Decent Place

Decent Place
Hujan Di Malam Hari



Mereka duduk di kursi MRT dengan perasaan yang bercampur aduk karna mereka baru saja mengalami hal yang tidak menyenangkan,dan menunggu beberapa menit untuk tiba di stasiun selanjutnya,Saat MRT tiba di stasiun tujuan, Farhan yang sedari tadi terus menguap akhirnya tertidur dengan pulas di bangku. Han yang melihat adik Asuna itu tertidur lelap, lalu menggendong Farhan ke luar MRT.


"Sudah tidur ya dia, aku yang bawa saja ya," ucap Han.


Asuna hanya mengangguk dan menunjukkan ke arah keluar stasiun. Rina dan Kenji tertawa kecil saat melihat Han yang menggendong Farhan dengan penuh kelembutan.


"Lucu sekali, kalian benar-benar cocok," kata Rina sambil menggoda Asuna dan Han.


Asuna dan Han hanya tersenyum, membiarkan Rina dan Kenji menggoda mereka. Mereka terus berjalan menuju rumah Asuna dengan Han yang masih menggendong Farhan.


Sesampainya di rumah, Han menaruh Farhan di sofa. Asuna dan Han duduk di ruang tamu, sementara Rina dan Kenji duduk di dekat jendela.


"Terima kasih sudah mengajak kami ke pasar malam tadi malam," ucap Rina sambil tersenyum.


"Iya, aku juga senang bisa jalan-jalan bersama kalian," ucap Han.


"Kalian berdua memang cocok sekali, seperti pasangan yang sudah lama bersama," kata Kenji dengan tersenyum lebar.


Asuna hanya tertawa kecil, merasa malu dengan kata-kata Kenji. Han juga hanya tersenyum sambil menggaruk kepala.


Malam itu mereka terus bercerita dan tertawa bersama, menikmati kebersamaan mereka. Meskipun ada sedikit insiden dengan polisi korup, namun malam itu tetap menjadi kenangan indah bagi mereka. Setelah itu, mereka pun pulang masing-masing dengan perasaan bahagia dan puas.


Mereka tiba di rumah Asuna, terlihat Farhan tertidur di sofa dan Ayah Asuna masih belum pulang. Mereka duduk bersama di ruang keluarga dan mulai berbincang-bincang tentang pengalaman mereka di pasar malam tadi.


"Kalian ingat saat Rina naik bianglala tadi? Dia ketakutan banget ya," kata Asuna sambil tertawa.


"Ah iya, lucu banget sih Rina. Tapi gak nyangka kalau ternyata dia pengin ngompol juga ya," ujar Kenji ikut-ikutan tertawa.


Rina merasa malu dan mencoba membela diri, "Eh, jangan dibocorin rahasianya dong. aku jadi maluu...ih," ujarnya sambil tersipu malu.


"hahaha, ada-ada aja seharusnya tadi kita,tidak memaksanya bagaimana kalau Rina beneran ngompol hahahah," ujar Han.


Asuna tersenyum dan menjawab, "Iya sih, tapi kan lucu juga melihat Rina ketakutan. Siapa tahu dia bisa menikmati sensasi baru kalau dipaksa sedikit."


Rina kembali merasa malu dan mencoba mengalihkan pembicaraan, "Eh tapi tadi pas kita naik MRT, Farhan tidur-tiduran di situ kayak gini juga lucu banget lho," ujarnya sambil menunjuk Farhan yang masih tertidur di sofa.


Han lalu bangkit dan menggendong Farhan, "Ya udah deh, Farhan dibawa tidur di kamarnya aja," ujarnya sambil membawa Farhan ke kamar.


Sementara itu, Rina dan Kenji tampak semakin dekat. Mereka saling bercanda dan tertawa, sementara Asuna dan Han hanya tersenyum melihat mereka berdua.


Setelah tertawa-tawa, suasana menjadi agak hening sejenak. Rina kemudian menoleh ke arah Han dan bertanya, "Eh, Han. Bagaimana kau bisa kenal dengan Asuna?"


Han tersenyum dan menjawab, "Dulu aku kerja di warnet tempat Asuna sering main game. Suatu hari aku lihat dia kesulitan main game, jadi aku bantu dia."


Asuna tersenyum dan menambahkan, "Iya, waktu itu aku masih newbie dalam game itu. Han yang mengajari aku dan akhirnya aku bisa main game itu dengan lancar."


Kenji yang mendengar cerita itu tertawa dan berkata, "Kalian berdua cocok ya, kayaknya jodoh."


Han dan Asuna saling pandang, dan Han menjawab, "Aku tertarik karena dia lucu dan Asuna orangnya tangguh dan tidak mudah menyerah."


Asuna tersipu malu dan membalas, "Aku suka Han karena dia selalu peduli dan membantu orang lain terus kita makin akrab deh."


Mereka semua tersenyum dan merasa hangat di hati. Rina dan Kenji lalu berkata bahwa mereka harus sering-sering berkumpul seperti ini. Akhirnya, malam itu pun berakhir dengan kebahagiaan dan tawa yang tak terlupakan.


Han, Rina, dan Kenji ingin pamit pulang, namun tiba-tiba hujan turun deras. Mereka pun memutuskan untuk menunda pulang dan menunggu hujan reda di rumah Asuna. Mereka duduk-duduk di ruang tamu sambil menikmati segelas teh yang disajikan oleh Asuna.


"Terima kasih ya, Asuna. Kamu sangat baik hati telah menyambut kami di rumahmu," ujar Rina sambil tersenyum.


"Tidak apa-apa, Rina. Aku senang bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama kalian," jawab Asuna ramah.


Sambil menikmati segelas teh, mereka semua merasakan kehangatan persahabatan yang terjalin di antara mereka. Hujan yang turun di luar tak lagi menjadi masalah karena mereka merasa nyaman dan bahagia berada di rumah Asuna.


"Kasihan deh kalian, tadi kan udah mau pulang. Eh sekarang malah hujan," ucap Asuna sambil menyuguhkan minuman hangat untuk mereka.


"Ya, mau gimana lagi. Cuaca tidak bisa kita kendalikan," ucap Han.


"Aku gak keberatan nih kalau kalian harus numpang tidur di sini sampai besok," tambah Asuna sambil tersenyum.


"Bagaimana denganmu, Kenji?" tanya Han.


"Aku juga gak keberatan. Lagipula aku udah bosen tidur di warnet," jawab Kenji sambil tertawa.


Mereka pun melanjutkan perbincangan mereka dengan berbagai topik yang menarik. Hujan yang semakin deras di luar membuat suasana semakin cozy di dalam rumah Asuna.


Setelah terpaksa harus menunda pulang karena hujan, Han, Rina, dan Kenji memutuskan untuk menghabiskan malam di rumah Asuna. Setelah makan malam dan bercerita-cerita, Asuna mengusulkan untuk menonton film horor sebagai hiburan malam itu.


"Bagaimana kalau kita nonton film horor saja untuk mengusir bosan?" tanya Asuna.


"Wah, bagus ide-nya," sahut Rina dengan antusiasme.


"Sepertinya seru juga, kita bisa nonton sambil makan cemilan," sambung Han.


"Boleh juga sih, aku dan Han akan tidur di sini saja" ujar Kenji.


"Yah benar, sekarang kita menonton bersama-sama , biar seru," usul Asuna.


Akhirnya mereka semua setuju untuk menonton film horor dan bermalam di rumah Asuna. Setelah menyiapkan cemilan dan memilih film yang akan ditonton, mereka pun mulai menikmati film tersebut. Tidak sedikit adegan yang membuat mereka merinding dan teriak-teriak.


Setelah film selesai, mereka akhirnya tertidur di ruang tamu. Asuna dan Rina tidur di kamar Asuna sedangkan Han, Kenji, dan Farhan tidur di ruang tamu. akhirnya mereka semua bisa tertidur dengan nyenyak.


Rina terbangun lebih awal dan melihat bahwa semua temannya masih tertidur di ruang tamu. Ia merasa kasihan jika mereka terlambat untuk urusan-urusan mereka, maka ia memutuskan untuk membangunkan mereka.


"Kalian semua, sudah pagi nih. Ayo cepat-cepat bangun, kita harus segera pulang," kata Rina sambil mengguncangkan tubuh teman-temannya yang masih tertidur.


Asuna dan teman-temannya yang terbangun dari tidur, merasa kaget dan bingung dengan keadaan sekitar. Mereka baru menyadari bahwa mereka tidur semalaman di ruang tamu Asuna.


"Oh iya, aku hampir lupa kalau kita tidur di sini semalam," kata Han yang masih terlentang di sofa.


Mereka lalu cepat-cepat bersiap-siap untuk pulang, membersihkan sisa-sisa makanan dan minuman yang mereka konsumsi semalam. Setelah semuanya sudah rapi, mereka meninggalkan rumah Asuna, dan Han, Rina, dan Kenji mengucapkan terima kasih pada Asuna dan Farhan atas keramahannya. Mereka memutuskan untuk pulang karena sudah ada urusan yang harus diselesaikan.


"Terima kasih banyak ya, Asuna, Farhan. Kalian benar-benar menyenangkan. Kita harus mengulanginya lain waktu," ujar Han.


"Benar, maaf kami merepotkanmu tadi malam. Aku juga harus segera pulang," tambah Rina.


"Sama-sama, kalian datang kapan saja," jawab Asuna.


"Jangan lupa untuk tetap berhati-hati di jalan, ya," kata Farhan.


Setelah saling berjabat tangan dan mengucapkan selamat tinggal, Han, Rina, dan Kenji berjalan untuk pulang ke rumah masing-masing. Asuna dan Farhan melambaikan tangan pada mereka sampai mereka menghilang di belokan jalan.


"Aku senang hari ini," ucap Asuna kepada Farhan.


"Aku juga. Kita harus mengulanginya lain waktu," jawab Farhan.


Mereka berdua kemudian kembali ke dalam rumah dan melanjutkan kegiatan mereka masing-masing, sambil tersenyum dan mengenang hari yang menyenangkan bersama teman-teman mereka.