
Setelah meninggalkan rumah Asuna, saat mereka berjalan, Rina menanyakan kepada Han dan Kenji kemana mereka pulang. Han menjawab bahwa dia akan pulang ke kosan tempat dia tinggal, sedangkan Kenji mengatakan bahwa dia tinggal di ruko warnetnya. Rina kaget mendengar bahwa Kenji tinggal di warnet miliknya.
"Wah, seriusan kamu tinggal di dalam warnet?" tanya Rina.
"Iya, aku juga merasa gak aneh juga tapi ya udah, biar dekat sama kerjaan dan bisa jaga warnet kapan aja," jawab Kenji sambil tersenyum.
"Aku nggak tahu kalau ada yang tinggal di dalam warnet, sepertinya seru ya," ujar Rina sambil tertawa.
Han dan Kenji juga ikut tertawa mendengar komentar Rina.
"Yah walaupun warnet, di warnetku ada kamar, nah di sana aku tidur kadang Han juga sering tidur di warnet dia kan kerja di warnetku," jawab Kenji.
Mereka berjalan santai sambil terus berbincang-bincang hingga akhirnya tiba di persimpangan jalan yang berbeda dan harus berpisah. Han dan Kenji melambaikan tangan kepada Rina sebelum akhirnya berjalan menuju arah yang berbeda untuk pulang ke tempat masing-masing.
"Tu...tunggu Rina, boleh aku minta nomor teleponmu?" tanya Kenji.
Rina terlihat agak kaget dengan permintaan Kenji, tapi dia memberikan nomor teleponnya dengan senang hati. "Boleh, tentu saja," jawab Rina sambil mengeluarkan ponselnya.
Kenji memasukkan nomor telepon Rina ke dalam ponselnya. "Terima kasih, Rina. Aku akan menghubungimu nanti," kata Kenji sambil tersenyum.
Rina tersenyum balik. "Baiklah, sampai jumpa lain waktu, Kenji. Hati-hati pulang ya."
Han dan Kenji melanjutkan perjalanan pulang sementara Rina berjalan ke arah rumahnya. Rina tersenyum sendiri saat mengingat momen-momen menyenangkan yang mereka alami bersama. Dia merasa senang telah bertemu dengan teman-teman baru dan berharap bisa bertemu lagi dengan mereka suatu saat nanti.
"Cieehhh... kayanya temenku ini bakal punya gebetan baru nih hahaha....kau naksir yah dengan Rina."ujar Han yang menggoda.
"Jangan sok tau deh, aku ini cuman ingin berteman apa nggak boleh...?," jawab Kenji.
Han tertawa mendengar jawaban Kenji, "Iya-iyaa, gak perlu malu-malu kok, aku juga bisa lihat dari tatapanmu tadi," kata Han sambil terus menertawakan Kenji. Namun Kenji hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
"Han, jangan dulu ya cerita ke siapa-siapa, biarkan aku sendiri yang akan mengatakannya pada Rina," ujar Kenji sambil meminta Han untuk tidak membocorkan rahasianya. "Tenang saja, aku gak akan bilang ke siapa-siapa kok. Tapi kalau kamu serius, kamu harus segera mengambil tindakan sebelum dia diambil orang," kata Han sambil memberikan saran pada Kenji.
Kenji hanya mengangguk dan tersenyum, "Iya, aku akan coba mengambil tindakan. Terima kasih, Han," ucapnya. Setelah itu, keduanya berpisah dan melanjutkan jalannya masing-masing. Han berjalan menuju kosannya, sementara Kenji menuju warnetnya untuk membuka usahanya.
Kenji sampai di depan warnetnya dan mengeluarkan kunci untuk membuka pintu. "Bro, mampir ke dalam dulu lah , kita ngopi dan ngerokok bareng yuk," tawar Kenji pada Han.
"Enggak ah, aku ingin pulang dulu ke kosanku. Nanti sore aku ke sini lagi ya," jawab Han sambil tersenyum.
"Oke deh, hati-hati di jalan ya bro," kata Kenji sambil mengangguk.
Han pun melanjutkan perjalanannya ke kosannya. dan langsung merapihkan kamar kosannya yang berantakan
setelah lama meninggalkan kosannya.
"Oyy Han kau datang lebih awal," tanya Kenji sambil menawarkan minuman dingin kepada Han.
"Yah seperti janjiku sebelumnya " jawab Han sambil menerima minuman yang ditawarkan.
Han kemudian memulai shift kerjanya dan menggantikan Kenji yang bekerja siang. Kenji meminta Han untuk memeriksa beberapa komputer yang bermasalah sambil memberikan beberapa saran teknis untuk mengatasi masalah tersebut.
"Yapp oke aku paham," ucap Han.
Selama bekerja, Han teringat tentang impian mereka untuk membuka usaha bersama dengan Asuna. Han juga bercerita pada Kenji tentang saran Asuna untuk menabung terlebih dahulu sebelum membuka usaha.
Kenji mendengarkan dengan serius dan kemudian memberikan saran kepada Han, "Saya rasa itu saran yang bagus, Han. Saya juga siap membantu dengan memberikan modal untuk kita memulai usaha tersebut lebih tepatnya aku akan menjadi investor mu"
"Wah, kau serius Kenji ?"ujar Han
"Serius lah, Aku akan membantumu.aku juga sangat terimakasih padamu karna warnetku maju karna bantuanmmu," jawab Kenji.
"Santai saja,kawan aku juga seneng bisa bekerja di sini, oke pokoknya setelah aku mempersiapkan dan menunggu tabungan sesuai target aku akan memulainya "ujar Han
Han merasa senang dan berterima kasih atas tawaran Kenji untuk membantu. Mereka kemudian membicarakan rencana bisnis yang akan dijalankan
Han duduk di depan komputer operator warnet, memperhatikan setiap sudut ruangan dan mengecek setiap perangkat yang ada. Ia menyalakan rokok dan menghembuskan asapnya pelan-pelan, sambil memperhatikan layar komputernya yang menampilkan beberapa game online yang sedang dimainkan oleh pelanggan warnet.
Walaupun Han sudah bekerja di warnet Kenji selama beberapa waktu, ia selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam menjaga warnet tersebut. Dia tidak hanya mengurus teknis dan perangkat di warnet, tapi juga berusaha memberikan kenyamanan dan pelayanan yang baik kepada pelanggan.
Beberapa pelanggan datang dan pergi selama Han bekerja di sana, ada yang hanya sekadar bermain game, ada juga yang bekerja atau belajar. Han selalu menyapa mereka dengan ramah dan membantu jika ada yang membutuhkan bantuan. Ia juga sering memberikan tips dan trik dalam bermain game kepada pelanggan.
Waktu terus berjalan, dan tiba-tiba matahari mulai terbit. Han merasa lega karena shift malamnya sudah selesai. Ia membersihkan ruangan warnet dan memastikan semuanya beres dan menyerahkan semua ke Kenji
sebelum pulang ke kosannya. Dia merasa lelah setelah semalaman bekerja di warnet, Saat sampai di kosannya, dia langsung mandi dan tidur dengan nyenyak.
Han bangun dan merasa lapar, lalu pergi ke warung makan untuk makan siang. Dia memesan nasi goreng dan teh hangat sebagai makan siangnya. Sambil menikmati makanannya, Han merenung tentang situasi hidupnya dan masa depannya. Dia merasa bersyukur memiliki teman seperti Asuna dan Kenji yang selalu mendukungnya dan menghiburnya di saat-saat sulit. Setelah selesai makan, Han membayar dan kembali ke kosannya untuk bersiap-siap pergi ke rumah Asuna.
Sebelum dia pergi ke rumah Asuna,Han mampir untuk membeli makanan seperti roti, coklat dan susu untuk Asuna dan Farhan , setelah belanja dari supermarket dia lanjut pergi jalan menuju rumah Asuna.
Han melangkah pelan-pelan menuju rumah Asuna sambil membawa tas belanjaan yang berisi roti, coklat, dan susu. Dia menikmati sepoi-sepoi angin yang berhembus pelan dan melihat sekelilingnya yang penuh dengan gedung-gedung tinggi.
Di tengah perjalanan, Han berpapasan dengan beberapa orang yang sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Ada seorang pria yang membawa koper besar, seorang wanita yang sedang sibuk menenteng tas belanjaan, dan sekelompok anak kecil yang sedang pergi ke sekolah di tepi jalan.
Han merasa senang bisa berjalan-jalan di lingkungan yang berbeda dari warnet Kenji yang biasa menjadi tempat kerjanya. Dia juga berharap bisa memberikan kebahagiaan dengan membawa makanan kesukaan Asuna dan Farhan. Setelah beberapa saat berjalan, Han akhirnya tiba di depan rumah Asuna dan mengetuk pintu.