
...Gw menikmati hidup dengan cara gw, bukan dengan mulut orang lain...
...~Lucas Mahardika ~...
...°...
...°...
...°...
"Kusut amat muka lo" Ucap barista yang bernama Dev.
"Bacot lo" Sarkas Lucas
"Hahaha santai bre hidup itu dinikmatin jangan dinasehatin" Ucap Dev lagi yang mendapat tatapan tajam dari Lucas.
Pertemuannya barusan dengan Orion menambah kacau pikirannya.
"Kasih gw minum lagi" Pinta Lucas pada Dev.
"Nih gw kasih buat lo" Dev memberikan sebotol wine dihadapan Lucas.
"Hy ganteng" Sapa wanita sexy yang berpakaian serba minim yang langsung melingkarkan tangannya dileher Lucas.
"Singkirin tangan kotor lo dari gw *****" Sarkas Lucas menghempaskan tangan wanita itu, membuat wanita itu memberingsut kesal.
Dev yang melihat pelanggan setianya yang sedang dalam mode badmood, sedari tadi hanya terkekeh.
“Sendirian kak” Sapa seorang perempuan yang menghampiri meja Lucas.
“Keliatannya?” Jawab Lucas tak peduli dengan wanita yang duduk di sampingnya.
“Yang lain mana?” Tanya wanita itu lagi
“Ck” Lucas berdecak kesal gadis disampingnya benar-benar mengganggu.
“Cuek banget sih kak, kenalin gw salsa anak BINA RAJASA” Wanita itu bernama Salsa adik kelas Lucas.
Salsa mengulurkan tangannya , namun diabaikan begitu saja oleh Lucas.
Tapi hal itu tak membuatnya menyerah begitu saja, malahan ini kesempatan nya untuk mendekati salah satu most wanted sekolah.
“Lucas” Singkatnya
“Tau gw, lagian siapa sih yang gak kenal Lucas Mahardika salah satu most wanted sekolah” Terang Salsa
“Kakak Sering kesini?” Tanya Salsa mencoba mencari topik obrolan dengan Lucas.
“Panggil gw Lucas aja geli gw dengernya lo panggil kakak”
“Serius gak apa-apa gw panggil Lucas aja” Lucas kembali menenggak minumannya.
'Sumpah cewek ini bawel banget, tapi mayan juga body nya juga sexy hahaha otak ku mulai gak bisa terkontrol'
Lucas merasakan kepalanya terasa berat. Dia sudah menghabiskan hampir tiga botol wine.
...***...
Lucas Pov
Aku terbangun dengan kondisi kepala yang masih pening, tapi tunggu ada yang aneh. Gw dimana anj***.
Salsa???
Aku memunguti pakaianku dan memakainya kembali.
'Brengsek, Lucas lo goblok otak lo dimana argghhhh'
Sial, kenapa selalu kejadian tiap gw mabok.
'Sial, motor gw .....arghhhh'
“Halo” Itu suara Zaky
“Ky jemput gw sekarang”
“Bangs** lo Cas, lo gak liat ini jam berapa cok” Gerutu Zaky dibalik telfon.
“Bawel lo buruan, udah gw share lok”
“Emang Anj*** anak satu ini, untung temen gw lo. Nitt”
Gak lama Zaky datang.
“Lo jajan lagi?” Tuduh Zaky
“Berisik lo” Aku segera naik ke jog belakang motor Zaky.
“Otak lo emang bener-bener kudu di ruat biar bersih biar gak isinya mabok sama ************ doang"
“Gw minta lo anterin gw pulang bukan ceramahin gw babi”
Sampai di depan rumah pemandangan itu kembali lagi ku lihat, ku kepalkan kedua tanganku. Ingin rasa nya aku menghentikan pertengkaran nyokap dan bokap tapi aku terlalu sering melihat mereka seperti itu membuat ku muak.
Mereka seperti tak pernah menganggap ku ada.
“Lo gak apa-apa Cas?” Tanya Zaky khawatir
“Gak apa-apa gw udah biasa lihat mereka kayak gitu”
“Yaudah gw pamit ya”
Aku masuk ke dalam rumah, bahkan kehadiranku pun tak menghentikan pertengkaran mereka.
"Lucas" Panggil bokap
"Dari mana aja kamu jam segini baru pulang" Omel bokap
"Bukan urusan anda"
"LUCAS, jaga sikap kamu"
"Sayang, jaga bicara kamu"
"Mah, sampai kapan mamah bertahan sama laki-laki brengsek ini" Ucap ku sambil mengarahkan jari telunjukku ke wajah pria yang kusebut papah.
Plakkkkk
"Lucas" Teriaknya
"Pukul pa, pukul Lucas sesuka papa tapi jangan pernah papa sakitin mama"
"Lepasin mama pah, kalo papa udah gak cinta lagi sama mamah biar Lucas yang jaga mamah. Biar papa bebas berhubungan dengan ****** diluar sana" Ucapku
"Lucas" Teriak mama
Mamah sudah terisak dalam tangisnya, bahkan ujung bibir mamah sobek akibat tamparan papah.
"Mah, lepasin papah mah" pintaku yang dijawab gelengan oleh mamah.
"Kenapa mah" Mamah melepas pelukanku dan berjalan kearah kamarnya.
Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi antara papah dan mamahku. Mereka selalu saja bertengkar setiap kali bertemu.
Bahkan aku tidak bisa merasakan adanya cinta diantara keduanya, tapi setiap kali aku meminta mamah untuk melepaskan papah, mamah selalu diam dan menangis.
...***...
“Kak Lucas” Panggil Salsa
“Lo kenal Cas?” Tanya Aldi
“Dahlah biarin aja” Jawabku cuek
“Sejak kapan lo main sama adek-adek bwahahah bukannya selera lo tante-tante” Ledek Zaky
“Breng*** lo”
“Kak kok lo cuekin gw sih?” Rengek Salsa, aku tak menggubrisnya.
“Kak kok lo diem gini sih setelah apa yang lo lakuin malam itu “ Pekik Salsa membuat semua mata tertuju padaku. Aku merutuki diriku karena bertemu dengan cewek seperti Salsa.
“Lo selesain dulu masalah lo Cas” Ucap Aldi dan Zaky setelahnya kutarik tangan Salsa untuk menjauh.
“Sakit kak, lepasin” Teriak gadis itu, sungguh suaranya membuat telingaku tak tahan.
“LO BISA DIEM GAK” Bentakku
“Gak, gw gak akan diem setelah lo nikmatin tubuh gw”
“Cihhhh, gw gak pernah minta tubuh lo. Lo sendiri yang datang ke gw” Ucapku yang membuat Salsa gelagapan.
“Kalo gw hamil gimana kak” Salsa merendahkan nada suaranya dan sedikit memohon.
“Bukan urusan gw, gw gak minta lo dateng ke gw, lagi pula lo yang bawa gw ke apartemen lo” Ucapku
“Kak”
“Jangan temui gw lagi, lo tau kan apa yang harus lo lakuin gw yakin ini bukan pertama kalinya buat lo” Mata Salsa membola mendengar ucapanku yang tentunya menyakitinya tapi apa peduliku, dia sendiri yang dengan sukarela menyerahkan tubuhnya padaku. Kenapa sekarang ia seolah-olah menjadi korban dan aku pelakunya.
Disaat seperti ini entah mengapa aku teringat gadis itu, Danira.
Tiba-tiba saja aku merindukan wajah polosnya. Ada rasa menyesal yang kurasakan.
Haruskah aku merebutnya dari tangan sahabatku sendiri????
Dimana dia sekarang, bagaimana keadaannya sekarang. Aku harus mencari tau.
Maaf jika masih banyak typo
Maaf kalo alur ceritanya agak sedikit gak nyambung.
Karena aku pengen kalian tau tentang kehidupan masing-masing tokoh di cerita DANIRA.
Bantu ramein dong🥺
Buat yang udah baca please baca ulang karena aku banyak mengubah alur dan cast-castnya.
Biar alurnya lebih ngalir.
Bocorannya, aku pengen akhir cerita ini happy ending karena bakalan ada serinya.
Aku udah gak sabar buat upload serinya yang pasti bakalan lebih seru.
Aku butuh support kalian🙏🙏🙏
Semangat dari kalian sangat berarti bagi author.
Yuk ngopi☕
Bantu follow juga ya guys ya see you🥰❤️