Decent Place

Decent Place
Teguran Dari Sekolah



Asuna, dan Josh pulang dari sekolah setelah dihukum oleh kepala sekolah dengan skorsing selama 2 minggu mereka pergi keluar sekolah di susul Rina yang dari tadi menunggu di luar Ruang kepala sekolah.


Asuna, Rina, dan Josh pulang dari sekolah setelah dihukum oleh kepala sekolah dengan skorsing selama 2 minggu. Mereka pergi keluar sekolah bersama-sama.


"Asuna, bagaimana apakah semuanya baik-baik saja?,"ucap Rina.


"Menurutku ini buruk, aku dan Josh di skorsing 2 Minggu dan itu tidak bisa dinegosiasi. Awalnya kita akan dikeluarkan karena kasus ciuman," jawab Asuna.


"Gila! Gara-gara mahluk sialan itu? Sekarang kita malah dihukum dan mereka hanya dikenakan sanksi sosial saja," kata Josh sambil menendang batu di jalan.


"Sudahlah, Josh. Ini sudah terjadi dan yang terpenting kita tidak diusir dari sekolah dan kalian baik-baik saja," kata Asuna khawatir.


"Aku benar-benar menyesal atas tindakanku, Asuna. Aku tidak bermaksud membuatmu terlibat dalam masalah ini," kata Josh dengan menyesal.


"Tidak apa-apa, Josh. Aku mengerti situasinya. Yang terpenting sekarang adalah kita bisa kembali ke sekolah dan hidup normal lagi setelah 2 minggu," kata Asuna mencoba menenangkan Josh.


Setelah itu, mereka berpisah dan Josh pergi pulang duluan dengan motor, sedangkan Asuna dan Rina pergi pulang ke rumah masing-masing.


Asuna dan Rina berjalan pulang bersama, dan Rina terus bertanya tentang Han.


"Kamu tahu, Asuna, aku masih penasaran dengan Han. Siapa dia sebenarnya dan bagaimana kabarnya sekarang? Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku mendengar kabarnya," ujar Rina.


Asuna menghela nafas. "Aku juga tidak terlalu tahu kabarnya. Terakhir kali aku tahu, dia di keroyok anggota gangster hingga harus dirawat di rumah sakit. Tapi itu sudah beberapa bulan yang lalu."


"Ah, begitu ya apa yang terjadi hingga begitu. Semoga dia sudah pulih dan kembali seperti biasa," kata Rina dengan harap-harap cemas.


Asuna mengangguk setuju. "Aku juga berharap begitu. Han adalah teman yang baik, dan aku merindukannya juga. Aku akan mencoba mencari tahu kabarnya nanti."


"kali-kali pertemuan aku lagi dengannya kayanya kalian seperti yang dekat"ucap Rina.


"Boleh aja, mungkin aku akan ajak kamu bila ada kesempatan"jawab Asuna


Rina tersenyum. "Terima kasih, Asuna. Kamu memang teman yang baik."


Kemudian Asuna dan Rina berpisah dan pulang ke rumah masing-masing. Asuna terus memikirkan Han dan berjanji untuk mencari tahu kabarnya secepatnya.


"daah see youuu..."sapa Rina.


"Ya, see you Rin."jawab Asuna.


Asuna masuk ke rumahnya dengan perasaan sedih dan gelisah setelah menerima skorsing dari sekolah. Dia langsung menuju kamarnya dan duduk di ranjang, memikirkan nasibnya selama dua minggu ke depan. Hatinya sangat terpukul karena dia tidak pernah terlibat dalam masalah seperti ini sebelumnya. Asuna berusaha mengalihkan pikirannya dengan membaca buku, tapi tidak bisa berkonsentrasi. Dia hanya bisa terus berpikir tentang masa depannya di sekolah dan bagaimana dia akan menjalani dua minggu ke depan tanpa bertemu teman-temannya


Esoknya Asuna yang sedang melewati hari pertama skorsing dari sekolah lalu tanpa di duga ayahnya yang sudah lama palang karna bekerja, akhirnya datang dan membuka pintu rumah


Ayah Asuna memasuki rumah dengan langkah berat dan suara keras menutup pintu. "Asuna, kenapa kamu tidak pergi sekolah hari ini?" tanyanya dengan nada tegas.


Asuna mengangkat kepalanya dari buku yang sedang dibacanya di kamarnya, lalu menatap ayahnya dengan pandangan kosong. "Aku di skorsing selama 2 minggu, Ayah," jawabnya singkat.


"Apa?! Kenapa kamu bisa sampai di skorsing? Apa yang kamu lakukan?" tanya ayahnya semakin marah.


Asuna menelan ludahnya, merasa kesal dengan situasinya saat ini. "Tidak apa-apa, Ayah. Itu hanya masalah kecil," jawabnya mencoba menenangkan ayahnya.


"Tidak apa-apa? Ini bukan hal yang kecil, Asuna! Kamu harus bertanggung jawab atas tindakanmu!" bentak ayahnya semakin keras.


Asuna merasa semakin tertekan dan menundukkan kepalanya. Dia merasa kesal dengan dirinya sendiri karena telah membuat ayahnya marah lagi. Dia hanya berharap semuanya bisa segera berakhir dan hidupnya bisa kembali normal seperti sedia kala


Ayah Asuna tampak terkejut dan kesal. "Kamu tidak boleh melakukan hal-hal semacam itu, Asuna. Kamu harus menjaga diri kamu sendiri dan tidak membuat keputusan yang bodoh seperti itu," katanya dengan nada tegas.


Asuna merasa bersalah dan menyesal atas kesalahanya walaupun itu salah paham. Dia tahu bahwa ayahnya benar dan dia harus bertanggung jawab atas tindakannya. Dia berjanji untuk lebih berhati-hati dan memperbaiki perilakunya di masa depan.


Selama masa skor, dan Asuna menjalani masa skorsingnya dengan membaca buku dan belajar untuk ujian yang akan datang. Dia juga menghabiskan waktu di rumah dan dia bermain dengan Rina setelah Rina pulang sekolah.


Besoknya Asuna menyelesaikan mandinya dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Setelah itu, dia mengambil ponselnya dan menelpon Han. Dia ingin bertemu dengan Han di Decent Place, sebuah gedung tua yang menjadi tempat pelarian mereka di kota yang keras ini. Asuna merasa gelisah dan ingin berbicara langsung dengan Han mengenai kejadian terbaru yang menimpa Han.


"Han, kamu bisa ketemu aku di Decent Place sekarang?" kata Asuna lewat telepon dengan suara cemas.


Di seberang sana, Han menjawab dengan suara serak, "Baik, aku akan segera datang." Han terdengar terengah-engah, kemungkinan akibat serangan gangster beberapa hari yang lalu masih terasa efeknya.


Asuna merasa khawatir, tetapi dia bersikeras untuk bertemu dengan Han. Dia tahu bahwa Decent Place adalah satu-satunya tempat di kota ini yang mereka bisa merasa aman. Setelah menutup telepon, Asuna segera berpakaian dan bergegas keluar dari rumahnya menuju Decent Place.


Ketika sampai di sana, Asuna melihat Han sudah menunggunya di pintu masuk gedung tua itu. Wajahnya pucat dan ada bekas luka di pipinya. Asuna merasa sedih dan marah pada para gangster yang berani menyakiti Han.


"Han, apa yang terjadi padamu?" tanya Asuna khawatir sambil menggenggam tangan Han.


Han tersenyum kecil, "Aku baik-baik saja, Asuna. Terima kasih telah merawatku di rumah sakit dan membantuku pulih."


Asuna menggelengkan kepala, "Tidak perlu berterima kasih. Kamu sahabatku dan aku akan selalu melindungimu."


Han tersenyum lebih lebar mendengar kata-kata Asuna. Mereka sudah bersahabat sejak kecil dan saling menjaga satu sama lain. Decent Place adalah tempat yang memberikan mereka kedamaian dan tempat mereka bisa merencanakan masa depan mereka.


Asuna dan Han masuk ke dalam Decent Place dan dan naik ke naik ke lantai atas dan duduk di salah satu ruangan kosong. Mereka bercerita tentang apa yang terjadi selama beberapa hari terakhir.


"Oh yah kok tumben kamu ajak aku ke Decent Place pagi-pagi seperti ini, ini kan bukan hari libur, kamu tidak sekolah ? Tanya Han.


"Banyak hal yang terjadi di sekolah, sumua masalah makin membesar, aku di skor selama 2 minggu"jawab Han.


Han terkejut atas jawaban Asuna" kenapa Asuna apa yang terjadi.sampai kau di skor begitu? " tanya Han yang penasaran.


"Cindy yang sebelumnya menyimpan rahasia aku dan Josh membocorkan rahasia itu ke semua orang saat dia marah kepadaku padahal aku dan Josh sudah melakukan apa yang dia mau agar menjaga rahasia itu" jawab Asuna.


Han yang masih kaget"huhh? ".


"itu membuat Josh marah dan melabrak Cindy dan ternyata Cindy di bayar Leo untuk melakukan ancaman padaku dan Josh, setelah tau itu Josh langsung menemui Leo, dan mereka bertengkar hingga kita di bawa ruang kepala sekolah dan di sana kita di skor selama 2 Minggu" jawab Asuna yang menatap ke bawah.


"Oh Asuna sejak aku mengenalmu aku selalu mendengar masalahmu yang begitu banyak, entah antar keluarga bahkan pertemanan sebenarnya kau ini kenapa Asuna" ucap Han.


"Aku tidak tahu Han , seolah-olah dunia seperti tempat yang tidak layak bagiku untuk hidup,"jawab Asuna.


"ku yakin walaupun begitu, semoga kau menjadi wanita yang tangguh dan kuat Asuna aku ingin kau bahagia, dan Yang kuinginkan nanti juga kita bahagia bersama."jawab Han yang mengelus punggung Asuna.


Asuna salah tingkah atas pujian Han "Ehh maksudnya apa, biasanya kata-kata itu di gunakan untuk sepasang kekasih",ujar Asuna yang tersenyum sedikit.


"Sudahlah Asuna seperti sebelumnya aku akan selalu berusaha di sampingmu, bahagia maupun sedih," ujar Han yang menatap ke Asuna.


"kau selalu membuat lebih baik Han"puji Asuna.


Mereka pun menghabiskan waktu di Decent Place setelah lama mereka tak kesana karna beberapa kejadian yang menimpa mereka.