
Besoknya Asuna yang sudah lama tidak bertemu Han dan tidak ke Decent Place, akhirnya dia pergi sendirian ke sana, Asuna berjalan sendirian menuju Decent Place, rasa gugup dan cemas terus menghantui pikirannya. Ia tidak pernah pergi kesana sendirian sebelumnya. Namun, rasa ingin bertemu dengan Han membuatnya tetap melangkah maju.
Sesampainya di Decent Place, Asuna merasa sedikit canggung karena sudah lama tidak datang ke tempat itu dan juga karena ia datang sendirian. Namun, ia mengumpulkan keberanian untuk masuk dan mencari Han. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya Asuna melihat Han sedang duduk sendirian di sudut ruangan.
"Asuna, kau di sini?" Han terkejut melihat Asuna datang sendirian.
"Iya, aku datang sendirian, syukurlah kau di sini Han." jawab Asuna dengan sedikit gugup.
Han tersenyum dan mengajak Asuna duduk di dekatnya. Mereka berbincang-bincang dan mengobrol seperti biasa, tetapi ada sedikit ketegangan dalam suasana karena sudah lama mereka tidak bertemu.
"Sudah lama sekali kita tidak bertemu, ya," ujar Han.
"Iya, maaf aku jarang datang ke sini," kata Asuna sambil merasa bersalah.
"Tidak apa-apa. Aku mengerti kau sedang memiliki masalah dengan Ayahmu," kata Han dengan penuh pengertian.
Asuna merasa lega mendengar kata-kata Han, tapi di saat yang sama, ia juga merasa sedikit menyesal karena sudah mengabaikan Han selama ini.
"Maafkan aku, Han. Aku merasa bersalah karena jarang menghubungimu," ucap Asuna dengan sedikit menundukkan kepala.
Han tersenyum dan mengangkat dagu Asuna agar ia menatapnya. "Tidak perlu meminta maaf, Asuna. Aku mengerti situasimu. Kau tahu kan aku selalu di sini untukmu," ucap Han dengan tulus.
Asuna merasa hangat di hatinya mendengar kata-kata Han. Mereka melanjutkan obrolan mereka hingga waktu sudah cukup malam dan akhirnya mereka berbicara dengan perasaan yang lega dan bahagia.
"Heii wajahmu berjerawat, oh aku tahu pasti kau merindukanku yah ?," ujar Han dengan menggoda.
Han merasa senang melihat Asuna tersenyum dan kemudian bertanya apa yang membuatnya datang ke Decent Place sendirian. Asuna menjawab bahwa dia hanya ingin menghirup udara segar dan merasakan suasana yang berbeda dari rumahnya setelah hampir 1 minggu.
Keduanya terdiam sejenak, hingga akhirnya Han bertanya apakah Asuna masih marah dengannya. Asuna menggeleng dan mengatakan bahwa dia tidak marah sama sekali, karena dia terpaksa menjauhi Han karna ayahnya dan dia harus fokus merawat adiknya.
Han kemudian bertanya apakah Asuna masih memikirkan ayahnya, dan Asuna mengangguk sedih. Han memberikan sedikit dukungan dan mengatakan bahwa dia harus berusaha untuk mengatasi rasa sedihnya dan terus berjuang.
Kemudian, Han menawarkan untuk mengajak Asuna ke atas gedung, dan Asuna menerima tawarannya dengan senang hati. Mereka pergi ke atas hanya sekedar menikmati matahari terbenam di sore hari.
Han mulai mengungkapkan perasaannya kepada Asuna bahwa sejak dia pertama kali tidur di Decent Place, ia mulai merasakan ketenangan dan kebebasan tidur sendirian. Awalnya, Han merasa kesepian dan takut, tetapi seiring waktu dia mulai merasa nyaman dan terbiasa dengan keadaan tersebut. Dia merasa bahwa kebebasan yang dia rasakan di sana membuatnya merasa lebih dewasa dan mandiri.
Namun, Han juga mengungkapkan bahwa kadang-kadang dia merasa kesepian dan merindukan seseorang untuk diajak bercengkerama. Meskipun begitu, Han mengatakan bahwa dia akan terus berusaha untuk memperbaiki dirinya sendiri dan menemukan kebahagiaan dalam kesendirian.
Asuna merasa sedih mendengar cerita Han tentang kesendirian di Decent Place, karena sebenarnya dia selalu ingin ada di samping Han. Tapi dia takut ayahnya akan marah jika mengetahui ia bersama seorang pria di luar rumah. Dia merasa terjebak dalam keadaan yang sulit, karena sangat mencintai Han tapi juga takut akan reaksi ayahnya.
Namun, Asuna merasa bahwa dia harus berani mengambil risiko dan menghadapi ketakutannya. Dia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya pada Han, karena tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bersama dengan orang yang dicintainya.
"Han, sebenarnya aku selalu ingin ada di sampingmu. Tapi aku takut dengan ayahku, aku takut dia akan marah jika mengetahui aku bersama denganmu di luar rumah," kata Asuna dengan suara yang lembut.
Han menatap Asuna dengan lembut, "Aku mengerti perasaanmu, tapi jangan khawatir. Kita akan mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini bersama-sama. Aku selalu ada untukmu."
Mendengar kata-kata Han, hati Asuna terasa sangat hangat. Dia merasa beruntung memiliki seseorang seperti Han di sisinya. Mereka berpelukan dan Asuna merasa dunianya menjadi sempurna