DIRASTA (ON GOING)

DIRASTA (ON GOING)
25. Ujian Akhir



Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, Orion menghadapi ujian akhir. Setiap malam Orion fokus belajar, Danira tak sekalipun berani mengganggu konsentrasi Orion.


Danira tau Orion harapan terbesar dari keluarga Galandra, karena Tamara dan Devan hanya memiliki satu anak.


“Ra, lo tidur duluan aja jangan begadang gak baik buat kehamilan lo” Danira tersenyum kearah Orion yang masih sibuk dengan buku-bukunya.


“Iya kak, sebentar lagi” Danira sebenarnya belum terlalu mengantuk karena ini masih jam sembilan malam.


“Lo tidur atau gw yang diturin lo” Danira tersentak mendengar ucapan Orion barusan , sungguh menyeramkan mendengar Orion mengatakan hal tersebut. Danira akhirnya mengalah dan memilih tidur. Orion yang melihat tingkah Danira yang ketakutan tersenyum tipis.


Danira bangun terlambat, Orion sudah tidak ada dikamarnya.


“Yahh, kok kak Orion gak bangunin aku sih” Gerutunya melihat suaminya di pagi hari adalah hobi baru Danira.


Di dalam kelas Zaky memperhatikan sikap Orion, Lucas dan Aldi yang begitu tenang mengejarkan soal di depannya. Padahal gak biasanya mereka begitu pengecualian Orion yang emang dari sononya udah ber IQ di atas rata-rata.


“Tega banget sih kalian, kalo gw gak lulus ini semua salah kalian” Zaky merajuk, karena hubungan ketiga temannya sedang tidak baik-baik saja ia jadi gak dapet contekan dari Orion.


“Gw duluan” Ucap Orion


“Yon, bareng napa” Pekik Zaky, Orion tak menggubris teriakan Zaky


“Cas, lo masih marahan sama Orion” Lucas mengangkat kedua bahunya


“Kalo lo Di?” Bukannya menjawab Aldi malah pergi, dan Zaky segera menahan Aldi


“Kenapa sikap lo jadi kek Orion sih, suka pergi-pergi” Zaky gak habis pikir dengan sikap teman-temannya.


“Gak usah sama-samain gw sama tu orang” Jawab Aldi ngegas


“Kok lo ngegas sih Di, mau sejak kapan kalian musuhan gini. Cihhh kek bocah tau gak” Zaky memilih pergi meninggalkan dua sahabatnya.


“Lo, ada masalah apa sama Orion?” Tanya Lucas


“Gak usah sok peduli, gw tau kalo lo juga nyeselkan” Lucas dibikin bingung dengan ucapan Aldi barusan, apa yang membuatnya menyesal. Satu-satunya yang bikin Lucas menyesal adalah Danira.


***


Orion merebahkan tubuhnya di atas kasur, melipat kedua tangannya dan memejamkan kedua matanya. Bukan ujian yang membuat pikiran Orion lelah tapi Orion sudah mengetahui jika Aldi dan Lucas tengah berusaha mendekati Danira.


“Kak, udah makan?” Tanya Danira lembut


“Ra, lo sayang gw?” Hah pertanyaan macam apa itu, kenapa tiba-tiba kenapa Orion serandom itu. Jawaban apa yang harus Danira berikan.Danira sangat kesulitan menelan salivanya sendiri.


“Kok lo diem? Lo gak sayang gw ra” Tanya Orion lagi


“Emmm itu anu kak aku-“ Sangking gugupnya sampai kata-kata yang keluar dari mulut Danira berantakan.


“Lo gak perlu jawab sekarang, lo pikirin dulu” Setelahnya Orion berjalan ke kamar mandi. Danira yang masih gugup menjatuhkan tubuhnya di kasur.


Kenapa aku gak jujur aja sama kak Orion, kalau aku sayang sama dia. Kak Orion juga sih yang salah kenapa tiba-tiba ngomongnya, harusnya kan ada aba-aba dulu jadi aku gak gugup.


Orion keluar dari kamar mandi dengan celana boxer hitam dan kaos putih, rambutnya yang masih belum kering membuat ketampanan Orion sangat maksimal. Mata Danira membola melihat tampannya ciptaan tuhan, sampai beberapa kali ia menelan salivanya.


“Gak usah gitu liatinnya ntar sayang” Ucap Orion


Kan emang udah sayang, hehehe balas Danira dalam hati.


“Ehhh kak maaf” Danira membuang wajahnya dari tatapan mata elang Orion, sembari mengatur nafasnya untuk menstabilkan detak jantungnya.


Ponsel Danira berdering, dengan segera ia mengambil ponselnya dan menggeser layarnya.


“Hallo mah”


“Hallo sayang, gimana kabarnya” Tanya Tamara dari balik telfon


“Baik mah, mamah sama papah gimana kabarnya?”


“Baik sayang”


“Mamah kapan pulang?”


“Oh gitu ya”


“Kamu gak diapa-apain kan sama Orion?”


“Diapa-apain gimana maksudnya mah?” Tanya Danira polos


“Itu loh sayang”


“Mah, Danira sama Orion mau keluar dulu nanti Orion telfon lagi” Orion merebut telfon ditangan Danira dan memutuskan telfon mamahnya.


“Nih” Orion menyerahkan telfon milik Danira


“Kok dimatiin sih kak” Gerutu Danira


“Aku laper”


Saat tengah menikmati makan yang disiapkan Danira ponsel rion berdering , menampilkan nama Anna disana. Orion tak berniat mengangkat panggilan itu, panggilan itu di silent Orion.


“Anna ya kak” Tebak Danira


“Kenapa gak diangkat siapa tau penting” Orion tak menggubris ucapan Danira dengan santai ia melahap makanannya hingga habis.


Setelah selesai Orion menelfon balik Anna, hanya butuh waktu beberapa detik saja Anna sudah mengangkat telfon Orion.


“Yon, ini tante kamu bisa kesini gak? Dari kemarin Anna gak mau makan” Itu suara Wannda ibunda Anna


“Bisa tante Orion langsung kesana sekarang” Orion mematikan sambungan telfonnya dan segera mengambil kunci mobilnya.


“Kak mau kemana?” Tanya Danira


“Anna sakit” Melihat wajah Orion yang panik, membuat hati Danira cemburu.


***


Orion telah sampai di apartemen milik Anna, yah sebelumnya Orion sudah pernah datang ke apartemen Anna jadi Orion tau letak Apartemen Anna. Orion menekan bel, dan seseorang membukakan pintu.


“Orion” Sapa Wanda


“Tante, apa kabar” Sapa Orion sopan


“Baik Yon, udah lama ya gak ketemu gak nyangka kamu jadi pria yang tampan gak heran kalau Anna secinta itu sama kamu Yon”. Orion hanya tersenyum


“Oh ya gimana kabar Tamara dan Devan?”


“Baik Tan”


“Anna gimana tan?”


“Tante juga bingung Yon, gak biasanya Anna bersikap seperti ini” Wajah Wanda terlihat resah memikirkan anak semata wayangnya yang jatuh sakit.


“Boleh Orion melihat Anna tan?”


“Boleh”


Anna terbaring di tempat tidurnya dengan wajah lesu dan pucat, lingkaran hitam terlihat disekitaran matanya. Saat melihat kehadiran Orion, Anna langsung berurai pelukan ke dada Orion. Orion membalas pelukan Anna dan mengelus pucuk kepala Anna.


“Aku gak nyangka kamu masih peduli sama aku yon, aku pikir kamu udah gak mau nemuin aku lagi”


“Kenapa kamu nyiksa diri kamu kayak gini”


“Ini semua karena kamu Yon, aku kayak gini karena kamu”


“Maaf, sekarang makan ya dan minum obatnya” Anna menggeleng


“Aku tetep mau kayak gini aja biar kamu mau nemuin aku”


“Siapa yang bilang aku gak mau nemuin kamu” Ucap Orion selembut mungkin.