Decent Place

Decent Place
Keindahan di dalam keburukan



Malam hari setelah Asuna mengompres adiknya, Asuna dan Han berbicara melalui telepon larut malam, Asuna bercerita tentang buku yang baru saja dibelinya dan tempat yang dijelaskan di dalamnya yang indah dan tenang. Han terdiam sejenak, kemudian mengajak Asuna ke Decent Place sebelum matahari terbit. Asuna bingung atas Ajakan Han yang terbilang aneh, karna mengajaknya ke Decent Place pagi-pagi.


Sesaat setelah telepon berakhir, Asuna merasa sedikit gugup dan merenungkan pilihan yang baru saja ia buat. Dia merasa senang untuk keluar dan menemukan sesuatu yang baru, tetapi juga khawatir akan keselamatan dan kenyamanannya. Namun, dia percaya pada Han dan memutuskan untuk pergi bersamanya ke Decent Place


Asuna: "Baiklah, terima kasih banyak Han. Aku akan tidur lebih awal malam ini, agar besok bisa bangun lebih awal dan siap-siap ketika kau menjemputku."


Han: "Baiklah, sampai jumpa besok pagi, Asuna. Jangan lupa siapkan dirimu dengan baik, ya!"


Asuna: "Oke, aku pasti akan siap dengan baik. Sampai jumpa besok pagi, Han!"


Setelah itu, Asuna menutup telepon dan bersiap-siap tidur lebih awal agar besok bisa bangun lebih pagi dan bersiap-siap untuk pergi ke Decent Place.


Pagi hari yang cerah, Han datang mengetuk pintu rumah Asuna. Asuna yang baru bangun tidur, menghampiri pintu dan membukanya. "Heii Han kau terlihat segar sekarang " tanya Asuna sambil merapikan rambutnya.


"Hai Asuna, apa kabar? Sudah siap untuk lomba lari?" tanya Han sambil tersenyum.


"Lomba lari? Apa maksudmu?" tanya Asuna bingung.


Han kemudian menjelaskan bahwa dia ingin mengajak Asuna ke Decent Place dengan lomba lari dengannya, Asuna terkejut dan senang dengan ajakan itu. "Tentu saja! Aku siap!" ujar Asuna dengan semangat.


Mereka berdua kemudian berlari menuju Decent Place. Selama perjalanan, mereka berbincang-bincang, Sesampainya di Decent Place, mereka berdua terengah-engah karena ternyata lomba lari yang diadakan Han adalah sebuah lomba lari kecil-kecilan antara mereka berdua.


Meskipun hanya lomba lari kecil-kecilan, Han dan Asuna saling beradu cepat untuk menang. Mereka berlari secepat yang mereka bisa dan saling memberikan semangat satu sama lain. Akhirnya, Han berhasil menang dalam lomba lari tersebut.


Asuna dan Han tiba di Decent Place, tempat yang tenang dan sejuk di atas gedung tua itu. Mereka naik ke atas gedung dan mencari tempat yang tepat untuk melihat matahari terbit.


Asuna: "Tadi malam aku membaca novel baruku. Di dalamnya ada tempat yang indah dan tenang. Aku berharap suatu hari bisa ke sana."


Han: "Kita akan mendapatkannya saat kita sudah berada di atas gedung ini."


Asuna: "Kamu pasti merasa aneh karena harus mengajakku kemari di pagi hari hanya untuk melihat matahari terbit."


Asuna: "Terima kasih, Han. Aku juga senang bisa menghabiskan waktu bersamamu."


Han: "Kita akan membuat banyak kenangan indah bersama, Asuna.


Asuna merasa begitu tenang dan damai di tempat itu. Ia merasa seperti sedang terpisah dari keramaian kota yang bising dan penuh tekanan. Han melihat senyum Asuna dan merasa senang bisa membawa Asuna ke tempat ini.


Mereka menunggu beberapa saat dan akhirnya matahari terbit. Warna langit berubah menjadi oranye dan merah muda. Asuna dan Han terpesona dengan keindahan kota dari atas yang terbentang di hadapan mereka.


"Aku merasa seperti di dunia lain di sini," kata Asuna sambil terus memandangi keindahan langit di hadapannya.


"Aku juga merasakannya," kata Han sambil tersenyum. "Terima kasih sudah mau datang ke sini bersamaku."


Asuna tersenyum dan memeluk Han. "Aku senang bisa datang ke sini bersamamu," ujarnya dengan lembut.


Mereka berdua terus menikmati keindahan langit kota  yang terbentang di hadapan mereka. Walaupun mereka harus kembali ke kota dan menghadapi kenyataan hidup, namun setidaknya mereka bisa menemukan kedamaian dan ketenangan di tempat yang indah ini


Han : "Jadi sudah berapa kali kau melewati Momen ini di pagi hari Asuna ?."


Asuna : "Aku tidak terlalu memperhatikan, mungkin hanya beberapa kali saja. Tapi melihatnya bersamamu seperti ini rasanya berbeda, sangat indah."


Han : "Ya, aku pun merasa begitu. Kadang kita lupa menikmati keindahan yang ada di sekitar kita karena terlalu sibuk dan selalu memandang buruk kota ini sepenuhnya, nyatanya masih ada sisi indahnya."


Asuna : "Benar juga ya. Aku baru sadar betapa banyak keindahan yang mungkin telah kuabaikan selama ini. Terima kasih sudah mengajakku Han."


Han : "Sama-sama, Asuna. Aku senang bisa berbagi momen indah ini bersamamu."


Keduanya kemudian menikmati pemandangan matahari terbit yang sangat memukau di atas gedung Decent Place, sambil merenungkan betapa pentingnya mengambil waktu untuk menikmati keindahan yang ada di sekitar kita.