
Note :
Semakin ke sini semakin mengerti, banyak hal yang tidak kita ketahui, sangat dan masih perlu belajar banyak.
Semoga bisa ambil pesan dan makna yang lebih juga.
DawnLover
.
.
.
Malam harinya,
Keluarga besar Daniel dan Claudia sudah berkumpul di belakang halaman rumah Daniel dan Claudia, mereka saat ini sedang menanti kedatangan Claudia dan Leonore yang masih sibuk di kamar.
“Apa semua persiapannya sudah siap Nak?” bisik Papa Bram pada Daniel yang sedang sibuk dengan gawai di tangannya.
“Ya, semuanya sudah siap Pa, makanan semua sudah aman, oh iya kue nya sebenarnya masih belum di taruh di meja tengah. Nanti saya suruh pelayan menaruhnya di meja tengah” jelas Daniel.
“Hem, sebaiknya begitu” jelas Papa Bram melirik jam di pergelangan tangannya.
Tak lama, Daniel langsung menyuruh pelayan untuk segera membawa kue ulang tahun milik Leonore.
“Woahhhh kuenya lucu banget siiiiih” gemas Tania yang melihat kue milik Leonore di letakkan di meja tengah. Ya, Tania dan keluarganya juga ikut di undang pada perayaan ulang tahun keponakannya itu.
Ingin menghampiri namun tangannya langsung di cekal oleh sang ibu.
“Jangan berulah Tania, jangan merusak momen” perintah sang ibu pada putrinya.
Mendengar itu Tania langsung mendengus kesal, ia mengerucutkan bibirnya ke depan karena sang ibu menahannya. Pada hal niatnya kan hanya ingin melihat lebih jelas bagaimana tampilan kue ulang tahun milik keponakannya itu sekaligus juga ingin menyicip dan mencoleknya sedikit namun semuanya jadi gagal total.
Ibu Tania hanya bisa geleng kepala melihat putrinya yang sepertinya sedang kesal karena teguran tadi, sebenarnya bukan apa-apa juga karena sang ibu sudah tahu bagaimana liciknya pikiran Tania jika sudah di hadapkan dengan makanan.
Tak lama setelah itu, Claudia keluar bersama Leonore. Kedua perempuan beda generasi itu berjalan bergandengan dengan sangat pelan mengingat gaun Leonore yang lumayan panjang bak princess di tambah Leonore menggunakan sepatu dengan heels sedikit.
Leonore yang menggunakan gaun berwarna pink di tambah dengan rambut yang di gerai ke bawah tak lupa aksen mahkota juga ia kenakan. Anak kecil itu terus mengembangkan senyumannya ke arah keluarga besar yang sedang melihat ke arah mereka. Leonore bahkan melambai manja pada semua orang.
Tentunya dengan sifat Leonore seperti itu memicu gelak tawa dari semua orang yang ada di sana.
“Lihatlah Yah, cucumu seperti putri disney malam ini” bisik Bunda Lara pada sang suami.
Ayah Agam hanya bisa tersenyum kecil dan menganggukkan kepala karena kecantikan cucunya yang genap 3 tahun malam ini.
Ketika sudah sampai Leonore langsung menyalim satu persatu keluarganya yang datang dengan senyuman manisnya.
“Sayang, kau cantik sekali malam ini” bisik Daniel pada Claudia ketika sang istri sudah duduk di sampingnya.
“Memangnya kau kemana saja, dari dulu aku juga sudah cantik” balas Claudia dengan tingkat percaya diri di atas rata-rata.
“Iya kau memang selalu cantik sayang apa lagi kalau tidak memakai baju” sahut Daniel dengan menggoda Claudia.
Tentunya mendengar itu, Claudia melototkan matanya pada Daniel. Bisa-bisanya suami omesnya itu bicara seperti itu di sini, apa dia tidak takut kalau akan ada orang yang mendengar pembicaraan mereka.
“Apa ada tamu yang di tunggu lagi Niel, kalau tidak ada kau bisa memulai acaranya” ucap Papa Bram pada Niel karena waktu sudah mulai malam.
“Ada satu lagi yang belum datang Pa, kita tunggu sebentar lagi dia masih di jalan katanya” jawab Daniel seraya kembali mengambil gawainya menghubungi seseorang tadi.
“Loh siapa memangnya yang belum datang Mas?” tanya Claudia karena menurutnya keluarga besar mereka sudah lengkap ada di sini.
“Matteo belum datang sayang” jelas Daniel.
Claudia langsung menepuk jidatnya, “Astga kenapa aku bisa melupakannya. Lalu dimana dia sekarang?.”
“Harusnya sudah sampai sekarang tapi kenapa batang hidungnya belum kelihatan ya?” jelas Daniel seraya mencoba menghubungi Matteo lewat telepon.
Namun belum sempat ia menelepon, Leonore sudah mengeluarkan suaranya.
“Uncle Teooo” pekik Leonore melihat Matteo sedang berjalan menghampiri mereka seraya mendorong kursi roda yang di duduki oleh seorang wanita berparas ayu, di pangkuannya terdapat tote bag hello kitty yang sepertinya itu hadiah untuk si kecil Leonore.
“Maaf kami terlambat datang” ucap Matteo membuka suara karena saat ini seluruh keluarga besar itu sedang menatap ke arah Matteo dan juga wanita yang sedang bersamanya.
“Oh tidak masalah. Ayo duduklah kita akan memulai acara sebentar lagi.
“Apa tidak apa kau duduk seperti ini?” tanya Matteo begitu lembut pada wanita itu. Perempuan itu hanya tersenyum seraya menggeleng pelan.
Tentunya pemandangan itu tidak luput dari mata Daniel dan Claudia.
Ya, Matteo saat ini duduk bersebelahan dengan Daniel.
“Hai, aku Claudia mommy dari Leonore” sapa Claudia sekaligus memperkenalkan dirinya pada wanita yang di bawa Matteo tadi.
“Hai kak, aku Amber” jawabnya tersenyum ramah pada Claudia.
“Oh iya, halo onti Ambel. Nama aku Leonore Kingston anak dari Dad Daniel dan Mom Claudia” sahut Leonore ikut nimbrung pada pembicaraan Mommi nya.
Sedangkan Amber yang merupakan wanita yang bersama Matteo tadi hanya bisa tersenyum seraya menyembunyikan rasa gugupnya pada semua orang saat ini.
“Sayang, sebaiknya acaranya kita mulai sekarang saja ya” Daniel memberitahu Claudia supaya acaranya tidak kemalaman, mendengar itu Claudia hanya mengangguk setuju.
***
Tibalah acara perayaan ulang tahun Leonore gadis kecil yang genap berusia 3 tahun. Semua orang menyanyikan lagu ulang tahun di susul dengan lagu tiup lilin.
Leonore bertepuk tangan dengan senyuman yang terus mengembang di wajahnya ada perasaan senang di perayaan ulang tahun yang ke-3 ini karena yang merayakannya bukan hanya Mommy nya saja tapi keluarga besar. Berbeda dengan ulang tahunnya yang ke-2 tahun lalu.
“Berdoa dulu sayang” titah Claudia pada sang anak sebelum meniup lilin.
Leonore yang mendengar itu langsung melipat tangannya dan menutup matanya membuat permohonan kecil pada sang pencipta pada ulang tahunnya.
“God, telimakacih kalena cudah mengabulkan pelmohonan Nore tahun lalu untuk membeli Nore seolang Daddy yang celalu cayang pada Nole dan juga Mommy. Nore halap kebahagiaan ini akan telus belanjut lama, amin” batin Nore berdoa.
Setelah itu Leonore langsung meniup lilinnya tentunya semua orang langsung bertepuk tangan seraya memberikan ucapan selamat sekaligus doa untuk anak manis itu.
Setelah itu, di lanjut acara potong kue ulang tahum. Walau pun ada sedikit drama karena Nore tidak tega kuenya di potong akibat bentuknya yang sangat lucu. Namun setelah mendapat bujukan dan saran dari banyak orang akhirnya kue itu di potong dan di bagi kepada keluarga besarnya.
Untuk potongan kue pertama serta suapan pertama tentu saja di berikan kepada sang Mommy. Perempuan yang selalu memberikan kasih sayang penuh kepadanya meski pada 2 tahun lalu Leonore tidak mendapat kasih sayang seorang ayah namun ia tidak terlalu merasakannya karena peran Mommy nya yang luar biasa bisa menjadi ibu sekaligus ayah untuknya.
Setelah acara perayaan selesai di lanjut dengan acara makan malam ala western.
Semua orang khusuk menyantap hidangan yang di berikan tuan rumah dan di lanjut dengan obrolan ringan.
Melihat orang semuanya tengah sibu, bahkan Daniel sedang sibuk menyuapi puding susu untuk Leonore.
Claudia langsung mengambil posisi berdiri di depan meja tempat kue ulang tahun tadi.
“Semuanya, berhubung karena acara perayaan ulang tahun putri kecil Leonore sudah selesai. Aku meminta waktu sebentar supaya kalian menyaksikan juga hadiah kecil yang akan aku beri pada Nore dan Daniel” jelasnya.
“Hah, Leonore aja kali. Daniel mah tidak usah di kasih hadiah lagi kan yang ulang tahun hanya Leonore” sahut Tania ceplos.
Tentunya ia langsung mendapat cubitan kasih sayang dari sang ibu yang kebetulan juga duduk di sampingnya.
“Syuuuut kau diam dan dengarkan saja, bisa kan?” bisik sang ibu Tania.
Tania mengerucutkan bibirnya karena selalu mendapat teguran dari sang ibu.
Claudia hanya tersenyum menanggapi perkataan Tania yang memang selalu ceplos.
Dia meminta sang suami, Daniel dan Leonore untuk mendekat dan berdiri di sampingnya sekarang.
Daniel dan Nore hanya mengikuti intruksi dari Claudia.
Kemudian Claudia menyodorkan satu kotak kecil yang sudah di bingkai dengan pita merah pada Daniel dan satu kotak besar yang di bingkai dengan pita biru.
“Apa ini?” tanya Daniel bingung karena mendapat kado juga.
“Apa Nore juga pellu membuka kado milik Nore Mom?.”
“Tentu saja sayang, kalian bukalah sama-sama kadonya” titah Claudia pada Daniel dan Leonore.
.
.
.
Jangan lupa beri dukungannya ya kakak² sayang😘💗