
Good day kakak-kakak semua, apa kabar😀? Selamat menjalankan aktivitasnya seperti biasa ya, jangan lupa tersenyum, hehe🤗.
Author punya karya baru yang mana ini merupakan karya ke-3 aku di MT, tentang Kezia dan Richard, btw genre-nya Teen ya, wkwk. Judulnya "Borgol Cinta Pak Polisi"
Jika berkenan, jangan lupa mampir ya. Tinggalkan jejaknya di sana.
Author tunggu kedatangannya wkwk😗🤭
Part 1
...Ketahuilah :...
...“Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri”...
Happy reading…
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Jadi kita akan kembali ke Indonesia esok lusa kan Om untuk memberi kejutan pada Papa?” tanya Kezia pada Damian yang sedang sibuk menyetir. Kezia menatap penuh harap pada Damian berharap permintaanya untuk pulang ke Indonesia di kabulkan. Bukan tanpa alasan Kezia ingin pulang esok lusa, anak manis itu hanya ingin memberi kejutan ulang tahun pada papanya.
“Kezia, Om tidak bisa mengiyakan permintaanmu ini. Aku perlu izin pada Papamu baru bisa mengiyakan keinginanmu untuk pulang. Kau pasti sangat tahu bagaimana kerasnya watak Papamu bukan” terang Damian berharap gadis 19 tahun itu mau mengerti.
Mendengar itu Kezia langsung memutar bola matanya malas. Sudah jauh hari sebelumnya Ia membicarakan hal ini pada Damian namun jawabannya tetap saja sama. Kezia yang muak langsung memalingkan wajahnya ke arah kaca dan tidak mau melanjutkan pembicaraan yang tadi.
Melihat itu Damian hanya bisa menghela nafasnya. Bukan tanpa sebab dirinya tidak bisa mengiyakan permintaan dari anak majikannya ini. Namun, itu adalah perintah dari Papanya sendiri, Kezia tidak bisa pulang ke Indonesia tanpa izin dari Tuan William, papa dari Kezia.
“Maaf Nona” ucap Damian pelan. Sebenarnya ada rasa tidak tega melihat Kezia jadi merajuk seperti itu. Damian sangat tahu betul bagaimana kehidupan kecil Kezia yang bisa di katakan cukup jauh dari masa bahagia anak-anak yang seumuran dengannya.
Ya, Kezia lahir tanpa kasih sayang dari seorang ibu. Ibunya meninggal ketika melahirkannya akibat mengalami pendarahan yang cukup parah. Saudara? Kezia juga tidak punya, dia adalah anak semata wayang. Dan mengenai kerabat dari keluarga ayahnya mau pun ibunya sudah tidak ada lagi akibat pembantaian dari beberapa klan mafia. Kezia hanya memiliki seorang ayah, itu adalah keluarga satu-satunya yang Ia punya.
Meski pun Kezia menjadi anak semata wayang dari Tuan William bukan berarti Ia sangat memanjakan Kezia. Justru Tuan William sudah mengirim Kezia di luar negeri ketika masih berusia 5 tahun. Terkesan kejam mungkin tapi Tuan William punya alasan tersendiri melakukan itu. Tujuannya untuk melindungi Kezia dari klan mafia yang menjadi musuhnya dalam dunia bisnis gelapnya.
Tak terasa Damian dan Kezia sampai di tempat tujuan, yaitu kampus swasta yang cukup terkenal di Camridge, Amerika Serikat yang menjadi tempat untuk Kezia menuntut ilmu.
Brak…
“Huft, sabar Damian” ucap Damian mencoba bersabar menghadapi Kezia yang sedang marah. Setelah memastikan Kezia tak terlihat lagi pada pandangan matanya, barulah Damian menjalankan mobilnya.
Sementara itu, Kezia menggerutu sepanjang Ia berjalan menuju ruang kelasnya. “Cih, lihat saja. Aku sudah bosan di kekang seperti ini. Pokoknya aku harus pulang ke Indonesia meski harus melawan Om Damian” ucapnya menggebu-gebu, Kezia langsung mengepalkan kedua tangannya dan memutar otaknya bagaimana caranya agar Ia bisa di izinkan pulang ke Indonesia.
.
.
.
Saat ini Damian tengah menanti putri majikannya keluar dari lobi kampus. Dari jauh Damian bisa melihat Kezia sedang berjalan ke arahnya seraya melambaikan tangan ke arahnya.
“Huft, syukurlah sepertinya emosi anak itu sudah lebih baik dari tadi pagi” ucap Damian mengulas senyum. Ya, memang seperti itulah Kezia, meski pun emosinya siap meledak kapan saja namun bukan berarti Kezia memiliki sifat pendedam.
“Om, apa sudah lama menungguku?” tanya Kezia ketika sudah sampai di hadapan Damian dan bersiap masuk ke dalam mobil.
“Tidak Kezia, meski pun kau lama tentu tidak masalah bagiku” jawab Damian mengulas dan bersiap menjalankan mobil menuju mansion milik Kezia.
“Kenapa? Apa karena aku Nona muda, begitu?” tanya Kezia menatap Damian.
Damian langsung menoleh Kezia, karena tidak biasanya Kezia mengatakan hal seperti itu.
“Tentu saja. Bukan kah kau memang atasan saya di sini Nona Kezia. Kau memiliki kuasa penuh untuk melakukan apa saja bahkan untuk menyuruh saya. Saya adalah bawahanmu Nona yang siap melakukan apa yang di suruh atasannya.”
Kezia langsung tersenyum tipis mendengar penuturan Damian, Ia langsung menatap ke arah depan sembari melipat kedua tangannya di dada.
“Benarkah? Berarti saya memiliki kekuasaan penuh bukan?” tanya Kezia sekali lagi.
“Ya, Kezia”.
“Kalau begitu, aku menyuruhmu untuk mengantarkan ku pulang ke Indonesia” tegas Kezia dengan suara dinginnya.
Kuy yukk part 2 nya langsung ke novelnya ya....
aku tunggu... sampai bertemu di sana😉😉🤙