Baby Girl CEO Genius

Baby Girl CEO Genius
Eps 34 Bertamu



Note :


Kita tidak pernah benar-benar mengerti bagaimana cara kerja alam mempertemukan manusia yang satu dengan yang lainnya. Pada beberapa kesempatan dalam suatu perjalanan, garis kehidupanmu akan bersinggungan dengan garis kehidupan seseorang, kemudian membentuk sebuah titik temu.


Kita tidak pernah benar-benar tahu kapan, dimana, siapa, mengapa dan untuk apa. Satu hal yang terkadang luput dari ingatan kita, mereka hanya tamu yang harus segera pulang ke rumah. Beberapa dari mereka terkadang senang mengulur waktu.


Tanpa ada rasa dendam, apa yang ingin kamu utarakan kepada mereka yang pernah singgah, namun hanya sementara?


DawnLover ( ig : _dawnlover011 )


.


.


.


“Daddy” pekik Nore yang langsung berlari menghampiri Daniel yang baru keluar dari mobil lamborghini bmw nya.


“Happ… dapat” Daniel langsung mengangkat Leonore ke atas ketika gadis gembul nan manis itu merentangkan kedua tangannya pada daddy nya pertanda minta di gendong.


Leonore sangat girang dan amat senang, dia terus tersenyum bahkan tertawa sangat renyah ketika Daniel mengangkatnya tinggi-tinggi.


“Ayo, kita macuk ke dalam dad, mommy cedang calapan belcama oma” ucap Nore dalam gendongan daddy nya.


“Iya girl” jawab Daniel langsung masuk ke dalam mansion dengan posisi sedang menggendong si kecil Leonore.


Daniel langsung bertemu sapa dengan mantan mertuanya, ayah Agam yang sepertinya akan berangkat ke kantor.


“Loh nak Niel mau jemput Leonore ya?” tanya ayah Agam sembari mempersilahkan Daniel duduk.


“Iyah yah, eh om maksudnya” ucap Daniel meralat ucapannya.


Ayah Agam hanya terkekeh pelan karena ucapan Daniel barusan. “Panggil Ayah saja Niel, jangan merubah panggilan kami meski status mu bukan lagi menantu kami di rumah ini” terang ayah Agam pada Niel.


“I-iyah yah” jawab Niel kikuk sendiri.


“Opa mau ke kantol ya?” tanya Nore yang langsung berjalan ke arah opanya dan langsung duduk di pangkuan opa Agam.


“Iyah girl, apa Nore mau ikut opa ke kantor hum” tanya ayah Agam sembari mengelus pucuk rambut Leonore yang sudah di kepang cepol menjadi dua bagian.


“No opaa, Nore kan ikut daddy hali ini” jawab Nore memandang wajah opa Agam sembari memegang jakun opa Agam.


“Hahaha baiklah. Jangan merepotkan daddy mu ya” ayah Agam tertawa renyah dengan tingkah Nore.


“Baik opa” jawab Nore memeluk sang opa.


Tak lama, bunda Lara datang ke ruang tengah dan berbincang sedikit dengan Daniel dan tak lama bunda Lara dan ayah Agam ke luar menuju teras karena ayah Agam harus berangkat ke kantor.


“Niel, sarapanlah terlebih dahulu, bunda yakin kamu pasti belum sarapan kan ketika berangkat ke sini. Di belakang Claudia juga sedang sarapan, susul saja tidak perlu canggung” ucap bunda pada Niel yang sepertinya sedang kikuk-kikuk harus bagaimana setelah ini.


Mendengar itu, Nore langsung menarik tangan daddy nya “ayo dad salapan bial kita bica cepat belangkat sepelti opa”.


Bunda Lara hanya menggeleng pelan sedangkan Daniel mau tidak mau mengikuti Nore yang terus menarik tangannya.


“Terimakasih bun, saya ke sana dulu” pamit Daniel santun sedangkan bunda Lara hanya menggangguk sambil tersenyum ramah.


Claudia yang sedang asik memakan nasi goreng seketika berhenti ketika Daniel dan Nore datang menghampirinya ke meja makan.


“Mom, dad salapan di cini ya” ucap Nore pada sang mommy. Sedangkan Claudia hanya ber-oh ria saja “Oh iya gapapa” jawabnya singkat.


Daniel terlihat canggung dengan situasi saat ini, Nore yang sedang duduk di sampingnya dan Claudia yang duduk tepat berhadapan di depannya saat ini, penghalang mereka hanya meja saja.


Melihat Daddy nya yang hanya diam kaku saja melihat Claudia yang sudah melanjutkan kembali makannya, Nore bertanya pada daddy nya “Dad, mau calapan apa? Mau loti apa naci goleng sepelti mommy?”


Daniel yang berencana ingin menjawab pertanyaan yang di lontarkan sang anak, malah Claudia yang menjawab “Daddy mu itu lebih suka makan nasi di pagi hari baby girl” ucap Clau tanpa sadar.


Claudia yang baru bicara seperti itu, langsung tersadar dengan apa yang baru dia katakan barusan. Ia melihat Daniel menatapnya dengan dalam, sekilas tatapan mereka beradu dalam seperkian detik namun jadi ambyar ketika mendengar suara cempreng Nore yang memanggil Daniel.


Kedua orang itu kemudian langsung memakan sarapannya dengan khusuk walau sesekali Daniel mencuri-curi pandang pada Claudia di selingi senyuman hangat tercetak di wajahnya.


Sedangkan Nore, sedang asik dengan ponsel milik daddy nya. Entahlah apa yang sedang di otak atik oleh gadis mungil nan gembul itu.


.


.


.


“Aku pamit membawa Nore hari ini, aku akan memulangkannya sebelum malam. Jadi tenang saja” ucap Daniel pada Claudia yang sedang menunggu keberangkatan mereka sedangkan Nore sudah lebih dulu masuk di dalam mobil bagian depan di samping tempat duduk daddy nya.


“Iya. Jangan lupa membuat susu untuknya dan jangan melupakan makan siangnya serta tidur siangnya. Semua kebutuhannya sudah aku masukkan di dalam tas tadi jadi kau tidak akan kewalahan” pesan Claudia pada Niel.


“Iya. Aku pasti akan ingat” jawab Niel dengan mantap.


“Bye bye mom, jangan lindu pada Nore ya” ucap Nore yang menyembulkan kepalanya di jendela kaca mobil.


“Hemmm iya sayang” jawab Clau langsung mencium pipi Nore bertubi-tubi.


“Aku pamit ya dan maaf juga jika aku bertamu sepagi ini di mansion”


“Ya. Tak masalah”


Daniel dan Nore langsung berangkat ketika sudah pamit pada Claudia.


Clau memandang mobil Daniel yang sudah tak terlihat lagi dari pandangannya, sejenak dia menghela nafasnya karena ia merasa bingung setelah ini dia akan melakukan apa, karena biasanya kegiatannya sehar-hari hanya bersama dengan Leonore. Sedangkan Nore hari ini akan bersama dengan daddy nya.


Dan di sinilah Claudia sekarang, di dalam kamarnya sedang berguling-guling di ranjang empuknya. Ia sesekali menatap langit-langit dan dinding kamar. “Hufffft membosankan” lirih Claudia yang langsung membenamkan wajah cantiknya di bantal.


Tak lama dering notifikasi dari ponsel Claudia berbunyi, ia segera melihat notifikasi yang masuk di ponselnya. Ternyata ada 1 notifikasi dari aplikasi WhatsApp nya


Matteo :


Cia apa kamu sibuk hari ini?😀


Tanpa pikir panjang Claudia langsung membalas pesan dari Matteo.


Tidak, aku tidak sibuk Matt. Kenapa?🙄


Tak lama, Matteo langsung membalas pesan dari Claudia


“Kalau begitu ayo bertemu. Kita sudah lama tak bertemu.😁 Jangan lupa ajak si gemoi Nore ya”


Sejenak Claudia berpikir, apa ia harus menyetujui permintaan Matteo. Lagian Nore kan sedang tidak ada, Nore sedang bersama dengan daddy nya. Tapi kalau di pikir-pikir akhirnya Claudia mengiyakan saja karena ketimbang ia gabut sendiri hari ini.


“Baiklah, tapi Nore tidak bisa aku ajak. Dia sedang bersama dengan daddy untuk hari ini”


Matteo langsung mambalas


“Daddy Nore? Maksudmu Daniel?”🤨


“Iya” balas Claudia singkat


“Baiklah tak masalah. Aku akan menjemputmu jam 11 siang. Bersiap-siaplah sekarang. Dan ya, sepertinya kau harus bercerita banyak padaku hari ini apalagi mengenai Niel😏” putus Matteo di pesannya. Sedangkan Claudia tidak menanggapi lagi melalui kata-kata hanya melalui emoji saja.


"😌"


.


.


Hai-hai semua, author mau nyapa para pembaca lagi nih di pagi senin😀😀. Sebelumnya terimakasih untuk dukungannya ya sehingga novel pertama aku masuk ranking author baru nomor 1❤️❤️👏. Jujur aku senang banget, dan aku bisa sampai di titik itu pun karena para pembaca yanng selalu setia menanti kelanjutan cerita ini🤗🤗. Terimakasih ya semua mohon dukungannya selalu. Maaf juga kalo terkadang jalan ceritanya kurang memuaskan di hati para pembaca. Tapi plis, kalo emang ga memuaskan jangan di rate sampe bintang 3 ya. Huhuhu sedih banget jadinya😭😭. Ya walapun itu memang hak dari kakak-kakak pembaca. Tapi mohon kerjasama dan dukungannya ya. Karena aku baru pemula banget buat novelnya.🤗🤩🤩🤩


Terakhir, dukung author selalu ya dengan like, comment, vote, gift serta rate biar rankingnya selalu awet uhuuyyy💋💋🤩( ratenya yang bagus tapi yah heheeh biar author senang dan makin semangat up nya😁😁😜)