DIRASTA (ON GOING)

DIRASTA (ON GOING)
20. Pengganggu



Kak Orion masih mendiami ku dan bersikap dingin padaku, aku hanya bisa pasrah tanpa berani menanyainya.


“Danira” Panggil Orion


“Iya kak” Jawabku sambil berjalan ke arah kak Orion, tiba-tiba saja dia memelukku


“Kakak udah gak marah lagi sama aku?”


“Hmmm masih” Jawabnya singkat


“Kak sebenarnya apa salah aku sampai kak Orion cuekin aku” Aku memberanikan diri untuk bertanya


“Lo gak sadar salah lo” Aku pun menggeleng


“Kak kalo aku salah aku minta maaf, aku janji apapun yang kak Orion minta aku bakal turutin”


“Gw gak suka lo ketemu lagi sama cowok ini” Orion menunjukkan foto Danira bersama Sami di ponselnya


“Darimana kakak dapet foto ini?” Tanya ku kaget pasalnya di foto itu Sami tengah memegang tanganku


“Gak penting gw mau lo harus ijin kemana pun lo pergi atau gw gak akan ngomong lagi sama lo”


“I-iya kak”


“Satu lagi”


“Apa kak”


“Lo gak usah tidur di sofa lagi”


“Terus aku tidur dimana kak?”


“Lo tidur sama gw” Mata ku membola mendengar permintaan kak Orion


“Tapi aku”


“Lo nolak terima akibatnya” Kak Orion pergi keluar kamar, aku menjatuhkan tubuhku ke atas kasur. Ingin rasanya aku berteriak sekencang-kencangnya kenapa Tuhan menciptakan manusia seaneh Orion , ada aja tingkahnya yang bikin salting.


***


Hari ini hari minggu jadi kak Orion libur sekolah dan ia berjanji untuk mengajakku jogging keliling komplek. Tapi semua gagal karena kehadiran seseorang.


“Halo tante” Sapa wanita itu


“ANNA” mamah Tamara segera menghampiri wanita itu dan memeluknya, jika dilihat sepertinya wanita itu sangat akrab dengan keluarga ini.


“Halo Yon, Cuppp” Tepat dihadapanku wanita itu mencium pipi kak Orion.


“Ini?” Dia menunjuk kearahku


“Danira” Aku mengulurkan tanganku


“Anna” Jawabnya


“Oh jadi namanya Anna” Batinku


“Jadi dia istrimu Yon?” Kak Orion mengangguk


“Anna kapan kamu pulang ke indo, sayang” Tanya Tamara


“Seminggu yang lalu tante, Anna kangen banget makanya Anna kesini, lagian Orion sekarang susah dihubungi” Terang Anna sembari menatap kearahku. Aku bisa melihat dari cara dia menatapku dia tidak menyukaiku, tapi karena ada mamah dan Orion , Anna bersikap baik padaku.


“Kalian mau pergi ya?” Tanya Anna lagi


“Gak kok gak jadi” Jawab Orion tanpa meminta pertimbangan dariku


“Maaf ya Danira gara-gara aku datang kesini acara kalian jadi batal, atau aku pulang aja gak apa-apa kok”


“E-enggak apa-apa kok Anna, lagian joggingnya bisa lain kali” Jawabku


“Aku permisi dulu” Aku memilih kembali ke kamar. Tak berselang lama kak Orion datang dan mengganti bajunya dengan setelan rapi.


“Kak Orion mau kemana?”


“Pergi sama Anna”


“Oh” Kak Orion pergi begitu saja lagi-lagi tanpa bertanya aku setuju atau tidak. Hhhhh lagian apa pentingnya aku setuju atau tidak. Tapi kenapa aku tidak suka melihat Anna dekat-dekat kak Orion.


“Dira” Panggil Tamara


“Iya mah” Jawabku sambil mengusap sisa air mataku dan sedikit merapikan rambutku


“Sayang kamu baik-baik saja”


“Baik mah”


“Ini susu hamil kamu belum diminum”


“Iya mah makasih ya maaf Dira ngerepotin”


“Enggak sayang, kamu habis nangis?”


“Eng-enggak kok mah tadi ada debu yang masuk ke mata Dira jadi berair deh” Ucapku berbohong


“Dira kamu gak usah bohong sama mamah, mamah tau kamu cemburu kan liat Orion dekat dengan Anna?” Aku hanya menunduk, ingin rasanya aku mencurahkan semua perasaanku ke mamah tapi aku gak bisa.


“Anna dan Orion sudah bersama sejak kecil, tapi karena papahnya Anna ada bisnis di luar negeri jadi Anna dan keluarganya pindah kesana” Aku mendengarkan cerita mamah Tamara dengan serius, aku juga ingin tahu mengenai Anna.


“Maafin Danira ya mah udah bikin harapan mamah hancur”


“Enggak sayang, takdir itu ada ditangan Tuhan jadi kamu gak usah berkecil hati karena Orion dekat dengan Anna. Kamu harus percaya dengan suami kamu itu kunci dalam pernikahan”


“Iya mah, terimakasih ya mah”


“Jangan sedih lagi ya” Aku mengangguk.


***


Lucas Pov


Salsa terus saja merengek padaku, entah apa yang diingikan gadis itu. Sial hidup ku benar-benar sial.


Messeges Salsa


Gw telat kak


Urusannya sama


gw apa?


Ini anak lo kak


Gw gak yakin itu anak gw


Gw gak semurahan itu


Gw emang pernah tidur sama


Laki-laki lain tapi gw


Selalu pake pengaman


Cihhhh


Lo bilang lo gak


Murahan


Ngelawak LO


Ini beneran anak lo kak


Guguri sebelum


satu


Sekolah tau


Enggak gw gak mau


Gw takut


Lo temuin gw


ditaman


Pemuda


Shitttt, brengsek kenapa bisa-bisa nya ini terjadi nambahin masalah aja anj***.


“Weyy Cas ngapa lo ngamuk-ngamuk kasihan Cas tembok ini gak salah lo pukulin semena-mena” Sindir Zaky


“Berisik lo”


“Lo kenapa sih Cas akhir-akhir ini gw perhatiin lo kek tertekan banget” Tanya Aldi serius


“Gw lagi ada masalah” Jawabku frustasi


“Masalah apa? Cerita biasanya juga lo cerita ke kita” Tambah Zaky, mungkin emang ada benarnya juga ucapan Zaky. Otakku udah gak muat mikirin masalah dihidupku yang gak ada habisnya.


“Salsa hamil” Ucapku


“Apa?” Pekik Aldi dan Zaky bersamaan


“Biasa aja gak usah teriak” Balasku emosi


“Anjir lo gila Cas, gw pikir lo pemain ternyata lo masih amatir” Ledek Zaky


“Bang*** lo bukannya bantu mikir malah ngeledek”


“Terus lo mau gimana sekarang?” Tanya Aldi


“Gw gak mungkin tanggungjawab” Jawabku


“Jangan bilang lo mau gugurin tu bayi” Tungkas Aldi yang kuangguki


“Gw kecewa Cas sama lo, gw harap lo bisa pikirin lagi” Pinta Aldi


“Iya Cas lo jangan jadi pengecut gini anj***” Tambah Zaky


“Gak taulah pusing gw”