DIRASTA (ON GOING)

DIRASTA (ON GOING)
40. Terluka



Dengan perlahan Danira mengobati luka dipelipis Lucas karena ulahnya.


“Maafin aku” Lucas meraih dagu Danira agar wajah Danira berhadapan dengan wajahnya.


“Gw Cuma berdarah Ra, dan gw udah biasa”


“Tapi ini lukanya dalam, apa kita perlu ke dokter?”


“Gak perlu, asal lo janji gak akan ngelakuin hal seperti tadi”


“Tanganmu” Danira melihat luka ditangan Lucas, sepertinya luka itu juga baru terlihat dari bekas darah kering disekitarnya. Lucas berusaha menyembunyikannya dari Danira.


“Luka ditanganmu juga harus dibersihkan biar gak infeksi” Dengan telaten Danira memebersihkan luka Lucas dan membalutnya dengan perban. Perhatian Danira membuat hati Lucas menghangat dan tersenyum.


“Kenapa sih kamu suka banget terluka” Omel Danira yang membuat Lucas semakin gemas dengan sikap Danira.


Perut Danira berbunyi, sebenarnya sejak tadi ia sudah sangat lapar tapi karena Lucas mengurungnya di dalam kamar dan tidak meninggalkan makanan untuknya jadi ia hanya meminum segelas air putih untuk menahan rasa laparnya.


“Lo laper??” Danira mengangguk sembari tersenyum


“Yaudah ayok masak”


“Masak???” Lucas menarik tangan Danira menuju kedapur.


Kini keduanya tengah sibuk memasak di dapur, tak disangka rupanya Lucas sangat lihai menggunakan peralatan dapur. Candaan-candaan kecil mereka menghiasi kegiatan masak Danira dan Lucas. Lucas bisa merasakan rasanya bahagia disisi Danira orang yang telah ia hancurkan masa depannya.


“Wahhhh enak keliatannya, harum baunya”


“Sini biar aku yang bawa ke meja makan, kamu ambil air minum”


“Oke” Danira menautkan ibu jari dan jari telunjuknya membentuk huruf O.


***


Orion berusaha keras memjamkan matanya, namun wajah Danira selalu mengusiknya.


“Ra, lo dimana?” Orion meraih ponselnya menekan nomor Danira namun nomornya tidak aktif. Orion membuka-buka galeri handphonenya dan menemukan foto Danira yang tertidur. Foto itu Orion ambil diam-diam saat Danira masih tertidur pulas. Seketika perasaannya menjadi campur aduk, ada rasa rindu yang timbul dan ada rasa penyesalan. Entah rasa yang mana yang harus ia dahulukan.


Paginya Orion sudah bersiap untuk mencari Danira, ia merasa ada sesuatu yang tidak dia ketahui saat tak sadarkan diri kemarin.


"Mau kemana Yon" Tanya Tamara yang tengah menyiapkan sarapan di meja makan dibantu Anna.


"Orion ada urusan mah" Jawabnya singkat


"Sarapan dulu, ini Anna lho yang masak" Anna tersipu malu saat dirinya dibanggakan oleh Tamara di depan Orion


"Aku masak nasi goreng kesukaan kamu Yon, cobain ya" Bujuk Anna


"Aku belum laper" Jawabnya dan berlalu menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan.


"Orion memang suka gitu, jangan diambil hati" Hibur Tamara, Anna membalas Tamara dengan senyuman manisnya namun hal itu tak menutupi raut kecewa diwajahnya.


Temuin gw di cafe pinggir kota.


Orion mengirim pesan singkat kepada Zaky.


Sesampainya di cafe, Orion memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam cafe. Orion baru sadar jika cafe ini adalah cafe dimana Danira bekerja part time dulu.


"Mas" Orion memanggil salah satu waiters cafe


"Ada yang bisa saya bantu pak"


"Baik pak ditunggu pesanannya" Waiters itu pun berjalan meninggalkan meja Orion


"Maaf pak, ada yang ingin bertemu dengan bapak di meja 27" Waiters itu menyampaikan pesan yang Orion sampaikan kepada bosnya.


Pemilik cafe tersebut adalah Sami bukan tanpa alasan Orion datang ke cafe Sami.


"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu" Sapa Sami


"Gw Orion suami Danira" Orion langsung to the point dan membuat Sami tersentak


"Su-suami?" Sami menatap Orion ragu


"Ya, ada yang harus Lo tau soal Danira" Orion menceritakan semua hal yang terjadi dengan Danira sampai Danira menjadi istri Orion. Sami yang mendengar hal itu benar-benar tak percaya dengan apa yang Orion katakan.


"Tunggu, ini gak mungkin apa buktinya kalo Lo suami Danira" Orion menunjukkan foto pernikahan mereka


"Gw harap foto ini bisa bikin Lo percaya dengan apa yang gw sampaikan tadi" Mata Sami berkaca-kaca hatinya hancur , gadis yang ia cintai selama ini sudah sah milik orang lain.


"Terus maksud Lo nemuin gw apa?gak mungkin kalo Lo cuma mau ngomong hal ini"


"Lo tau Danira ada dimana?" Sami mengernyitkan dahinya bingung


"Hahaha Lo lagi becanda Lo kan suaminya, kok malah tanya ke gw. Lagi pula udah lama gw gak ketemu istri Lo" Orion memutar bola matanya malas karena memang pertanyaan yang ia tanyakan pada Sami terdengar konyol. Orion menanyakan perihal istrinya ke pria lain. Hahhhh gimana ceritanya???


"Gw kehilangan Danira saat ini, semua terjadi begitu cepat saat gw sadar pasca kecelakaan gw gak tau Danira ada dimana" Terang Orion penuh penyesalan


"Apa???? gw terima Lo milikin Danira tapi kalo sampe terjadi apa-apa sama Danira gw gak akan tinggal diam" Sami menarik kerah baju Orion


"Woy bro ada apa ini" Lerai Zaky yang baru sampai, dan Sami pun melepas cengkeraman tangannya dari kerah baju Orion dan menatap tajam kearah Orion dengan wajah penuh emosi.


"Yon, gw dapet petunjuk soal keberadaan Danira" Orion dan Sami berbarengan menatap Zaky.


"Yaudah kita kesana sekarang" ajak Orion


"oke"


"Gw ikut" Sergah Sami, Zaky dan Orion saling tatap


"Gak apa-apa Yon, semakin banyak yang bantu kita akan semakin mudah" Mereka bertiga bergegas menuju tempat yang diarahkan Zaky.


Tempat itu lumayan jauh jaraknya dari kota, sehingga tempatnya terbilang pelosok untungnya akses jalannya masih bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat. Kota tersebut adalah kota yang sama saat Salsa melakukan aborsi.


Zaky sudah memantau sebelumnya tempat dimana Lucas menyekap Danira. Namun sepertinya jika dia bertindak sendiri akan terlalu beresiko untuk Danira. Lagi pula menurut Zaky, Orion harus tau soal ini.


"Maafin gw Cas, Lo yang nyebar paku dipersahabatan kita" Batin Zaky


"Ini kita mau sampe kapan nunggu disini" Protes Orion


"Iya, kenapa kita gak langsung masuk aja sih"


Timpal Sami


"Ada yang perlu kalian tahu, terutama Lo Yon" Kini wajah Zaky berubah serius


"Menurut analisa dan bukti-bukti yang udah gw dan Salsa kumpulin pelakunya Lucas, tapi gw sendiri masih belum yakin Yon gw masih berharap dugaan gw salah" Zaky membuang nafasnya pelan, Sami yang ikut mendengarkan mengerti jika masalah ini menyangkut orang-orang penting di hidup Orion. Bahkan sekarang Orion tak menunjukkan ekspresi apapun.


"Yon, keputusan gw serahin ke Lo. Danira itu istri Lo" Ucap Zaky lagi


"Gw percaya Lo bisa ngelakuin yang terbaik buat Danira, selagi Lo bisa buktiin kalo Lo pantes buat Danira gw bakalan ikhlas. Orion masih menunjukkan raut wajah datar. Orion telah berjanji akan mengorbankan apapun untuk Danira bahkan nyawanya sekalipun.