
Kriiiinggg.....
Setelah bell pulang berdering kali ini Asuna pergi pulang dari sekolah sendirian, karna Hubungannya dengan Rina hancur,dia merasa sunyi, Dia merasa sangat terpukul dan bersedih karena persahabatannya dengan Rina terganggu akibat peran yang dimainkan oleh Cindy dan kelompoknya.
Asuna merenung di kamarnya, memikirkan apa yang terjadi. Dia merasa terjebak dalam permainan yang dimainkan oleh Cindy dan merasa tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawan itu. Dia merasa marah pada dirinya sendiri karena membiarkan dirinya ditarik dalam konflik yang tidak dia ingin.
Sambil duduk di ranjangnya, Asuna menangis. Dia merasa sendirian dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dia merasa terluka dan bingung karena hubungan persahabatannya dengan Rina rusak. Asuna merasa seperti dia kehilangan seorang teman yang sangat berarti baginya.
Han duduk di sofa yang berada di dalam ruangan Decent place, tetapi pikirannya terus terjebak pada Asuna. Dia teringat saat dia melihat Asuna makan bersama pria lain,(Josh)di restoran. Hatinya terasa cemburu, meskipun dia tahu bahwa dia dan Asuna hanya teman. Han menggelengkan kepala, mencoba mengusir perasaan cemburunya.
Han tahu bahwa dia tidak memiliki hak untuk merasa cemburu karena dia hanya teman baik Asuna. Dia dan Asuna telah bersahabat sejak lama dan saling mengandalkan satu sama lain. Tapi, melihat Asuna bersama pria lain membuat hatinya berdebar-debar.
Han mencoba memaklumi bahwa Asuna memiliki kehidupan pribadi dan mungkin saja berteman dengan pria lain. Namun, perasaan cemburu tetap ada dalam dirinya. Dia merasa bingung dan tidak tahu apa yang seharusnya dia lakukan.
Han mengambil napas dalam-dalam dan mencoba mengalihkan perhatiannya. Dia berusaha untuk tidak menggali terlalu dalam tentang hubungannya dengan Asuna, karena dia tidak ingin membuat hubungan persahabatan mereka menjadi rumit. Dia tahu bahwa dia harus menghormati privasi dan keputusan Asuna, meskipun perasaan cemburunya sulit untuk dihadapi.
Han merenung tentang apa yang sebenarnya dia rasakan terhadap Asuna. Apakah dia hanya merasa cemburu sebagai teman yang peduli atau apakah ada perasaan lebih dalam yang tersembunyi di dalam hatinya? Dia merasa bingung dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Asuna duduk di kamarnya dengan air mata mengalir di pipinya. Dia merasa sangat sendiri dan hancur karena hubungannya dengan Rina telah rusak. Asuna merasa terjebak dalam situasi sulit ini, dan dia merasa sulit untuk mencari dukungan dan curhat kepada teman-temannya.
Dia berpikir untuk berbicara dengan Han, teman dekatnya yang selalu ada untuknya. Namun, dia merasa takut Han akan mengetahui tentang masalah awalnya, yaitu ciuman dengan Josh. Asuna merasa malu dan tidak tahu apa yang seharusnya dia katakan kepada Han.
Asuna merasa terjebak dalam perasaan bingung dan takut. Dia tidak ingin kehilangan pertemanan yang telah dia bangun dengan Han selama ini, tetapi dia juga merasa sangat membutuhkan dukungan dan kenyamanan saat ini. Dia merasa terjebak dalam dilema, tidak tahu harus berbuat apa.
Farhan, adik Asuna, pulang ke rumah setelah bermain di luar dan mendengar suara tangisan dari kamar kakaknya. Dia khawatir dan segera berlari menuju pintu kamar Asuna. Dia memutar gagang pintu perlahan dan masuk ke dalam kamar.
Dia melihat Asuna duduk di ranjang, wajahnya tertutup air mata. Farhan merasa bingung dan sedih melihat kakaknya menangis. Dia ingin tahu apa yang terjadi dan ingin bisa membantu.
"Kak, kenapa kamu menangis?" tanya Farhan dengan suara lembut, mendekati Asuna yang masih terduduk di ranjang.
Asuna mengangkat kepalanya dan terkejut melihat adiknya di depannya. Dia mencoba menyeka air matanya dan tersenyum kecil pada Farhan, meskipun masih terlihat sedih.
"Farhan, aku baik-baik saja," jawab Asuna dengan suara yang gemetar. "Hanya sedikit masalah yang harus aku selesaikan sendiri."
Namun, Farhan tidak puas dengan jawaban itu. Dia mengenal kakaknya dengan baik dan tahu bahwa sesuatu sedang tidak beres. Dia duduk di samping Asuna dan memeluknya erat.
"Kak, kamu tahu kamu bisa cerita apa saja padaku, kan?" kata Farhan dengan penuh perhatian. "Aku di sini untukmu, kok."
Asuna terharu dengan perhatian dan dukungan adiknya. Dia merasa lega bisa memiliki seseorang yang menghargai dan peduli padanya. Dalam pelukan adiknya, Asuna mulai bercerita tentang masalahnya dengan Rina dan konflik yang terjadi. Dia merasa lebih baik bisa berbicara tentang hal itu dan membagikan beban perasaannya.
Farhan mendengarkan dengan cermat dan memberikan kata-kata penuh pengertian kepada Asuna. Dia mencoba menghibur kakaknya dan memberikan saran yang bijaksana. Asuna merasa bersyukur memiliki adik yang begitu perhatian dan bijaksana.
Setelah berbicara dan berpelukan dengan adiknya, Asuna merasa lebih lega. Dia tahu bahwa masalahnya tidak bisa langsung diselesaikan, tetapi dia merasa lebih kuat untuk menghadapinya. Dia bersyukur memiliki dukungan dari adiknya dan merasa tidak sendirian dalam menghadapi situasi sulit ini.
Farhan menjanjikan untuk selalu ada untuk Asuna dan membantu sebisa mungkin. Asuna tersenyum dan berterima kasih pada adiknya. Meskipun masalahnya belum sepenuhnya terselesaikan, dia merasa lebih baik setelah berbicara dengan Farhan dan merasa bahwa dia memiliki seseorang yang bisa diandalkan dalam saat-saat sulit.