
Asuna membuka pintu dengan senyum ramah ketika Han tiba di depan pintu rumahnya. "Haii Han, kau kesini lagi.ayo masuklah," kata Asuna sambil mempersilakan Han masuk ke dalam rumahnya.
Han melangkah masuk ke dalam rumah dengan membawa tas belanjaannya. "Terima kasih, Asuna. Aku beli beberapa makanan untukmu dan Farhan," ujarnya sambil menyerahkan tas belanjaannya pada Asuna.
Asuna tersenyum dan mengucapkan terima kasih. "Terima kasih banyak, Han. Kamu sangat baik," kata Asuna.
Han tersenyum malu-malu. "Ah, ini bukan apa-apa. yah hitung-hitung hadiah karna kemarin, kau sudah memperbolehkan kami menetap," katanya.
Asuna mengajak Han untuk duduk di sofa di ruang tamu dan mempersilakan Han memberikan makanan yang dibawanya pada Farhan yang sedang tidur di kamar tidur.
Setelah itu, Han dan Asuna duduk bersama di sofa sambil menikmati makanan ringan yang dibawa oleh Han. Mereka berbincang-bincang santai tentang berbagai hal, termasuk tentang impian Han untuk membuka usaha sendiri dengan Asuna.
"Asuna, sudahkah kau berpikir tentang jenis usaha apa yang ingin kita buka nantinya?" tanya Han kepada Asuna ketika mereka sudah duduk di ruang tamu.
"Belum, aku masih bingung," jawab Asuna sambil menggelengkan kepalanya.
"kamu kan jago masak dan makanan yang Kau buat juga enak, Bagaimana kalau kita buka usaha makanan atau minuman, seperti Caffe atau restoran kecil?" usul Han.
"Hmm, terdengar menarik. Tapi aku tidak yakin kita punya cukup uang untuk membeli peralatan dan menyewa tempat," ujar Asuna.
"Iya aku berusaha menabung, dan Kenji juga berjanji aka menambah modal yang kita punya.Yahh walaupun itu masih tetap kurang,kita hanya perlu menunggu dengan sabar aja dan kita harus memikirkan rencananya supaya setelah modal terkumpul kita langsung action,"ucap Han.
"Baiklah, aku akan mencari tahu lebih lanjut tentang usaha makanan atau minuman yang cocok untuk kita," kata Asuna.
Asuna tersenyum kegirangan saat melihat roti yang dibeli oleh Han di meja, lalu terbersit sebuah ide dalam pikirannya. "Han, bagaimana kalau kita mencoba bereksperimen dengan roti ini? Aku ingin menciptakan menu untuk usaha kita, nanti" ujar Asuna dengan semangat.
Han yang awalnya sedang asyik makan roti, mengangkat kepalanya dan menyahut, "Terdengar bagus. Kita bisa mencoba membuat roti bakar dengan topping khas kita sendiri. Bagaimana menurutmu?"
Asuna terlihat sangat antusias dengan ide tersebut. "Sungguh ide yang bagus, Han! Aku akan segera mulai bereksperimen dengan roti ini," ujarnya sambil tersenyum.
Asuna dan Han berjalan menuju dapur dan mulai mencari-cari bahan lain yang bisa dipadukan dengan roti tawar. Mereka menemukan bahan-bahan seperti telur, susu, keju, dan sayuran di kulkas.
Asuna mulai mencoba membuat roti bakar dengan keju dan sayuran di atasnya, sedangkan Han mencoba membuat scrambled egg dengan potongan roti di dalamnya. Setelah beberapa percobaan, mereka merasa puas dengan hasilnya.
"Rasanya enak!" ucap Asuna sambil mengunyah roti bakar yang baru saja dia buat.
"Hmm, benar juga ini luar biasa," sahut Han sambil menikmati scrambled egg-nya. "Kita harus coba jual ini nanti."
Asuna setuju dengan ide Han, dan mereka mulai merencanakan menu-menu baru yang bisa dijual di toko mereka kelak. Mereka berdua semakin bersemangat dengan rencana mereka untuk membuka usaha bersama.
Mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk menciptakan resep dan mencoba-coba topping baru untuk roti bakar tersebut. Setelah selesai, mereka berdua mencoba hasil kreasinya dengan penuh semangat.
"Aku suka sekali dengan rasa roti bakarnya! Ini akan menjadi menu yang sangat populer di usaha kita," ujar Han sambil tersenyum.
Setelah selesai bereksperimen, Asuna dan Han mulai mempersiapkan hasil eksperimen tersebut untuk di bawa ke warnet Kenji. Mereka membuat roti sandwich dengan isi krim buah dan juga roti bakar dengan isi telur dan ham.
Asuna menyiapkan kotak makanan dan meletakkan roti-roti tersebut di dalamnya, sementara Han mempersiapkan diri untuk pergi ke warnet Kenji bersama Asuna. Mereka berharap Kenji suka dengan ide mereka dan bersedia memberikan modal untuk membuka usaha mereka.
Setelah semuanya siap, Han dan Asuna berangkat menuju warnet Kenji dengan membawa kotak makanan hasil eksperimen mereka. Mereka berharap hasil eksperimen ini bisa membuat Kenji tertarik dan yakin.
Asuna dan Han masuk ke warnet Kenji, lalu mereka langsung menemui Kenji yang sedang duduk di meja op warnet yang sedang memperhatikan komputer mereka langsung menyapa Kenji "Ooiii...Kenji," sapa Han.
"Eehh kamu Han bikin aku keget aja, eh tumben kamu ajak Asuna kesini ada apa mau ngajak main game online yah ?," jawab kenji
Han menjawab dengan senyum, "Kami datang membawa hadiah untukmu Kenji, sebuah sandwich eksperimen baru yang dihasilkan Asuna." Kenji terlihat senang dan tertarik untuk mencoba sandwich tersebut.
Asuna lalu mengeluarkan sandwich dari tasnya dan menunjukkannya pada Kenji. "Ini roti sandwich dengan isian krim buah, dan juga roti bakar dengan isi telur dan ham," jelas Asuna.
Kenji terlihat penasaran dan langsung mencicipi sandwich tersebut. Setelah mencoba, Kenji terlihat sangat menyukainya. "Ini enak sekali, Asuna! Bagaimana kalian bisa membuat sandwich sebaik ini?" ujarnya sambil tersenyum.
Han menjawab, "Asuna memang hebat dalam hal memasak, dia selalu punya ide-ide baru untuk bereksperimen dengan makanan."
Setelah makan sandwich, Han dan Asuna berbincang-bincang dengan Kenji tentang rencana membuka usaha bersama dan bagaimana mereka akan memanfaatkan tambahan modal yang sudah disiapkan oleh Kenji nanti.
Kenji masih sibuk mengunyah roti sandwich yang diberikan oleh Asuna dan Han. Setelah selesai, ia mengatakan dengan suara serak-serak basah, "Ini enak sekali, kalian harus terus bereksperimen lagi dan asah skill kalian dalam membuat menu makanan baru."
Asuna tersenyum senang mendengar pujian dari Kenji. "Terima kasih, Kenji. Kami pasti akan terus mencoba bereksperimen dengan resep baru."
"Ya, kalian harus terus bereksperimen agar memiliki banyak variasi menu di kafe kalian nanti. Siapa tahu bisa menarik pelanggan baru," ujar kenji.
"Yah itu pasti, aku berharap setelah lulus sekolah aku dan Han memulai berjualan. tidak perlu Caffe yang besar yang penting kita bisa memulai,sambung Asuna.
"Nah itu, itu prinsip yang harus kalian terapkan," ujar Kenji.
"Yah , Aku udah lama gak kesini sekarang warnet kamu makin rame aja kau hebat Kenji di usiamu sekarang kamu bisa sesukses ini aku juga berharap Caffe kita nanti bisa sesukses warnetmu ini," puji Asuna.
Kenji tersenyum mendengar pujian dari Asuna. "Terima kasih, Asuna. Tapi jangan khawatir, aku akan selalu membantu kalian dalam hal modal dan apapun yang diperlukan," ujarnya.
Han mengangguk setuju. "Kami sangat berterima kasih atas bantuanmu, Kenji. Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar usaha kita berjalan sukses," kata Han.
"Asah terus skill kalian dan jangan pernah menyerah. Saya yakin kalian pasti bisa sukses," ujar Kenji memberikan semangat.
Asuna tersenyum dan mengucapkan terima kasih. "Kami pasti akan terus berusaha, Kenji. Terima kasih atas semangatmu," kata Asuna.
Mereka kemudian melanjutkan ngobrol santai sambil Kenji menikmati roti sandwich dan roti bakar buatan Asuna. Waktu terus berlalu hingga sore tiba, Asuna pun pamit pulang dan Han tetap di warnet untuk menjaga warnet shiff malam.