
Asuna dan Rina kembali ke kelas dan bersiap untuk belajar. Mereka duduk di bangku masing-masing dan menunggu guru memulai pelajaran. Namun, suasana berubah saat guru memberitahu seluruh siswa berkumpul di lapangan. Siswa keluar dari kelas dengan wajah penasaran dan bergabung dengan siswa lain di lapangan. Kepala sekolah dan beberapa guru tampak menunggu di panggung kecil di tengah lapangan.
Asuna dan Rina saling bertatapan, tidak yakin apa yang terjadi. Mereka bergabung dengan teman sekelasnya di salah satu sudut lapangan. Kepala sekolah mengambil mikrofon dan memulai pidato. Dia menjelaskan tentang penyerangan kemarin dan rasa keprihatinannya terhadap siswa yang terluka. Dia menekankan pentingnya keamanan dan keselamatan di sekolah.
Asuna dan Rina mendengarkan dengan serius dan merasa sedih dan marah atas kejadian tersebut. Namun, mereka merasa bersyukur bahwa kepala sekolah dan guru-guru sedang mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan di sekolah. Kepala sekolah mengumumkan pihak sekolah memperketat pengawasan dan bekerja sama dengan kepolisian setempat serta meminta siswa untuk saling menjaga dan melaporkan jika ada tindakan mencurigakan atau ancaman keamanan.
Asuna dan Rina merasa lega mendengar langkah-langkah tersebut. Meskipun penyerangan itu mengganggu, mereka menyadari pentingnya solidaritas dan kerjasama dalam menjaga keamanan sekolah. Kepala sekolah menanyakan apakah ada siswa yang memiliki informasi atau mencurigai siswa yang terlibat atau memiliki masalah dengan kelompok gangster tersebut.
Sebagian siswa memandang satu sama lain, menggugah kecurigaan mereka terhadap kelompok siswa yang sering mengganggu mereka. Rumor tentang keberadaan gangster motor sudah tersebar di antara siswa, dan beberapa merasa terganggu oleh kelompok itu, termasuk pengalaman yang dialami Asuna. Namun, ketika Kepala sekolah menanyakan secara langsung, tidak ada siswa yang bersuara atau mengaku terlibat dalam masalah dengan gangster tersebut.
Asuna merasa kecewa, karena dia tahu bahwa beberapa siswa sebenarnya memiliki kecurigaan. Namun, mereka mungkin takut atau tidak siap untuk menghadapi konsekuensi jika mengungkapkan informasi tersebut. Kepala sekolah mengingatkan siswa untuk tetap waspada dan melaporkan jika ada tindakan mencurigakan atau ancaman keamanan di sekolah.
Asuna dan Rina saling bertatapan dan merasa sedikit frustasi karena harapan mereka untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas tidak terpenuhi. Namun, mereka juga memahami bahwa keamanan dan keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Setelah pertanyaan dari Kepala sekolah, para siswa kembali ke kelas dan merasa tegang.
Rina bertanya pada Asuna tentang kelompok siswa tersebut. Asuna mengatakan bahwa ada rumor tentang kelompok tersebut terlibat dalam kelompok gangster motor dan beberapa siswa merasa terganggu oleh mereka. Keduanya sepakat untuk tetap waspada dan saling berbagi informasi jika ada hal yang perlu diketahui.
Dalam beberapa hari berikutnya, Asuna dan Rina berusaha menjalin hubungan yang lebih baik dengan siswa lainnya, termasuk Cindy. Mereka berharap dengan kebersamaan dan saling percaya, mereka bisa mengatasi masalah dan menjaga keamanan sekolah dengan lebih baik. Kejadian penyerangan kemarin meninggalkan bekas di hati mereka berdua. Namun, mereka bertekad untuk tidak membiarkan ketakutan dan kecurigaan menguasai mereka dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan damai untuk semua siswa.
Asuna menghela nafas berat. "Rina, aku benar-benar khawatir dengan situasi di kota ini. Gangster semakin banyak, dan polisi seringkali terlihat lambat dalam menangani masalah. Masyarakat merasa tidak aman."
Rina mengangguk, ekspresi keprihatinan terpancar di wajahnya. "Aku setuju, Asuna. Ini masalah serius. Kriminalitas yang tinggi dan ketidakresponsifan polisi membuat kita merasa terjebak dalam lingkungan yang tidak aman."
Asuna melanjutkan, "Apa yang sebenarnya terjadi dengan kota ini? Mengapa polisi tidak efektif dalam menangani masalah keamanan? Apakah ada korupsi di baliknya?"
Rina menjawab dengan suara serius, "Kita tidak tahu pasti apa yang terjadi di balik layar. Namun, rumor tentang korupsi di pemerintahan dan kelemahan sistem penegakan hukum telah menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Kita harus berhati-hati dan tetap waspada."
Asuna merasa frustrasi. Dia ingin hidup dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Namun, kenyataannya adalah mereka harus menghadapi tantangan dan ketidakpastian setiap harinya.
"Kita harus mencari cara untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat kita, Rina. Mungkin kita bisa mempelajari teknik bela diri atau mencari bantuan dari komunitas yang berfokus pada keamanan," ujar Asuna dengan tekad.
Rina setuju, "Kita harus empati dan mendukung satu sama lain. Jangan ragu untuk melaporkan kejadian yang mencurigakan kepada pihak berwenang. Kita harus berjuang bersama untuk menciptakan perubahan yang positif."
Dalam kesendirian mereka, Asuna dan Rina berjanji untuk tetap waspada, saling mendukung, dan mencari solusi yang dapat membantu meningkatkan keamanan di kota ini. Meskipun situasinya sulit, mereka tidak ingin kehilangan harapan.