
Asuna menghadapi hari-hari tanpa kehadiran Rina dan Han dengan berbagai perasaan campur aduk. Dia merasa sedih dan merindukan mereka, terutama saat mengingat kenangan indah bersama mereka. Namun, dia juga mencoba untuk menjalani hari-harinya dengan semangat dan mencari kegiatan baru untuk mengisi waktu luangnya.
Dia menghabiskan waktu lebih banyak dengan Leo, yang menjadi teman dekatnya. Mereka sering pergi makan bersama, menonton film, atau hanya mengobrol tentang berbagai topik. Leo memberikan dukungan dan kenyamanan kepada Asuna, dan mereka saling menghibur dalam menghadapi kepergian Rina dan Han.
Selain itu, Asuna juga lebih fokus pada hobinya, yaitu membaca novel. Dia menghabiskan waktu di perpustakaan atau toko buku untuk mencari novel baru dan menikmati cerita-cerita fiksi yang membawa imajinasinya menjelajahi dunia yang baru. Buku-buku menjadi sumber kenyamanan baginya dan membantu mengalihkan pikirannya dari kepergian Rina dan Han.
Asuna juga mulai mengambil lebih banyak tanggung jawab di sekolah dan bergabung dengan klub sastra. Dia terlibat dalam kegiatan sekolah, seperti mengikuti kompetisi menulis cerita pendek dan berpartisipasi dalam pertunjukan seni. Hal ini membantu Asuna merasa lebih terlibat dan memiliki tujuan dalam kehidupannya sehari-hari.
Namun, di sela-sela kesibukannya, ada saat-saat ketika Asuna merasa sendiri dan merindukan Rina dan Han. Dia sering mengingat kenangan bersama mereka dan berharap mereka bisa kembali bersama seperti dulu. Meskipun demikian, dia berusaha untuk tidak terjebak dalam kesedihan dan terus berusaha menjalani hari-harinya dengan semangat.
Asuna juga berbicara dengan teman-teman terdekatnya tentang perasaannya, termasuk Leo. Dia merasa diberdayakan oleh dukungan dan kasih sayang dari teman-temannya, dan itu membantu mengatasi perasaan rindu dan kehilangan yang dia rasakan.
Secara bertahap, Asuna belajar untuk menerima kepergian Rina dan Han sebagai bagian dari perubahan dalam hidupnya. Meskipun sulit, dia berusaha untuk berfokus pada masa depan dan menjalani hidupnya dengan penuh semangat dan harapan, sambil mengenang kenangan indah bersama Rina dan Han dalam hatinya
Asuna duduk sendiri di kamarnya, memikirkan Rina dan Han. Meskipun dia telah menjalin hubungan yang baik dengan Leo, masih ada perasaan cemas dan sedih dalam hatinya terkait dengan Rina dan Han yang menjauh darinya. Dia merasa bingung dan sedih, tetapi pada saat yang sama, dia juga merasa bersyukur memiliki Leo sebagai teman yang hadir untuknya.
Asuna menghela nafas dalam-dalam dan mencoba menerima keadaan sekarang. Dia menyadari bahwa dia tidak dapat mengendalikan tindakan atau pilihan Han dan Rina, dan dia perlu menerima kenyataan bahwa mereka mungkin tidak lagi menjadi bagian dari hidupnya. Meskipun sulit, dia mencoba memahami dan menerima perubahan ini.
Asuna memutuskan untuk fokus pada apa yang ada di depannya, termasuk hubungannya dengan Leo. Dia berusaha untuk memberikan kesempatan kepada Leo untuk membuktikan bahwa dia benar-benar bisa menjadi teman baik dan berharga baginya. Dia memilih untuk menghargai kehadiran Leo dalam hidupnya dan berusaha untuk menjalani hubungan mereka dengan penuh kejujuran dan kepercayaan.
Meskipun masih ada rasa cemas dan kerinduan terhadap Rina dan Han, Asuna bertekad untuk menerima keadaan sekarang dan menjalani hidupnya dengan penuh keyakinan dan harapan. Dia tahu bahwa dia harus menghadapi setiap tantangan yang datang dengan bijaksana dan berusaha menjadi dirinya yang terbaik dalam menghadapi situasi ini.
Saat libur sekolah Leo membawa Asuna ke rumahnya yang megah, yang terletak di daerah perumahan elit yang aman dengan suasana berbeda dengan daerah lain, di kota schuld town. Mereka masuk ke dalam rumah yang luas dan elegan, dengan furnitur yang mewah dan sentuhan seni yang menawan.
"Wow, rumahmu sangat indah, Leo," ucap Asuna, terpesona melihat interior rumah Leo.
Leo tersenyum bangga, "Terima kasih, Asuna. Ini adalah warisan keluargaku."
Saat mereka mengelilingi ruangan demi ruangan, Leo merasa lapar dan hanya ada bahan mentah di rumahnya,Leo mencoba memesan makanan online. Namun, Asuna merasa terinspirasi untuk mencoba memasak makanan sendiri.
"Kenapa kita tidak mencoba masak sendiri, Leo? Aku suka memasak dan ingin mencoba membuat makanan untuk kita," kata Asuna dengan antusiasme.
Leo terkejut, karena dia tidak terbiasa dengan seseorang yang ingin memasak untuknya. Namun, dia setuju dan mereka bersama-sama mengenakan apron dan mulai mempersiapkan bahan-bahan.
Asuna terlihat sangat bersemangat saat memotong sayuran dan mengaduk bumbu. Dia teringat saat Han, teman pertamanya yang mencoba memasak untuknya dulu.
Leo terpesona melihat Asuna yang begitu bersemangat dan terampil dalam memasak. Dia membantunya dengan beberapa tugas, tetapi lebih banyak memperhatikan Asuna yang beraksi di dapur. Mereka berbicara, tertawa, dan saling mengenal lebih dalam sambil memasak bersama.
Setelah beberapa lama, mereka berhasil menyajikan hidangan yang lezat dan menggoda di meja makan. Mereka duduk bersama dan menikmati hidangan yang mereka buat dengan penuh kebanggaan.
"Asuna, ini enak sekali!" ucap Leo sambil menyicipi makanan dengan senyum puas.
Asuna tersenyum bangga, "Terima kasih, Leo. Aku senang kamu suka."
Setelah makan malam, Leo dan Asuna duduk bersama di ruang keluarga rumah Leo yang megah. Suasana hangat terasa, tetapi Leo terlihat agak terdiam, seolah memiliki beban di hatinya.
Asuna menyadari perubahan suasana hati Leo dan bertanya dengan penuh perhatian, "Apa yang ada di pikiranmu, Leo? Kamu terlihat agak terdiam."
Leo menarik napas dalam-dalam dan menggenggam gelas minumannya erat-erat. "Sejujurnya, Asuna, aku jarang benar-benar berinteraksi dengan orang tuaku. Ayahku sangat sibuk dengan bisnisnya dan sering bepergian, dan ibuku juga terlibat dalam banyak kegiatan sosial. Aku merasa kadang-kadang hanya hidup dengan uang mereka, bukan hubungan yang nyata."
Asuna merasa simpati terhadap Leo. Dia bisa merasakan kehampaan yang mungkin dirasakan oleh Leo dalam hubungan keluarganya.
Leo melanjutkan, "Keluargaku memiliki banyak harta dan kemewahan, tetapi terkadang aku merasa kehilangan arti sesungguhnya dari hubungan keluarga. Aku merasa seperti uang dan materi yang menjadi fokus utama dalam keluargaku, bukan hubungan emosional yang seharusnya."
Asuna menggenggam tangan Leo dengan penuh dukungan, "Aku mengerti, Leo. Keluarga bukan hanya tentang harta dan kemewahan, tetapi juga tentang cinta, perhatian, dan hubungan emosional yang mendalam. Mungkin kamu bisa mencoba berbicara terbuka dengan orang tuamu tentang perasaanmu."
Leo mengangguk, "Aku akan mencoba, Asuna. Terima kasih sudah mendengarkan."
Asuna tersenyum, "Tidak masalah, Leo. Aku selalu di sini untukmu, sebagai temanmu."
Leo tersenyum pahit, "Aku sangat berterima kasih memiliki teman seperti kamu, Asuna. Kamu membuatku merasa diterima dan dihargai apa adanya."
Mereka duduk bersama dalam keheningan yang nyaman, saling memberikan dukungan satu sama lain. Leo merasa lega setelah berbicara tentang perasaannya kepada Asuna, dan merasa beruntung memiliki seseorang yang mendengarkan dan mengerti. Asuna juga merasa senang bisa membantu Leo dalam menghadapi perasaannya terhadap keluarganya. Mereka menjadi semakin dekat dan saling memahami satu sama lain dalam momen curhat ini.
Setelah menghabiskan waktu bersama di rumah Leo, menjalani percakapan yang dalam, Leo memutuskan untuk mengantarkan Asuna pulang. Mereka berjalan bersama keluar dari rumah Leo, dan Leo menghentikan mobilnya di depan pintu rumah Asuna.
Leo turun dari mobil dan membuka pintu untuk Asuna, sambil tersenyum. "Inilah rumahmu, Asuna. Terima kasih sudah menghabiskan waktu bersamaku hari ini."
Asuna tersenyum balik, "Terima kasih telah mengajakku, Leo. Aku benar-benar menikmati waktu yang kita habiskan bersama."
Leo melirik jam di pergelangan tangannya, "Waktunya sudah larut malam. Aku harap kamu bisa sampai di rumah dengan aman."
Asuna mengangguk, "Tentu, aku akan baik-baik saja. Terima kasih sudah mengantarku pulang."
Leo menawarkan tangannya untuk berjabat, dan Asuna meraihnya dengan hangat. Mereka saling berjabat dan saling tersenyum.
Leo berkata, "Hingga jumpa lagi, Asuna. Semoga kita bisa menghabiskan waktu bersama lagi suatu saat nanti."
Asuna mengangguk, "Tentu, Leo. Sampai jumpa lagi."
Leo berjalan kembali ke mobilnya dan melambaikan tangan pada Asuna saat mobilnya meninggalkan halaman rumah Asuna. Asuna tersenyum melihat Leo pergi, merasa bersyukur telah menghabiskan waktu yang berarti bersama teman barunya.
Asuna masuk ke rumahnya dengan senyum di wajahnya, merenungkan semua pengalaman yang dialaminya hari ini. Meskipun masih memikirkan Rina dan Han, dia merasa diberdayakan oleh persahabatan yang baru ditemukan dengan Leo. Dia tahu bahwa mereka bisa saling menghibur dan mendukung satu sama lain dalam menghadapi perasaan mereka masing-masing. Asuna merasa beruntung memiliki teman-teman seperti Leo dan berharap untuk lebih banyak petualangan bersama mereka di masa depan.