Baby Girl CEO Genius

Baby Girl CEO Genius
Eps 38 Kesenangan dan Kesedihan



Note :


Bagian paling menyenangkan dalam hidupku adalah mengenalmu. Namun bagian paling menyedihkannya, aku tak pernah memilikimu.


DawnLover


.


.


Setelah kepergian Daniel dan Jo, kini tinggal Claudia, Matteo beserta Leonore. Kedua orang itu merampungkan makan siangnya dalam diam, sementara Leonore sedang asik memainkan ponsel Claudia dengan sesekali menguap.


“Mom, setelah ini kita pulang ya?” pinta Leonore pada Claudia yang sepertinya kelelahan dan ingin tidur siang.


“Of course baby” jawab Claudia sembari mengelus kepala Leonore dengan sayang.


“Nanti biar aku antar ya” sahut Matteo.


“Tidak perlu Matt, aku tadi bawa mobil. Jadi kau tak perlu mengantar” jujur Claudia, karena ketika ke café ini dia membawa mobil sendiri.


“Oh baiklah” jawab Matteo dengan tidak bersemangat.


“Girl, apa kau sangat ingin pulang tidak ingin bermain atau jalan-jalan sebentar dengan uncle?” tanya Matteo yang sepertinya ingin membujuk Leonore agar mereka tidak pulang cepat.


“No uncle, tadi Nore cudah belmain dan jalan-jalan belcama daddy dengan puas. Kapan-kapan caja ya” balas Nore tak lupa senyuman terukir di wajah cantiknya.


“Apa kau sangat bahagia Nore bermain bersama daddy mu?” tanya Matteo lagi.


“Of course uncle. Dia kan daddy Nore pastinya Nore akan bahagia apa lagi kalau mommy tadi ikut belcama kami maka Nore akan bahagia belkali-kali lipat hihihi” Nore sangat antuasias menjelaskannya pada Matteo, sedangkan Matteo sedikit tidak suka dengan perkataan Nore barusan. Matteo hanya menanggapinya dengan senyum tipis kemudian mengelus kepala Nore dengan sayang “Baiklah kalau begitu pulang dan istirahatlah bersama mommy, jangan merepotkan mommy ya kalau sudah di mansion”.


Mendengar itu Nore hanya mengangguk saja.


.


.


.


Saat ini Leonore dan Claudia berada di dalam mobil menuju perjalanan pulang. Claudia yang sedang asik menyetir dan Leonore yang sedang asik dengan ponsel milik Claudia.


“Mom, bolehkah Nore menghubungi daddy di cini?” pinta Nore pada Claudia sembari mengangkat ponsel itu di tangannya


“Untuk apa?”


“Ingin memastikan daddy cudah makan apa belum mom, Nore hawatil takut daddy belum makan” jelas Nore dengan antusias.


“Daddy mu itu sudah besar Nore, dia pasti akan makan kalau perutnya lapar dan keroncongan” Claudia hanya geleng-geleng kepala dengan perkataan Nore.


“Tidak mom, kata uncle Jo daddy akhil-akhil ini banyak cekali beban pikilan, kadang daddy cuka lupa makan kalena telalu acik bekelja” jelas Nore lagi.


Mendengar itu, Claudia langsung memandangi Nore dengan tatapan penuh tanya, sedangkan Nore hanya menganggukkan kepalanya pertanda bahwa apa yang ia katakan itu benar.


Claudia akhirnya mengiyakan permintaan Nore untuk menghubungi Daniel melalui ponselnya.


“Thank you mom” Nore sangat senang, dan tanpa menunggu lama ia membuka aplikasi WhatsApp mommy nya dan mencari kontak daddy nya di sana. Tak tanggung-tanggung, Nore langsung melakukan video call pada daddy nya.


Begitu panggilan tersambung, suara cempreng Leonore langsung memekik ponsel Daniel di seberang sana yang kebetulan sedang tersambung dengan speaker dan layar proyektor di meet room Daniel yang otomatis suara cempreng dan video panggilan itu bukan hanya di dengar dan dilihat oleh Daniel, melainkan semua orang yang berada di ruangan tersebut yang sedang mengikuti rapat bersama atasannya.


“Dadyyyyyyyyyyy” pekik Leonore dengan girangnya.


Daniel tersenyum hangat pada Nore yang sedang melakukan video call dengannya.


“Ya sayang, apa kalian sudah sampai di rumah” tanyanya dengan lembut.


“No dad. Ini masih di jalan belcama mommy” jelas Nore pada Daniel yang langsung memperlihatkan Claudia yang tengah fokus menyetir mobil.


Sontak saja, para karyawan yang ada di ruangan tersebut langsung tercengang karena mengetahui bahwa ibu dari anak atasan mereka itu adalah mantan istri Daniel.


“Lalu, kenapa menghubungi daddy girl? Apa ada sesuatu hal yang kamu tinggalkan di kantor tadi?”


“Nore hanya ingin memastikan apakah daddy cudah makan?” tanyanya dengan nada lembut.


Sejenak, Daniel terenyuh akan pertanyaan malaikat kecilnya. Daniel tidak menyangka kalau anak gadisnya akan bertanya padanya apakah sudah makan siang apa belum.


“Hiiiiiii dad, kenapa malah diammmm cih” cebik Nore tak suka karena daddy nya itu bukan malah menjawab pertanyaannya malah cosplay jadi orang bisu.


“Daddy mu itu berarti belum makan girl”. Bukan Daniel, Jo atau karyawan yang mengikuti rapat yang mengatakan itu melainkan Claudia yang sedang fokus menyetir.


Daniel yang mendengar itu tersenyum tipis. Bolehkan Daniel sedikit saja kegeeran? Bolehkah dia baper sedikit saja? Karena ucapan Claudia barusan membuat hatinya berbunga-bunga.


“Benalkah? Woaaahhh daddy pokoknya halus makan nanti cakit. Kalau cakit nanti Nore cedih tidak punya teman belmain” jelas Nore pada daddy nya. Bahkan mukanya seperti menunjukkan rona marah.


“Emm iya, daddy akan makan setelah rapat ini selesai” jawab Daniel yang sedang menyembunyikan rona bahagia di hatinya.


“Kami akan ke kantor mu untuk mengantar makan siang mu”. Dan lagi-lagi ucapan itu berasal dari Claudia sembari melirik arlojinya.


Dan jangan tanya bagaimana reaksi Daniel saat ini, dia sudah senyum mengembang, bahkan Jo yang ada di sebelahnya pun senyam-senyum mengerti kalau atasannya sedang bahagia.


“Woah benalkah mom. Belalti kita akan ke kantol daddy?” tanya Nore pada sang mommy.


“Iya sayang, tentu saja”.


Mendengar itu Nore langsung kegirangan dan bahagia “Daddy, panggilannya Nore tutup ya. Nore dan Mommy akan ke kantol daddy sekarang. See you dad”


“Iya girl. Hati-hati”. Dan ketika panggilan selesai, Daniel langsung berdiri dan berjingkrak yesss di hadapan karyawannya.


“Yes, yes, yes” ucap Daniel yang tak bisa menyembunyikan kegirangannya.


Sedangkan karyawan yang mengikuti rapat itu hanya terdiam dan tercengang melihat sang atasannya yang sedang jingkrak kesenangan.


Menyadari jika saat ini dirinya menjadi pusat perhatian, Daniel buru-buru duduk dengan penuh wibawanya di kursinya.


“Eheeem,, rapatnya kita cukupkan sampai di sini saja. Ada keperluan yang harus saya kerjakan sekarang” jelas Daniel. Sementara yang lain hanya manggut-manggut saja, mengerti kalau sebentar lagi atasannya akan kedatangan mantan istri.


.


.


Ruangan Daniel


“Jo, bagaimana penampilanku? Tanyanya pada asistennya yang sedang duduk diam di sofa ruangannya.


“Penampilanmu sudah bagus tuan” jujur Jo. Jo sendiri bingung, mengapa Daniel menjadi panik dan gerogi ketika bertemu dengan Claudia. Pada hal dua jam sebelumnya, mereka sudah bertemu di café.


“Jo, pastikan ruangan ku rapi dan kalau ada sesuatu hal yang tidak enak di lihat di ruangan ku, buang saja” ucap Daniel. Bukan apa-apa, Daniel hanya tidak ingin Claudia tak nyaman ketika Clau datang kembali di ruangan yang mana menjadi tempat pertengkaran hebat mereka.


“Sudah tuan, semuanya sudah rapi. Sebaiknya aku ke lobi menjemput nyonya Claudia dan nona kecil”


“Baiklah. Sebaiknya begitu” ucap Daniel. Dan tanpa menunggu lama, Jo langsung pamit keluar dari ruangan Daniel.


Sepeninggalan Jo, Daniel berdiri menghadap kaca yang menampilkan hiruk pikuk kota Jakarta. “Begini saja cukup. Aku sudah cukup merasa bahagia bila memandangmu dari kejauhan, dan aku cukup merasa terhormat apabila kamu masih memberiku sedikit perhatian”


.


.


Hai guysss,, maaf author baru up ya🤗🤗. Insyaallah hari ini kita up 3 bab🤩🤩


Semoga kalian suka yaaaaa… Btw visual Daniel author ubah ya, setelah mempertimbangkan satu dan dua hal lainnya😁.


Dan seperti biasa, jangan lupa bantu author melalui like, comment, vote, subcribe dan gift biar author makin semngat upp….🤩🤩💋💋