Decent Place

Decent Place
Masa lalu Han Masato



Di saat mereka sedang menikmati udara sejuk di atas gedung Decent Place dan di ikuti terbenam fajar, Asuna yang penasaran dengan kehidupan Han yang pernah tinggal di panti asuhan.


"Han, dulu waktu tinggal di panti asuhan, bagaimana rasanya? Apakah kamu sering merasa kesepian?" tanya Asuna


"(menghela nafas) Rasanya memang cukup berat, terutama di awal-awal tinggal di sana. Tapi lama kelamaan, aku mulai terbiasa. Di sana, aku bertemu dengan banyak teman sebayaku yang juga tinggal di panti asuhan."jawab Han dengan nada pelan.


"Tapi, aku merasa sedih kalau harus hidup tanpa keluarga. Apakah kamu tidak merasa kesepian tanpa keluarga?"ujar Asuna menatap ke wajah Han.


"Tentu saja aku merasa kesepian. Tapi, aku juga belajar untuk memahami situasi dan berusaha untuk memakluminya. Di sana, aku belajar untuk menjadi mandiri dan merawat diri sendiri,"Jawab Han


"Aku merasa terharu dengan keberanianmu. Kamu benar-benar tangguh, Han."puji Asuna


"(tersenyum) Terima kasih, Asuna. Tapi, itu semua bukan karena keberanian, melainkan karena terpaksa. Tapi, aku bersyukur bisa belajar banyak hal dari pengalaman itu."Ujar Asuna


Han melanjutkan menceritakan tentang masa lalunya yang sulit. Ia kehilangan orang tuanya dalam sebuah kecelakaan mobil ketika masih kecil dan kemudian diadopsi oleh keluarga yang sangat keras padanya. Ketika ia mencoba melarikan diri dari rumah adopsi tersebut, ia akhirnya dijemput oleh polisi dan dikirim ke panti asuhan. Di sana, ia merasa tidak diinginkan dan kesepian, tetapi ia juga menemukan teman-teman yang seperti keluarganya sendiri.


Asuna mendengarkan cerita Han dengan seksama dan merasa sedih mendengar tentang masa lalunya yang sulit. Dia merasa terkejut bahwa Han bisa tetap ceria dan optimis meskipun mengalami banyak kesulitan dalam hidupnya. "Aku tidak pernah tahu bahwa kau pernah mengalami hal-hal seperti itu," ujarnya dengan suara lembut.


Han tersenyum dan menepuk pundak Asuna. "Ya, aku pernah mengalami masa-masa sulit, tapi itu membuatku menjadi orang yang lebih kuat dan lebih menghargai hidupku sekarang," kata Han dengan tegas. "Sekarang aku punya teman-teman dan tempat yang aku anggap sebagai rumahku, dan aku bersyukur atas semuanya.


"Asuna kau juga pernah bilang padaku, bahwa Kau hanya tinggal bersama Ayah dan adikmu, lalu kemana ibumu," tanya Han Yang penasaran.


Asuna terdiam sewaktu mendengar pertanyaan Han. Dia merasa tersentuh karena Han tampak sangat peduli dengan dirinya sendiri. Namun, Asuna juga merasa kesulitan untuk menjawab pertanyaan Han.


"Ya aku hanya tinggal bersama Ayah dan adikku saja, yang ku ingat saat aku masih Smp Ibu dan ayahku pada saat itu bertengkar hebat, hingga di saat malam hari ibuku terlihat mangambil koper dan pergi entah kemana,Aku tidak tahu persis mengapa ibuku kabur," jawab Asuna akhirnya dengan pelan. "Ayahku selalu berdalih bahwa ibuku pergi karena bosan dengan kehidupan rumah tangga. Tapi aku tidak tahu pasti apakah itu benar atau tidak."


Asuna mengangguk. "Sulit memang, tapi aku sudah berusaha menerimanya. Ayahku mungkin tidak sempurna, tapi dia sudah berusaha menjadi ayah yang baik untukku dan adikku."


Han menatap Asuna dengan tatapan hangat. "Kamu sangat kuat, Asuna."


Asuna tersenyum kecil. "Terima kasih, Han. Kamu juga kuat, mengatasi masa lalu dan kehidupan di sini sendirian."


Han tersenyum simpul, namun kemudian ekspresinya menjadi serius lagi. "Tapi aku tidak ingin hidup sendirian lagi. Aku sudah terlalu lama hidup seperti ini. "Aku ingin... aku ingin kamu ada di sampingku, Asuna."


Asuna terkejut mendengar kata-kata Han. Namun, dia juga merasa haru dan terharu. Setelah beberapa lama merenung, akhirnya dia menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Aku juga menginginkan itu, Han.


"Asuna jujur saat kau menjauh dariku itu membuat gelisah, kau ingat saat kau mengusirku ketika aku datang kerumahmu, saat itu aku seperti kehilangan arah , aku pergi ke Decent Place dan terus memikirkanmu Akku berpikir apakah aku melakukan kesalahan sampai-sampai aku tertidur di sini sampai pagi," Ujar Han.


Asuna merasa sedih mendengar cerita Han tentang dia yang sendirian dan tertidur di Decent Place untuk pertama kalinya karena memikirkan keadaannya yang menjauh darinya. Dia merasa sangat bersalah karena telah menyingkirkan Han dengan ayahnya yang kasar dan tidak membiarkan Han menjelaskan keadaannya.


"Sungguh, aku sangat menyesal dan ingin meminta maaf," ujar Asuna dengan suara yang penuh penyesalan.


Han mengangguk, "Aku tahu kamu tidak bermaksud seperti itu, Asuna. Tapi, aku hanya ingin kamu tahu bahwa kamu sangat berarti bagiku, dan aku tidak ingin kehilanganmu."


Asuna merasa hangat di hatinya mendengar kata-kata Han. Dia merasa terharu dan bersyukur memiliki seseorang seperti Han dalam hidupnya. "Terima kasih, Han. Aku juga merasa sama."


Han tersenyum dan menepuk pelan punggung Asuna, "Jangan khawatir, Asuna. Semuanya akan baik-baik saja. Kita akan melewatinya bersama-sama."


Asuna tersenyum kembali dan merasa lega. Dia merasa bahagia karena Han masih ada di sisinya dan mereka bisa melewatinya bersama-sama