
Mau tak mau Lucas pun turun dari mobilnya. Mau gimana lagi Lucas sudah tertangkap basah oleh si mata elang Orion.
“Mau apa lagi lo”
“Gw mau lo sadar Yon, lo cuma dimanfaatin gadis itu lo gak tau kan apa mau dia sebenarnya” Orion berdecih
“Apa lo tau apa yang dia mau?” Tanya Orion yang mulai berjalan kearah Lucas
“Lo gak tau kan apa yang dia mau, jadi mulai sekarang lo gak usah ikut campur urusan gw. Jangan pernah sekali-kali lo nyentuh apa kepunyaan gw. Atau lo bakal nyesel seumur hidup lo”
“Haahahaha Cuma karena gadis per** itu lo sampe segini nya Yon”
Bukkkk pukulan keras Orion layangkan kearah Lucas dan membuat Lucas tersungkur. Perkelahian diantara keduanya pun tak terbantahkan, Lucas dan Orion saling menghantamkan pukulan. Hingga akhirnya Lucas menyerah karena ia sudah babak belur, Orion pun tak kalah babak belur dari Lucas namun tak separah Lucas.
Sekali lagi Orion memperingati Lucas dan Orion meninggalkan Lucas yang sudah tak berdaya begitu saja.
Sudah dipastikan kalau Tamara melihat wajah Orion ia akan mengomelinya. Baru Orion memikirkannya Tamara sudah teriak dan menghampiri Orion.
“Orion!!!!! Mukamu, kamu berkelahi?” Tanya Tamara berlebihan
“Laki biasa mah” Jawab Orion datar, mendengar teriakan Tamara membuat Danira khawatir dan segera turun. Sama halnya dengan Tamara, Danira juga shock melihat Orion pulang dengan wajah babak belur.
“Kak, wajah kakak”
“Gw gak apa-apa” Orion tak peduli dengan dua wanita yang tengah mengkhawatirkannya dan berjalan kearah kamarnya.
Orion terduduk di samping tempat tidur sembari mengusap sisa darah di sudut bibirnya.
“Kak” Panggil Danira yang datang dengan membawa nampan berisi air dan kotak p3k.
“Aku obatin ya lukanya” Orion hanya menurut, dengan telaten Danira membersihkan dan mengobati luka di wajah Orion.
“Kakak berkelahi?” Tanya Danira
“Keliatannya”
“Issshhhh, emangnya cowok gitu ya selalu menyelesaikan masalah dengan emosi dan kekerasan” Orion hanya memutar bola matanya malas.
Danira Pov
Aku tidak tahu apa yang membuat kak Orion sampai berkelahi, aku tak punya keberanian untuk bertanya lebih. Aku selalu membatasi diriku agar aku selalu sadar batasan akan diri ku disini. Siapa aku dan siapa kak Orion.
Dengan perlahan ku obati luka di wajah tampan kak Orion, jangan tanya apa yang kurasakan sedekat ini dengan kak Orion. Rasanya oksigen disekitarku tiap menit makin menipis, Tuhan kenapa bisa pria ini tampan sekali.
“Auuuu” Pekik kak Orion
“Ma-maaf kak, maaf” Ucapku bersalah
“Lagian itu gak akan bikin luka gw sembuh” Ucapnya
“Cium gw” mata ku membola saat kak Orion mengatakan hal itu
“Cium gw atau gw yang cium lo” Ucapnya lagi sembari mendekatkan wajahnya kewajahku
Dengan ragu aku mengecup pipi kanan kak Orion, dan menjauhkan tubuhnya dariku.
“Bukan di situ” Protes kak Orion
“Dimana?” Tanya ku beo
“Disini” Kak Orion mengusap lembut bibirku dengan ibu jarinya.
Tolong aku sudah kehabisan nafas, aku bisa mati jika terus –terusan berhadapan dengan kak Orion. Kenapa pria ini suka sekali membuatku tersipu malu. Kadang dingin kadang cuek kadang menggemaskan. I love you kak.
Demi keselamatan jantungku, aku kabur dari hadapan kak Orion.
Orion Pov
Sejak kapan aku suka menggoda gadis itu, melihatnya tersipu malu membuatku terhibur. Entah mengapa aku ingin selalu membuatnya tersenyum.
Tiba-tiba saja ponselku berdering.
“Halo”
“Yon, lo kemana aja sih” Pekik Aldi dari balik telfon
“Halo Yon ini aku Anna, bisa kesini gak sekarang? Aku lagi sama Aldi, Zaky nih, aku twlfonin kamu dari tadi tapi gak kamu angkat” Dia Anna satu-satunya gadis yang memiliki tempat di hatiku sampai saat ini, dan hari ini dia kembali ke Indonesia.
“Oke gw kesana” Ucapku dan bersgegas menuju tempat Anna sekarang berada.
“Aku tunggu ya”
Aku memarkirkan mobilku dan segera mencari keberadaan Anna, gadis yang sangat sangat aku rindukan kehadirannya.
“Yon disini” Teriak Zaky
Dan aku bisa melihat Anna yang tersenyum manis kearahku, aku tau apa yang Anna rasakan saat ini sama dengan ku.
Saat aku berada dihadapannya dengan sikap manjanya ia memeluk tubuhku, kami tumpahkan segala kerinduan kami dalam pelukan.
“Aelahhh, kalian berdua ini” Protes Zaky
Cuppp , bibir lembut Anna mengecup pipi sebelah kananku yang membuatku teringat akan seseorang.
“Orion” Panggil Anna menyadarkan lamunanku
“Sorry sorry”
“Segitunya Yon lo ketemu Anna” Ledek Aldi
“Wajah kamu kenapa? Kamu pasti berantem lagi, kenapa sih kamu suka banget berantem. Ada aku dan gak ada aku sama aja sukanya berantem” Aldi dan Zaky menatap kearahku, mereka berdua tau dengan siapa aku berkelahi.
“Yon, bisa kan menyelesaikan masalah jangan pakai kekerasan. Emang siapa sih yang kamu jangain sampai bikin kamu kayak gini” Ucapan Anna membuatku tersedak, karena sewaktu dulu hanya Anna alasanku berkelahi. Aku tidak suka melihat Anna diganggu jadi apapun akan ku lakukan untuk melindungi Anna. Tapi sekarang bukan karena Anna aku berkelahi.