Baby Girl CEO Genius

Baby Girl CEO Genius
Eps 53 Ikrar Janji Suci Pernikahan



Note :


Menikah bukan tentang seberapa dekat kamu dengannya, bukan seberapa lama kamu menjalin hubungan dengannya dan bukan seberapa jauh kamu mengenal tentangnya.


Tapi, perihal seberapa yakin kamu mau memulai hidup bersamanya, seberapa siap kamu memulai hidup bersamanya, seberapa siap kamu menerima setiap kekurangannya.


Karena jika suatu saat ketika cinta dan rasa itu memudar, kamu masih memiliki keyakinan bahwa surga adalah garis finish yang harus kamu tuju bersamanya.


DawnLover ( ig : _dawnlover011 )


.


.


Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba, momen sakral untuk ikatan janji pernikahan antara Daniel dan juga Claudia hari ini yan di lakukan di luar ruangan dengan konsep pernikahan outdoor dengan dominan warna putih.



Tamu undangan pun sudah duduk sedang menanti pengantin perempuan untuk menaiki altar bersanding dengan calon teman hidupnya.


Saat ini Daniel sudah berdiri tegak di tengah pelaminan nuansa outdoor dengan balutan jas pernikahan berwarna putih yang di padu padankan dengan dasi gold di sertai bunga yang bertengger di saku dada jas sebelah kiri. Sedikit gugup bercampur gerogi pada hal ini adalah kedua kali nya Daniel melakukan ikatan pernikahan dengan orang yang sama pula. Namun untuk yang kedua kali ini terasa lebih mendebarkan di banding dengan yang pertama. MC yang memandu berjalannya acara mempersilahkan para tamu untuk berdiri menyambut sang pengantin wanita.


Ya, Claudia saat ini sudah berdiri dan bersiap untuk melangkah dengan pelan mendekati sang teman hidup. Claudia yang begitu cantik dan anggun, tentu saja semua tamu yang melihatnya langsung terposana dengan paras cantik Claudia dengan make up tipis tapi tetap cantik apalagi dengan balutan wedding dress lace applique bridal gaun strapless sweetheart neckline. Gaun wedding dress berwarna putih tanpa lengan aksen permata di setiap gaunnya yang menjuntai ke tanah. Tangannya memegang buket bunga dengan desain biedermeier. Konsep bunga yang mengusung warna yang menyala-nyala sehingga pancaran warna buket bunga ini semakin membuat Claudia sempurna dan mempesona. Senyuman sudah terukir indah di wajah cantik Claudia, saat ia hendak melangkah pelan mendekati Daniel yang tengah berdiri menunggunya di tengah panggung di selingi nyanyian Beautiful In White, hal itu semakin membuat suasana menjadi semakin romantis.


“Kenapa calon istri orang cantik sekali” gumam Matteo yang berdiri menyaksikan Claudia yang saat ini sedang berjalan mendekati Daniel.


“Itu bukan calon lagi. Tapi akan menjadi istri dari Daniel beberapa menit ke depan. Sebaiknya perasaanmu itu harus kau kubur saja, jangan berusaha menjadi pebinor. Ya kali ganteng-ganteng pebinor” balas Tania yang kebetulan duduk bersebelahan dengan Matteo.


Matteo yang mendengar itu langsung terbelalak kesal karena omongan perempuan di sampingnya, Matteo langsung menurunkan sedikit kacamatanya dan menatap Tania “Kau berbicara padaku?” tanya Matteo dengan suara pelan. Tania yang mendengar itu hanya melirik sekilas Matteo kemudian mengangkat kedua bahunya pertanda ia acuh, ia lebih fokus dengan gawai di tangannya mengabadikan momen pernikahan Claudia.


“Dasar sinnting” gerutu Matteo dalam hati.


Tepat saat ini Claudia sudah berdiri berhadapan dengan Daniel dengan senyum teduhnya, Daniel lantas mengulurkan tangan kanannya menyabut Claudia dan tentu saja Claudia membalas uluran tangan itu


“Kau selalu cantik sayang” bisik Daniel di telinga Claudia sedangkan Claudia hanya malu-malu menanggapi ucapan dari Daniel.


“Love you Dad, love you Mom” ucap Leonore membentuk tangannya dalam bentuk hati.


“We love you more my little girl” ucap Claudia dan Daniel setengah berbisik.


.


.


Saat ini momen sakral perjanjian nikah Daniel dan Claudia, mereka berdua sudah menghadap pastor yang siap memberkati mereka. Daniel terlebih dahulu mengucapkan janji suci pernikahannya kepada Claudia.


“Saya Daniel Kingston mengambil engkau Claudia Violencia sebagai istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus.” Ucap Daniel dengan sedikit haru bahkan pelupuk matanya sudah tergenang bening air mata yang siap meluncur membasahi pipi lelaki tampan itu.


Claudia yang mendengar janji pernikahannya itu tak dapat membendung air matanya, sungguh keadaan seketika berubah menjadi mellow. Entah kenapa di setiap janji pernikahan yang kudus tetap saja akan ada suasana haru dan sedih apa lagi saat ini suasana pengucapan janji pernikahan itu di selingi dengan instrumen musik A thousand Years yang di populerkan oleh Christina Perri.


Sedikit bercerita tentang makna dari lagu A thousand Years ini juga pastinya sudah sangat tidak asing bagi kita, bercerita tentang cinta abadi, sebuah cinta yang tak terbatas yang akan berlangsung ribuan tahun lamanya. Cinta abadi yang bisa di dapatkan lewat jalinan pernikahan. Karena hanya dalam pernikahan dua orang dapat berikrar sehidup semati, menjalani hari-hari bersama pasangan hingga tua nanti, hingga ajal menjemput, sampai surga mempertemukan kita dengan pasangan kita kembali dan menjadikan cinta kita kekal abadi.


(Oke kita lanjut kan kembali sesi pengucapan ikrar janji pernikahan Daniel & Claudia ya😃🤗)


Setelah Daniel mengucapkan janji pernikahannya, pastor memberikan instruksi kepada Claudia untuk mengucapkan janji pernikahannya.


“Saya Claudia Violencia menerima engkau Daniel Kingston sebagai suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus.” Ucapan Claudia yang sedikit terbata-bata karena tak dapa menahan haru sekaligus bahagia yang menyeruak secara bersamaan.


Setelah pasangan itu mengucapkan janji pernikahan itu, sang pastor melirik Leonore yang sudah siap berjalan mendekati dua pengantin yang baru saja mengungkapkan janji pernikahan mereka.


Bunda Lara menyerahkan sebuah tempat cincian yang sangat unik berbentuk sarang burung di desain dengan estetik, adanya permata dan pita yang menghiasai sarang buruk itu yang di tengahnya terdapat dua cincin yang di desain secara unik dan mewah. Begitu sederhana, alami namun sangat bermakna dan estetik.


“Sayang, pelan-pelan jalannya ya, serahkan ini pada pastor” bisik sang oma pada Leonore.


Nore yang hanya mengangguk antusias. Tangan mungilnya langsung sigap mengambil tempat cincin yang di serahkan omanya.


Ia kemudian berjalan perhalan dan berhenti tepat di samping pastor, Leonore berdiri di sebuah tangga yang di bentuk khusus untuk dirinya, tidak terlalu tinggi hanya untuk sekedar gadis cantik itu sedikit terlihat di antara orang dewasa.


“Thankyou so much little girl” ucap sang pastor mengambil satu cincin. Leonore hanya tersenyum sambil berkata “My pleasure pastor”