
Note :
Berharap memang tidak salah tapi kita harus tahu, kapan waktunya berhenti.
DawnLover
***
Hari ini adalah hari weekend dimana Daniel, Claudia beserta Leonore menghabiskan waktu bersama. Jangan lupakan kebiasaan Leonore jika sudah mengetahui hari weekend maka secepat mungkin ia akan bangun dari tempat tidurnya menuju kamar sang Daddy dan Mommy nya. Sebenarnya kamar mereka juga berdekatan bahkan lebih tepatnya bersebelahan.
Jam weker di ranjang Leonore berdering nyaring, mendengar hal ini Nore langsung membuka matanya dan mecari jam weker tersebut untuk mematikan. Setelah itu gadis mungil itu mengambil boneka piggy kesayangannya dan berlalu keluar kamar.
Tangannya terulur mengetok pintu kamar Claudia dan Daniel walau sebenarnya anak itu bisa asal nyelonong masuk. Namun, anak kecil yang gembul ini mengerti sedikit tata krama jika bertamu di kamar orang meskipun itu kamar orang tua sendiri.
Tok tok tok…
“Dad, Mom” pekik Nore di depan pintu kamar. Entah penghuni kamarnya mendengar atau tidak Nore terus mengetuk pintu kamar bahkan sesekali memutar handle pintu namun tidak sampai terbuka hanya menimbulkan sedikit suara bising.
Hingga terdengar suara dari dalam kamar membuka pintu.
Ia melihat Daddy nya yang seperti baru bangun dengan rambut acak-acakkan di sertai wajah bantal.
Nore malah menyengir lalu mengulurkan tangannya pada sang Daddy pertanda meminta untuk di gendong.
Melihat kode yang di berikan sang anak, Daniel langsung menggendong Leonore dan berjalan masuk ke kamar mereka.
“Baby girl, apa kau bangun sepagi ini untuk mengingatkan Dad dan Mom lagi kalau kita akan jalan-jalan lagi?” tanya Daniel sembari melangkahkan kakinya menuju ranjang mereka.
Ranjang sisi kiri di isi oleh Claudia yang masih bergelut dengan selimutnya.
“Mom macih belum bangun ya Dad?” tanya Leonore ketika ia sudah duduk di ranjang di samping Claudia.
“Hem iya sayang. Sepertinya Mommy mu masih senang berada di alam tidurnya” jawab Daniel yang ikut berbaring di ranjang. Kini posisi Leonore berada di tengah-tengah Daniel dan Claudia.
“Huffft kenapa Daddy ikutan tidul” kesal Nore menarik tangan Daniel agar bangun dari posisinya.
Sedangkan Daniel malah iseng menutup matanya pura-pura tidur bahkan dengan sengaja menarik tangan putri kecilnya agar terjatuh di dadanya.
“Iiiii Dadddyyyyyyyy” pekik Leonore di kamar Daniel pada hal sekarang masih pukul 6 pagi.
“Sayang sakit hahaha” ucap Daniel yang langsung membuka matanya karena ulah Leonore yang duduk di perutnya dan membuka paksa mata Daniel yang sedang terpejam menggunakan kedua tangan mungilnya.
“Ckckckck Daddy kena, Daddy kalah hahaha” gelak tawa Leonore yang membuat seseorang di sebelah ranjang sedikit terganggu.
Claudia yang melihat itu langsung tersenyum sekaligus bersyukur karena keputusannya kembali dengan Daniel itu sudah benar. Terbukti ia bisa melihat bagaimana bahagianya Daniel dan Leonore kala bermain bersama.
Perlahan Claudia bangun dan mendekati suami dan anaknya, “Mau Mommy bantu baby girl?” tanyanya yang sudah duduk.
Daniel dan Nore langsung memandangi Claudia, karena keasikan mereka sampai tidak tahu bahwa wanita cantik tadi yang tengah terlelap itu rupanya sudah bangun.
“Mommy cudah bangun?” tanya Nore yang masih memeganng kedua pipi Daniel.
Claudia hanya mengangguk saja.
“Kalau begitu bantu Nore mengekcekuci Daddy Mom” pinta Nore berbinar yang langsung di jawab oleh Claudia.
“Siap tuan putri” setelah menjawab Claudia langsung menggelitik pinggang Daniel yang membuat Daniel langsung tertawa terbahak-bahak bahkan matanya sampai mengeluarkan air mata.
***
Hingga sampai merekalah di taman bermain saat ini. Keluarga kecil itu menghabiskan waktu bersama di sebuah taman bermain. Ketiga orang tersebut menggunakan baju kaos dengan warna senada, warna kuning. Daniel menggunakan celana jeans hitam selutut di padukan dengan topi hitam yang ia gunakan sedangkan Nore menggunakan rok rajut hitam di bawah lutut, Claudia sama halnya menggunakan rok plisket hitam sebetis.
Leonore begitu antusias menatap sekelilingnya. Ia bisa melihat ada beberapa keluarga yang sedang menemani anak-anak mereka bermain, berlari bahkan tak ayal duduk bersama menikmati ice cream.
“Hiiiii Mom, Dad Nore jadi pen beli es klim” pintanya pada Daniel dan Claudia. Kedua tangannya sedang di gandeng oleh Dnaiel dan Claudia, ia di posisikan di tengah-tengah.
Langkah kaki mereka langsung berhenti, Daniel mensejajarkan tingginya dengan sang anak.
“Putri kecil Daddy mau ice cream ya?” tanya Daniel lembut sembari mengelus pelan kepala Leonore kecil.
“Iya dad” jawab Nore antusias.
Daniel melirik Claudia sekilas pertanda meminta izin sang ratu apakah di izinkan atau tidak. Claudia hanya tersenyum seraya mengangguk kecil saja.
“Kalau begitu ayo” Daniel langsung menggendong Leonore dengan satu tangan sedangkan tangan satunya menggandeng tangan ibu dari anaknya, Claudia. Mereka nampak tersenyum dan bertukar tawa ketika menghampiri sang penjual ice cream.
Tak jauh dari situ, sosok perempuan mengepalkan kedua tangannya erat menahan emosi yang membuncah melihat keharmonisan rumah tangga Daniel. “Harusnya aku yang berada di situ, Shiitt” umpatnya dengan nada jengkel.
Tiba-tiba pria di sampingnya merangkul bahunya dan berkata, “Apa kau tega menjadi penghancur keluarga kecil itu. Sudah lebih baik berhenti saja. Berhent berharap sesuatu yang tidak pasti.”
***
Hai kakak readers🤗😄, seperti biasa ya jangan lupa berikan like,comment, vote juga mumpung lagi weekday nih🤭, rate, gift, favoritkan serta subcribe biar ga ketinggalan cerita-cerita baru dari othor🤗❤️❤️