Baby Girl CEO Genius

Baby Girl CEO Genius
Eps 67 Baik?



Note :


Diriku bukanlah orang yang teramat baik.


Tahu kenapa?


Karena sebagian manusia palsu, tak terlalu pantas untuk di ramah-tamahkan.


DawnLover


.


.


.


Claudia berjalan dengan wajah yang sedikit kesal karena pertemuan tak terduga nya dengan Dessy. Dari jarak kejauhan Daniel bisa melihat wajah wanitanya itu nampak kusut seperti pakaian yang sudah lama tidak di setrika bahkan tangannya mengepal. Entah apa yang membuat suasana hati perempuan itu tiba-tiba berubah.


Ketika Claudia sampai, dirinya langsung duduk di kursi dengan kasar dan melipat tangannya di dada.


Leonore yang sedang sibuk menikmati ice cream tiba-tiba langsung menoleh san ibu yang mukanya terlihat menahan kesal.


“Mom, ada apa?” tanya Nore menatap sang ibu.


Sebenarnya Daniel hendak ingin bertanya juga namun pertanyaannya di wakili oleh sang anak.


“Eh… emm Mom tidak apa-apa kok” elak Claudia ketika ia baru menyadari ia sedang di tatap bingung oleh Daniel dan Leonore. Ia berusaha tersenyum menutupi kekesalan hatinya.


Leonore tidak ingin melanjutkan lagi untuk bertanya, tangannya malah terulur menyendok kan ice cream dan menyuapkannya pada sang ibu.


“Mom, cobalah ecklimnya cangat enak lohhh” Nore sudah mengangkat tangannya untuk menyuapkan ice cream di mulut Claudia.


Claudia langsung menerima suapan Leonore “Wah rasanya enak sekali baby girl” ucapnya langsung membukakan kembali mulutnya supaya Nore menyuapinya.


Leonore yang melihat itu hanya terkekeh geli, Nore sangat paham betul Mommy nya ini tipikal orang yang tidak menyukai makanan manis seperti ice cream dan coklat. Namun apa bila suasana hati perempuan tersebut sedang buruk maka solusinya adalah memakan makanan manis seperti ice cream, coklat,dan juga cake.


Leonore langsung menyerahkan ice cream miliknya untuk Claudia.


Claudia pun langsung menerimanya “Terimakasih sayang, memangnya Nore sudah tidak mau lagi ice creamnya?” jawabnya langsung menyuapkan ice cream ke dalam mulutnya.


“No, Nore cudah kenyang Mom. Itu buat Mommy caja” jawab Leonore yang memang bocah perempuan itu sudah kekenyangan karena sebelum memakan ice cream, dia sudah memakan sepotong cake dan juga 1 buah gulali yang di jual di samping booth penjual ice cream.


Mendengar penuturan sang anak, Claudia langsung lahap memakan ice cream milik sang anak hingga habis.


“Hufffttt…” lega Claudia ketika sudah menghabiskan ice cream dan langsung meremas tempat ice creamnya menggunakan kedua tangannya. Nampaknya perempuan itu meluapkan kekesalannya pada cup ice cream yang sudah tidak ada isinya.


“Sayang, are you okay?” cemas Daniel karena melihat tingkah Claudia yang sepertinya masih sangat kesal.


Claudia yang mendengar itu langsung menatap sang suami dengan tatapan tak terbaca, dan tanpa basa basi ia langsung mencubit dengan keras perut Daniel.


“Argh…. Hei sayang sakitttt” ringis Daniel menepis tangan Claudia yang mencubit perutnya sedangkan Nore malah tertawa karena melihat sang ayah menjadi tempat amukan sang ibu.


“Hihihihi” kikik Leonore menahan tawanya dengan menutup mulutnya.


Sementara Daniel mengusap perutnya hasil bekas cubitan Claudia. Sementara Claudia sendiri tidak menanggapi pertanyaan Daniel bahkan ketika Daniel bertanya apa alasan sang istrinya mencubitnya secara tiba-tiba, Claudia malah membuang muka.


“Huffttt sabar Nielll. Untung dia istrimu kalau tidak sudah pasti ku buang” batin Daniel, ia hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan sang istri.


Tiba-tiba Nore meminta ingin meminta di belikan mainan gelembung air, kebetulan penjualnya melewati mereka. Daniel yang memang royal kepada putri kecilnya tanpa pikir panjang bahkan tanpa persetujuan Claudia, Daniel langsung membeli.


Tentu saja Nore langsung bersorak girang karena Daniel membelinya mainan tersebut.


“Jangan terlalu jauh girl” titah Daniel pada sang anak agar Leonore tidak bermain terlalu jauh dengan tujuan agar Daniel bisa mengawasi Leonore.


“Iya Dad ciaaaappp” jawab Nore mengangkat jempolnya pada sang ayah.


Melihat itu Daniel hanya tersenyum.


Melihat Leonore yang sedang asik dengan mainannya membuat Daniel berinisiatif mendekati Claudia. Tangannya terulur merangkul pundak sang istri. Sejenak Claudia menatap tangan Daniel yang merangkulnya dengan tatapan tajam namun Daniel tidak memedulikannya.


“Katakan ada apa, apa yang membuatmu kesal seperti ini?” ucap Daniel lembut memegang satu tangan Claudia sedangkan tangan yang satunya tetap merangkul mesra pundak sang istri.


Claudia terdiam sebentar, apa ia harus menceritakannya pada Daniel bahwa ia bertemu dengan Dessy tadi di toilet atau tidak. Namun hatinya lebih berat ingin menceritakan saja pada Daniel tanpa harus di tutup-tutupi.


“Dessy. Aku bertemu dengannya di toilet” Claudia langsung menatap manik Daniel yang saat ini juga sedang menatapnya.


Claudia menghela nafas pelan, setelah itu dia langsung menceritakan pertemuan dadakannya dengan Dessy dari awal sampai akhir tanpa menambah atau mengurangi.


Sedangkan Daniel manggut-manggut mendengar cerita Claudia sesekali matanya mengawasi Leonore yang bermain di depan mereka.


“Jadi kamu menggertak nya, hem?” tanya Daniel lembut sembari menyelipkan anak rambut Claudia yang sepertinya menari-nari tertiup angin.


“Tentu saja. Kenapa? Mas tidak terima?” tuduh Claudia dengan tatapan tajam.


“Tidak, tentu saja aku menerimanya. Ternyata wanitaku memiliki jiwa yang kuat. Tidak mau di tindas oleh orang lain” jawab Daniel mencubit pelan hidung mancung Claudia.


Mendengar itu, Claudia tersenyum tipis perasaannya sedikit menghangat mendengar penuturan sang suami.


“Aku itu orangnya baik Mas, tapi tidak untuk semua orang. Untuk orang yang berperangai seperti Dessy wanita mantan simpanan mu itu harus di ketok sedikit. Kalau perlu di banting biar sadar diri” jelasnya menggebu-gebu.


“Hahahaha” tawa renyah Daniel langsung keluar mendengar penuturan sang istri. Daniel langsung membawa Daniel ke dalam dekapannya.


“Kau sangat lucu sayang. Namun aku sangat bangga padamu. Perempuan yang menjaga miliknya” ucapnya mengecup kening Claudia.


Claudia hanya tersenyum seraya bersandar pada dada sang suami.


“Sepertinya kita harus memberinya pelajaran agar ia jera dan menjauh dari kehidupan kita. Menurutmu bagaimana?” tanya Daniel seraya mengelus pelan lengan Claudia.


“Terserah Mas saja baiknya bagaimana. Tapi kalau seandainya dia bertemu lagi denganku dan membuat bualan sampahnya. Ku pastikan aku akan menyumpal mulutnya itu dengan sepatuku.”


Daniel hanya mengangguk saja. Ia mengerti bagaimana kesalnya Claudia ketika bertemu dengan Dessy. Sejenak Daniel mengambil handphonenya dan mengetik pesan pada seseorang. Setelah itu dia menatap Claudia dan Leonore bergantian.


“Ku pastikan dia tidak akan menyakiti kalian sayang” batinnya berjanji pada dirinya sendiri.


Sementara dari jarak yang tidak jauh, Nore melambai-lambai pada Daniel dan Claudia bahkan berteriak “Dad….. Mom…… Ayo main” pekiknya dengan suara cempreng.


Claudia hanya melambai-lambai saja, sedangkan Daniel malah berdiri mungkin ingin menghampiri malaikat kecilnya.


“Ayo, mari membuat kenangan masa kecil Leonore jadi penuh warna kebahagiaan Clau” ucap Daniel lembut mengulurkan tangan kanannya pada Claudia yang masih setia duduk.


Claudia yang mendengar itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.


“Ayo” Claudia membalas uluran tangan itu dan menghampiri bocah perempuan yang sedang melompat bahagia karena melihat kedua malaikat yang membuat dirinya ada di dunia ini menjadi ada.


“Nore love Dad and Mom” pekiknya dengan suara keras ketika Daniel mengangkatnya ke atas udara.



Duh maap baru up ya kakak readers, kemarin sibuk ngerjain tugas kuliah yang deadline🤭🙊


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yaaaa🤗🤗❤️