
Hola semua, maaf ya kalo aku lama updatenya🙏
Dan aku banyak perubahan di dialog nya juga settingnya
Aku pengen ceritanya lebih ngalir, semoga kalian semua setuju dan bersedia kasih saran ke aku dengan cara komen di setiap partnya.
MAAF TYPO BERHAMBURAN 🥲
“Selama di meja makan aku merasa Ema tak berhenti menatapku, atau hanya perasaanku saja” Batin Danira
Dewa memperhatikan gelagat kedua adiknya yang tak seperti biasanya.
“Lo berdua berantem lagi?” Tanya Dewa memutus kontak mata Ema yang menatap Danira. Ema enggan untuk menjawab pertanyaan Dewa, dia ingin menunggu jawaban Danira lebih dulu. Sedangkan Danira hanya menundukkan kepalanya.
“Ema ngambil uang bulanan kamu lagi Ra?” Tanya Dewa dengan wajah serius
Danira menggeleng pelan “Enggak bang”
“Jangan bahas masalah ketika sedang makan, kita bahas nanti” Tegur Dani.
Mereka pun kembali menyelesaikan makan malam mereka, sesekali Danira mata Danira melihat ke arah Ema yang masih senantiasa menatap ke arahnya.
Saat Danira kembali memasukkan sendok yang berisi makanan ke dalam mulutnya tiba-tiba saja perutnya terasa mual.
“Hoeekkk” Danira reflek menutup mulutnya dengan tangannya dan berlari ke toilet untuk memuntahkan makanan yang baru saja ia telan.
“Hoekkkk....Hoekkkk”
“Danira kenapa mah?” Tanya Dani
“Gak tau pah biar mamah lihat”
“Gak usah mah Ema aja” Ema beranjak dari duduknya dan berjalan menuju toilet.
Danira keluar dari dalam toilet dengan wajah pucat, tubuhnya lemas tak bertenaga.
“Ema” Danira terkejut melihat Ema berdiri diambang pintu
“Kenapa? Kaget lo” Ketus Ema
Tatapan Ema mengarah kea rah perut Danira. Danira gelagapan dengan tatapan Ema.
“Permisi Ema aku mau lewat” Ema menahan tangan Danira saat Danira berada tepat di hadapannya, Ema mendekatkan wajahnya di telinga Danira.
“Lo gak lagi hamil kan?” Bisik Ema dengan nada pelan tapi terdengar jelas di telinga Danira.
Deg, jantung Danira memburu mendengar kata hamil dari mulut Ema.
“Apa Ema tau, kalo aku hamil ta-tapi dari mana Ema tau” Monolog Danira dengan dirinya sendiri.
Ema tersenyum smrik melihat ekspresi wajah Danira.
“Kamu ngomong apa sih, aku cuma mual karena lambungku sedang bermasalah sejak kemarin” Alasan Danira
“Dipikirnya gw bodoh, cih” Batin Ema
Danira dan Ema kembali ke meja makan bersamaan, Danira meraih gelas di samping piringnya.
“Danira, kamu sakit?” Tanya Dani
“Iya pah, gimana kalo kita bawa Danira kerumah sakit aja” Sela Ema
“Uhukkk---uhukkk” Danira tersedak air yang tengah iya minum
“Kamu bias hati-hati gak sih Ra” Peringat Ratna ibu tiri Danira
“Ma-maaf bu”
“Gimana kamu mau papah anter ke dokter?” Tanya Dani lagi
“Eng-enggak yah, Danira cuma lupa gak sarapan aja kemarin jadinya lambung Danira bermasalah” Lagi-lagi Danira harus berbohong demi menutupi kehamilannya.
“Tapi kamu keliatan pucet gitu Ra, ya kali lo gak apa-apa”
“Bener kata Ema, lebih baik kita ke rumah sakit biar di periksa sama dokter biar gak nyusahin” Terang Ratna
“Emmm Danira pamit ke kamar dulu ya yah, maaf ya bu Danira gak bias bantuin nyuci piring malam ini”
Danira masuk ke kamarnya, ia meraih novel yang berada di nakas dan membuka novel itu untuk memastikan jika tespecknya masih disana.
Danira menghembuskan nafas lega saat tespeck yang ia gunakan untuk mengecek kehamilannya masih ada di tempatnya. Ia segera menyimpannya ditempat yang paling aman dan menguncinya.
Entah sampai kapan ia harus menutupi kehamilannya, cepat atau lambat semua ini pasti akan diketahui oleh ayahnya. Tak terasa air matanya menetes membasahi pipi putihnya.
“Kenapa aku yang kau pilih dari sekian banyaknya perempuan yang akan kau jadikan ibu, bahkan aku tidak yakin aku mampu merawat dan membesarkanmu. Aku juga tidak tahu dimana orang yang seharusnya kau panggil ayah” Danira mengelus perutnya, berdialog dengan janin yang ada di dalam perutnya.
***
Orion mengangkat bahunya acuh “ Gw udah lama gak ada kontak sama dia”
“Pasti Anna tambah cantik” Puji Zaky yang membayangkan betapa cantiknya Anna teman masa kecil mereka.
“Emang kapan Anna balik” Tanya Aldi
“Gw sih gak tau pastinya, yang gw tau kepulangannya kali ini khusus special buat Orion” Terang Lucas
Orion menghela nafasnya, teman-temannya memang belum tahu apa yang membuat seorang Orion yang sangat peduli dengan Anna jadi begitu dingin dan acuh bahkan mendengar namanya saja membuat Orion malas.
“Kalo kita bikin party aja gimana buat nyambut kedatangan Anna, gak sabar gw” Usul Zaky
“Boleh tuh” Setuju Zaky
“Gw laper lo pada gak ada niatan buat order makanan apa?” Ucap Orion
“Bener tuh, tapi lo yang bayar ya Yon, duit jajan gw menipis gw harus hemat” Ucap Zaky memelas
Orion memutar bola matanya malas dan meraih ponselnya “Terus lo numpang hidup di gw gitu” Ketus Orion
“Hehehe, ntar gw ganti Yon kalo cair” Zaky menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Orion teringat dengan Danira, ia pun memesan makanan dan minuman di cafe tempat Danira bekerja part time.
Kurang lebih setengah jam menunggu akhirnya makanan yang Orion pesan dating.
Bell apartement Orion berbunyi, Zaky hendak beranjak untuk mengambil makanan yang Orion pesan namun langkahnya terhenti saat Orion sudah lebih dulu berjalan di depannya.
“Lah, tumben—“ Cengo Zaky
Orion membuka pintu apartemennya, seseorang berdiri dengan dua kresek ditangannya. Ada rasa kecewa di hati Orion, yang mengantar makanan pesananya bukan Danira melainkan kariyawan cafe yang lain.
“Lagian gw kenapa berharap banget dia yang nganter” Batin Orion
Orion meletakkan dua kantong kresek di atas meja yang langsung di serbu ketiga temannya.
“Yang plastik kecil punya gw jangan lo embat juga” Ucap Orion
“Lah napa di bedain” Protes Zaky
“Dodol... makanan Orion gak pake micin” Ucap Aldi
“Hehe lupa gw” Nyengir Zaky menunjukkan senyum pepsodentnya
“Itu salah satu alasan Orion gak makan micin, biar gak pikun kayak lo” Ledek Lucas
“Gw lupa nyet bukan pikun, lo kata gw kakek-kakek berumur” Dengus Zaky
Orion berjalan menuju kamarnya meninggalkan ketiga temannya yang sibuk dengan makanan yang ia belikan.
“Lo gak makan Yon?” Tanya Aldi
“Nanti lo pada duluan aja” Balas Orion setelahnya melenggang pergi.
“Orion makin lama makin susah di tebak, tadi dia yang antusias pas makanannya dating sekarang malah gak bergairah gitu” Gerutu Zaky
“Kalo gak gitu bukan Orion namanya” Tandas Lucas
“Apa Orion nyembunyiin sesuatu dari kita” Ucap Aldi membuat Lucas dan Zaky menatap kearah Aldi.
“Rahasia gitu maksud lo?” Tanya Zaky memastikan
“Gw juga gak tau, tapi lo berdua gak ngerasa apa ekspresi wajah Orion biasa aja waktu denger Anna mau balik padahal selama ini dia yang paling antusias kalo soal Anna” Terang Aldi
“Appa jangan-jangan Orion tau sesuatu soal gw sama Anna”
“Dahlah kalo Orion nganggep kita sahabat pasti dia cerita ke kita” Balas Zaky
**DIRASTA
DANIRA EGAWASTA
ORION GALANDRA
LUCAS MAHARDIKA
ALDI VARENZA MUNAF
ZAKY ALTAR
SAMI BACHTIAR ARYABRATA
SIAPA NIH YANG BAKALAN JADI FAV KALEN
KOMEN DISINI❤️🥰**