itu aku dan Sami tak pernah bertemu lagi. Hari ini aku akan membuatnya terkejut.


“Mas pesen milk tea brown sugarnya satu ya” Ucapku pada seorang pria yang tengah berdiri di meja pemesanan.


“Danira” Pekik pria itu seraya berlari menghampiriku, tiba-tiba saja Sami memelukku dan aku pun membiarkan saja Sami memelukku.


“Ra, gw nyariin lo. Lo kemana aja”


“Aku gak kemana-mana kok”


“Duduk yuk, mas Paijo bikinin pesenannya Danira ya” Teriak Sami pada salah satu karyawannya.


“Oke mas” Jawab mas Paijo


“Kamu mau sesuatu lagi” Tanya Sami yang ku jawab dengan gelengan


Sembari menunggu pesananku diantar kami mengobrol panjang lebar, Sami tak henti-hentinya memberikan physical touch yang memberikanku rasa nyaman merasa sangat-sangat dicintai. Sejujurnya aku sudah mengetahui jika Sami memiliki perasaan terhadapku, tapi aku selalu menganggap diriku tak pernah pantas untuk pria sebaik Sami apalagi dengan tubuh ku yang kotor ini.


“Ra, lo tambah cantik” Pujinya


“Bisa aja, gratis ya minumnya”


“Tenang, lo mau apa aja gw kabulin” Ada satu alasan kenapa aku menemui Sami, aku ingin mengatakan hal yang sejujurnya tentang statusku sekarang tapi aku merasa berat. Sami satu-satunya orang yang peduli dengan ku , aku takut jika Sami akan membenciku.



Gantengnya bang Orion🥰🥰🥰🥰