Baby Girl CEO Genius

Baby Girl CEO Genius
Eps 49 Hasil Mewarnai Leonore



Note :


Menjadi baru di atas kertas lama, tak sama dengan berusaha tersenyum di atas kesakitan.


DawnLover ( ig :_dawnlover011 )


.


.


Claudia yang penasaran dan kepikiran terus tentang perkataan Matteo akhirnya memandang Daniel dan menganggukkan kepalanya. “Ya. Benar”


“Hem, aku akan menjelaskannya padamu ketika kita sudah sampai nanti” balas Daniel.


Setelah beberapa saat, mobil Daniel berhenti di sebuah café outdoor yang cukup memanjakan mata setiap pengunjungnya.


Claudia mengerutkan keningnya, “Kenapa kita ke sini?”


Bukannya menjawab, Daniel malah keluar mobil lalu mengambil alih gendongan Leonore pada Cludia. Claudia yang melihat itu hanya mencebikkan bibirnya, dan mau tidak mau ia keluar dari mobil dan mengikuti langkah Daniel dari belakang.


Hingga mereka sampai di sebuah tempat duduk beserta meja yang sudah di reservasi.


“Duduklah, aku yang sudah mereservasinya” ucap Daniel pada Claudia yang masih setia berdiri dan mengelilingi lingkungan sekitarnya.


Akhirnya Claudia duduk begitu pula dengan nanny Leonore.


“Apa kau tidak menyukainya” tanya Daniel dengan hati-hati, karena ia melihat ekspresi wajah dari Claudia seakan tidak suka.


“Hem, lain kali beritahu kita mau kemana jangan berbeda tujuan seperti ini” jawabnya singkat.


Daniel hanya mengangguk saja, salahnya juga sebenarnya kalau respon Claudia seperti itu. Karena dia sendiri yang mengajak Claudia ke café ini tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Leonore yang mengamati sikap mommy dan daddy nya yang jadi diam, akhirnya dia berceloteh tentang hasil karyaya hari ini.


“Dad, mom. Leonore mau menunjukkan sesuatu” ucap Nore sangat antusias. Mendengar suara Leonore, Claudia dan Daniel langsung mengesampingkan pikiran mereka yang sedang berkelana jauh entah kemana dan memilih menjawab Leonore.


“Benarkah, tentang apa itu baby girl” “Memangnya mau menunjukkan apa sayang” jawab Claudia dan Daniel bersamaan di sertai dengan senyuman yang terukir di wajah mereka.


Melihat respon Claudia dan Daniel yang seperti ini, membuat Leonore mengembangkan senyumannya sangat lebar.


“Wait a minute dad and mom” ujar Nore yang langsung mengambil tas ransel punggungnya berbentuk boneka beruang pada nanny nya. Nanny yang mengetahui itu langsung menyerahkan tas ransel itu pada anak asuhnya.


Dengan semangat 45 Leonore membuka tasnya dan mengeluarkan buku gambar yang sudah ia warnai tadi. Leonore sejenak memeluk buku gambarnya sambil memandang kedua orang tuanya, “Nore ingin kita beltiga melihatnya belcama-cama” ujarnya dengan suara pelan.


Mendengar itu, Claudia langsung berdiri dari tempat duduknya dan mendekati sang anak yang sedang duduk di samping Daniel.


Ada perasaan menghangat Leonore ketika melihat sang mommy langsung duduk di sampingnya seraya mengelus kepalanya pelan. Begitu pula sang daddy yang senantiasa tersenyum penuh sayang ke arahnya.


“Nore ingin menunjukkan hacil kalya menggambal Nore pada dad sama mom” ucap Leonore sembari menunjukkan buku gambarnya.


“Wah benarkah, tunjukkanlah sayang. Kami sudah tidak sabar ingin melihatnya” jawab Daniel yang langsung bersemangat, bahkan dirinya semakin mendekatkan dirinya untuk duduk di sampaing putri kecilnya, sama halnya Claudia dia melakukan hal serupa seperti yang di lakukan Daniel. Ketiga orang itu langsung fokus pada buku gambar yang yang di buka Nore pada halaman pertama.


“Gambal ini itu cepelti Nore yang cedang beldili di camping pagar. Belhubung Nore menyukai walna ijau jadi Nore banyakin deh pake crayon ijau nya” cengir Nore yang melihat ekspresi kedua orang tuanya yang tercengang pada hasil karya mewarnainya. Dimana pada gambar tersebut ada seorang anak TK yang sedang berdiri tersenyum di depan pagar, di sertai gambar dinding sekolah. Dari gmbar itu, Nore mewarnai menggunakan warna hijau pada dinding sekolah, pagar serta wajah anak TK tersebut.


“Tentu caja dad. Nore akhil-akhil ini cangat cuka walna ijau” balas Nore dengan sangat antuasias.


“Bagus sayang. Daddy sangat menyukainya” ucap Daniel langsung mengusap kepala Leonore dengan sayang walau hasil dari warna yang di buat Nore sedikit di luar nalar.


Berbeda hal nya dengan Claudia, berulang kali dia mengedipkan bahkan melototkan matanya melihat karya putrinya yang terkesan absurd, “Bagus apanya. Gambar orangnya mirip buto ijo begitu” gelak tawa Claudia sangat renyah mengejek hasil karya Nore. Nore yang mendengar itu langsung mengerecutkan bibirnya pertanda kesal dengan tanggapan Claudia. Daniel yang melihat itu, langsung mencubit pelan pinggang Claudia agar dia berhenti menertawakan hasil mewarnai Leonore.


“Auhhhh sakit Niel” desisnya dengan suara pelan di sertai dengan wajah masam pada Daniel, sedangkan Daniel malah mengedipkan matanya di sertai sorot matanya menunjuk Leonore yang cemberut.


Claudia yang langsung peka akan maksud Daniel langsung berdehem dan merangkul bahu Leonore.


“Em itu maksud mommy tadi karyamu sangat bagus baby. Ya, sangat bagus. Jika mommy lihat dari hasil mewarnai mu, ini ada artinya loh” ucap Claudia pada Nore.


Nore yang semula cemberut langsung menyunggingkan senyumannya “Benalkah. Memangnya artinya apa mom” tanya Nore dengan sangat antusias.


“Emmm, anak kecil yang kamu warnai ini sangat pintar beradaptasi dengan lingkungannya sayang. Buktinya dia bisa beradaptasi dengan pagar dan juga dinding sekolah. Iya kan?” jelas Claudia berusaha menahan tawanya.


Nore yang semula tersenyum langsung berubah cemberut lagi. Sedangkan Claudia langsung tertawa terbahak-bahak karena ekspresi Leonore. Berbeda halnya dengan Daniel, meski pria itu ingin tertawa namun sebisa mungkin dia tahan. Daniel berusaha membuat Nore tidak cemberut dengan kata-katanya. “Sudah, sudah jangan dengarkan perkataan mommy mu itu sebaiknya kita lihat hasil mewarnai mu yang lain” ujar Daniel pada Claudia yang langgsung di setujui Leonore. Sejenak Leonore langsung melirik mommy nya dan tertawa licik “Hihihihi”.


Melihat itu, Claudia tergelak dan mengangkat kedua bahunya acuh.


Srek…. Leonore membuka halaman selanjutnya.


“Haha haha haha haha” tawa Leonore dan Daniel bersamaan, berbeda halnya dengan Claudia dengan ekspresi wajah cemberut melirik Daniel dan Nore yang sedang asik tertawa.


“Dad, tau tidak. Nore menggambal ini kalena telinsipilasi dali mommy tau ckckckc” ucap Leonore yang di selingi tawanya yang renyah.


Untuk hasil mewarnainya kali ini sebenarnya sudah bagus, dimana ada seorang wanita dewasa berpakaian kemeja dan rok span hitam selutut. Namun yang anehnya warna wajah perempuan tersebut di beri warna merah oleh si kecil Leonore di tambah dua tanduk di atas kepala.


Daniel yang tidak bisa menahan tawanya lantas bersuara “Apa ekspresi mommy mu setiap hari seperti ini babby?”.


Daniel melirik ke arah Claudia yang sudah melototkan matanya ke arah Daniel dan seketika tawa Daniel perlahan berhenti karena tatapan yang Claudia berikan.


“Jaalang-jaalang sih dad. Itu teljadi kalau Nore suka nakall aja hehehehe”.


“Sudah sudah, sebaiknya kita lihat yang lain saja” putus Claudia yang masih cemberut. Hal itu di angguki langsung oleh Leonore dan juga Daniel.


Srek…


Halaman selanjutnya di buka.


Ekspresi dari ketiga orang tersebut berbeda ketika melihat hasil mewarnai Leonore yang ini. Jika Nore sangat puas dan bahagia melihat hasil mewarnainya, berbeda dengan Claudia dan Daniel yang tidak menampilkan senyum sama sekali, bahkan guratan wajah kedua orang dewasa itu lebih ke sendu dan sedih.


.


.


.


Hai kakak sayang😍😍😍😍, seperti biasa ya jangan lupa tinggalkan jejaknya hehehehe💋💋💋