Decent Place

Decent Place
Farhan pergi ke Decent place



Setelah pulang bareng dengan Rina, Asuna tiba di rumahnya.awalnya Asuna menawarkan Rina untuk mampir, namun Rina memilih untuk lanjut pulang, lalu Asuna membuka pintu namun ternyata pintunya di kunci biasanya pintu jarang di kunci, Karna dia pikir Farhan sudah pulang sekolah lebih awal ,lalu Asuna mengambil kunci cadangan di bawah pot bunga lalu membuka pintu rumahnya.


Ketika dia masuk dia memanggil adiknya, beberapa kali namun tidak ada jawaban.dan merasa cemas ketika dia menemukan bahwa Farhan tidak ada di sana. Dia mencari di setiap sudut rumah, dan mencari di sekitar biasa tempat main Farhan, memanggil namanya, tapi tidak ada jawaban. Panik mulai melanda pikirannya, dan dia segera mengambil ponselnya untuk menelepon Han.


"Driing... driing..." suara telepon berdering di telinga Asuna dengan harapan agar Han menjawab secepatnya. Setelah beberapa kali deringan, akhirnya Han mengangkat panggilan tersebut.


"Han! Han! , adiku Farhan tidak ada di rumah! Aku mencarinya tapi tidak ada!" ucap Asuna dengan suara penuh kepanikan.


Han dengan tenang mencoba menenangkan Asuna. "Tenang, Asuna. kau pasti panik namun sebaiknya jaga biarkan kepanikan mengusaimu. Sebaiknya Kamu harus pergi ke Decent Place sekarang juga aku sekarang di sana."


Asuna bingung dengan pernyataan Han, tapi dia tahu bahwa Han pasti punya alasan dan rencana tertentu. Dia menghela napas, mencoba menenangkan diri, dan bertanya, "Kenapa, Han? aku ini sedang mencari adiku kok kamu malah ajak aku ke sana, Apa yang sedang terjadi?"


Han memberikan penjelasan singkat. "sudah, pokoknya kamu kesini, penting, kamu harus pergi ke Decent Place sekarang juga. Aku akan menjelaskan semuanya di sana."


Asuna merasa campur aduk, tapi dia mempercayai Han. Dia tahu bahwa Han tidak akan membiarkannya dalam bahaya dan punya alasan kuat untuk mengirimnya ke tempat yang aman.


"Dengan enggannya, Asuna menuruti permintaan Han. Dia langsung siap-siap pergi ,mengunci pintu rumah, dan segera pergi menuju Decent Place, dengan hati yang penuh kekhawatiran dan rasa ingin tahu tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Asuna tiba di Decent Place setelah beberapa menit berjalan dengan cepat. Dia memasuki bangunan dan segera menemui Han yang sudah menunggunya di lantai bawah. Han memberikan senyuman lega saat melihat Asuna tiba dengan selamat.


"Asuna, kamu sudah sampai. Bagus sekali kamu bisa datang dengan cepat," ucap Han sambil menghampiri Asuna.


Asuna merasa lega bisa bertemu dengan Han, tetapi rasa kekhawatirannya tentang keadaan Farhan masih ada. Dia dengan cemas bertanya pada Han, "Han, aku ini kehilangan Farhan, aku tidak tahu dimana dia kenapa kau menyuruhku ke sini sih."


Han mengangguk dan menunjuk ke lantai atas. "Ya, Asuna. sebaiknya kita ke atas dulu nanti kamu tau asalanku menyuruhmu kensini."


Asuna mengikutinya dengan hati yang berdegup kencang. Ketika mereka sampai di lantai atas, Asuna melihat Farhan berdiri di tengah ruangan dengan wajah yang penuh kekhawatiran. Asuna merasa lega melihat adiknya dengan selamat.


"Farhan!" seru Asuna dengan penuh kegembiraan dan langsung berlari mendekatinya.


Farhan tersenyum lega dan memeluk Asuna erat. "Kak Asuna ! akhirnya kau sudah pulang."


Asuna membalas pelukan adiknya dengan penuh kasih sayang. "kamu kemana aja?, pintu rumah kamu tidak kamu kunci, dan Kenapa kamu bisa sampai sini sih apa yang terjadi ayo katakan."


Han memberikan penjelasan ke Asuna. " Aku sedang bersantai di sini tiba-tiba ada suara langkah seseorang di lantai bawah, dengan curiga aku memantau siapa yang datang, setelah aku kebawah. Ternyata itu Farhan adikmu yang seperti sedang bersembunyi. Aku tidak tahu mengapa dia bisa sampai sini dan tau tempat ini, padahal gedung ini jauh dari rumahmu."


Farhan menjelaskan dengan nada yang cemas, "Kak, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bermaksud membuatmu khawatir atau marah. Pertengkaran di sekolah tadi terjadi secara tiba-tiba dan aku terbawa emosi. Aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri."


Farhan menundukkan kepalanya, merasa bersalah. "Aku tahu, Kak. Aku menyesal atas tindakanku. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Waktu itu aku hanya khawatir dan aku takut saat orang tua temanku datang ke rumah. Karna kakak belum pulang aku tidak tahu harus berbuat apa, jadi aku kabur dan aku tida sadar tiba-tiba aku sampai di gedung ini namun aku lega ternyata di sini ada kak Han."


Asuna melihat kekhawatiran dalam mata adiknya. Walaupun masih marah, dia juga memahami bahwa Farhan hanya mencoba melindunginya. Dia melembutkan sikapnya dan meraih tangan Farhan dengan lembut. "Farhan, kamu harus tahu bahwa aku juga khawatir tentangmu. Tapi kita harus menemukan cara yang lebih baik untuk menghadapi masalah. Kita harus saling mendukung dan bekerja sama, bukan bertengkar atau melukai orang lain."


Farhan mengangguk dan menatap kakaknya dengan rasa penyesalan. "Aku berjanji, Kak. sekali lagi aku minta maaf karna membuatmu khawatir ."


Asuna melepas cengkeramannya pada tangan Farhan dan memeluknya erat. "Aku tahu kamu bisa melakukannya, Farhan. Kita akan melewati ini bersama-sama. Aku akan selalu ada untukmu."


Mereka berdua duduk dalam pelukan hangat, saling menguatkan dan berjanji untuk saling mendukung. Asuna merasa lega bahwa mereka berdua bisa melampiaskan emosi dan memulai lagi dengan tekad yang baru untuk menghadapi tantangan di depan mereka.


Tiba-tiba Han menyaut ke Asuna "Yahh... Sekarang tempat rahasia kita ini sudah ada yang mengetahuinya, Asuna".


Lalu Asuna menyampaikan pendapatnya kepada Han tentang Decent place.


"Han, sebenarnya aku merasa kita tidak perlu lagi merahasiakan Decent Place ini. Farhan sudah mengetahuinya dan aku rasa dia juga bisa menjadi bagian dari tempat ini," ujar Asuna.


Han agak ragu, "Tapi, Asuna, kita ingin tempat ini menjadi tempat kita berdua. Tempat di mana kita bisa melarikan diri dari semua kepahitan di luar sana. Jika semakin banyak orang yang tahu, mungkin akan sulit menjaga nilai ketenangan tempat ini."


Asuna mengerti kekhawatiran Han, tetapi dia tetap mempertahankan pendapatnya, "Aku mengerti kekhawatiranmu, Han. Tapi, jika kita memberi tahu teman kita seperti, Rina dan Kenji itu akan menyenangkan dan menambah suasana yang baru kita bisa bersenang-senang di sini hanya mereka berdua saja anggap saja sebagai anggota baru, bagaimana menurutmu Han? ."


Han menghela nafas dan berpikir sejenak sebelum akhirnya mengiyakan, "Baiklah, mungkin kamu benar. Jika mereka ingin bergabung dengan kita, aku bersedia memberinya kesempatan. Tapi, kita tetap harus berhati-hati dan menjaga rahasia tempat ini."


Asuna tersenyum lega mendengar persetujuan Han, "Terima kasih, Han. Aku yakin kita bisa menjaga tempat ini tetap aman dan memberikan tempat perlindungan bagi mereka yang membutuhkannya."


Mereka berdua akhirnya mencapai kesepakatan dan setuju untuk bekerja sama dalam menjaga rahasia dan keamanan Decent Place.


Asuna bersiap-siap untuk pulang dari Decent Place. Dia memberikan senyuman kepada Han.


"Asuna, aku akan pergi ke warnet Kenji untuk melanjutkan pekerjaan. Apakah kamu akan baik-baik saja pulang sendiri?" tanya Han.


Asuna mengangguk. "Tentu saja, Han. Aku akan baik-baik saja. Terima kasih atas semuanya. Hati-hati di perjalanan."


Han tersenyum dan mengangguk. "Sama-sama, Asuna. Jaga adikmu dan dirimu baik-baik."


Mereka berdua berpisah di Decent Place, Asuna menuju pulang sementara Han menuju warnet Kenji. Mereka berharap bahwa keesokan harinya akan membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi mereka.