
Note :
Kebersamaan keluarga menjadi sempurna manakala senyuman tiap orang di dalamnya penuh dengan keikhlasan dan saling menyayangi.
DawnLover ( ig : _dawnlover011 )
.
.
.
Tanpa pikir panjang baik Claudia maupun Daniel langsung memeluk erat tubuh mungil Leonore yang duduk di tengah-tengah mereka. Leonore malah semakin senang karena mendapat pelukan secara bersamaan dari kedua malaikat yang telah membuat dirinya bisa ada di dunia ini.
“Dad, Mom, Nore pengen kita belkumpul catu lumah cepelti di gambar Nore ini” ucap Nore dengan suara lembut.
Bukannya menjawab ucapan Nore, Daniel dan Claudia malah semakin mengeratkan pelukannya pada Leonore bahkan lelehan bening air mata jatuh tanpa permisi di pipi mulus Claudia. Bahkan tanpa mereka sadari pula, Claudia dan Daniel saling memeluk satu sama lain bahkan tangan Daniel yan satu terulur mengelus pelan punggung Claudia.
“Dad, Mom, kenapa kalian jadi cedih?” tanya Leonore bingung karena kedua orang tuanya malah menangis.
Mendengar penuturan Leonore barusan, membuat Claudia dan Daniel langsung bertukar pandang dan menyadari jika saat ini tangan mereka saling merangkul satu sama lain. Claudia yang menyadarinya terlebih dahulu akhirnya mengurai pelukannya dan di ikuti Daniel.
“Baby girl, apa kau sangat bahagia dengan hasil gambar ini?” tanya Claudia dengan sangat lembut di sertai senyuman teduh yang menghiasi wajahnya.
“Iya Mom, Nore cangat bahagia apa lagi jika kita beltiga bisa belcama-cama cama cepelti di gambal ini” tunjuk Nore pada gambar yang telah di warnainya kemudian memandangi wajah Daddy dan Mommy nya.
“Nore sayang, bukankah kita sekarang juga sedang bersama-sama seperti di gambar ini, lihat di sini ada Mommy dan juga Daddy. Berarti Nore sudah sangat bahagia kan?” kali ini Daniel yang bertanya pada Nore.
Leonore yang mendengar itu hanya menggeleng lemah. Leonore mendongakkan kepalanya untuk menatap Daddy dan Mommy nya bergantian.
“Nore memang bahagia Dad kalena saat ini kita cedang belkumpul. Tapi tetap caja Nore akan tetap belcedih kalena ujung-ujungnya tetap belpisah. Daddy dan Mommy memiliki lumah yang belbeda. Nore ingin kita punya catu lumah caja, menghabiskan waktu belcama cepelti keluarga kaltun yang celing Nore tonton di Youtobe. Jadi Nore tidak akan kecapean dan bingung akan tinggal dimana, apa di lumah Daddy atau Mommy” Jelas Nore pada sang Daddy dan Claudia.
“Sayang…” lirih Claudia dengan suara yang tercekat di tenggorokannya dan langsung membawa Leonore ke dalam pelukannya. Mendengar penuturan Nore kecil, hatinya terasa sakit, ya sangat sakit sekali. Bagaimana bisa anak kecil yang baru berumur 2 tahun lebih bisa merasakan dan menyelami perasaan sedih seperti itu. Claudia tidak pernah berpikiran jauh seperti ini. Ia seakan tanpa sengaja menyakiti dan menyayat hati putri kecilnya.
Nore yang mendapatkan pelukan dari Claudia langsung membalas pelukan tersebut.
“Bicakah kita tinggal belcama caja Mom, telepas Mom dan Dad sedang punya macalah cekalang?” tanya Nore di sela-sela pelukannya dengan Claudia.
Dunia orang dewasa tidak selurus dunia anak-anak yang lima menit bertengkar, lima menit kemudian sudah kembali bermain bersama. Dunia orang dewasa ibarat bagaikan sebutir bawang merah yang berlapis-lapis oleh ego, keras kepala oleh argumen, bertumpuk pembenaran dan hal-hal yang boleh jadi tidak akan bisa di pahami oleh anak kecil.
Melihat Claudia yang hanya diam saja enggan menjawab pertanyaan dari sang anak, Daniel akhirnya membuka suara.
“Sayang, maafkan Daddy dan Mommy yang telah membuat Nore harus sedih dengan keadaan pelik saat ini. Maafkan keegoisan Daddy yang membuat hubungan keluarga kita menjadi retak. Daddy lah penyebab keadaan ini terjadi” sesal Daniel dengan wajah sendu di sertai tatapan mata yang berkaca-kaca. Tangannya terulur mengelus pucuk kepala sang anak kemudian menatap Claudia.
“Claudia maafkan aku, sungguh aku menyesali semuanya. Ketika aku melakukan kesalahan ku dulu, aku tidak memikirkan ke depannya konsekuensi apa yang akan terjadi” sesal Daniel berada di ambang ketidakberdayaannya dalam memulihkan keadaan yang sudah di buatnya retak.
Claudia yang mendengar itu hanya tersenyum, ia mengurai pelukannya pada sang anak, begitu pula Nore yang saat ini sedang memandangi sang Daddy.
“Sudahlah jangan menyalahkan dirimu terus. Semuanya sudah berlalu, aku sudah ikhlas sepenuhnya. Sudah ku ikhlaskan sepenuh hati menepikan perasaan benci itu dan meruntuhkan ego yang kadang kala membuncah batin ku” ucap Claudia bijak dan memang seperti itulah yang di rasakan nya sekarang.
Daniel seakan dapat angin segar seakan kata-kata yang di lontarkan Claudia barusan membuat hatinya sejuk bahkan ketika Daniel menatap mata Claudia yang sedang menatap dirinya, Daniel melihat bahwa tatapan itu tulus, tak ada kebohongan bahkan tatapan itu tidak menghindar ketika kedua tatapan itu beradu.
Sedangkan Leonore, dirinya hanya menyimak saja obrolan kedua orang dewasa itu, tapi dalam hati anak itu berdoa supaya Daddy dan Mommy nya kembali rujuk. Anak kecil itu tahu kalau Daddy dan Mommy nya sudah berpisah sejak lama bahkan sebelum dirinya masih berada dalam kandungan sang ibu. Lantas bagaimana anak kecil tersebut mengerti akan hal seperti itu? Tentu saja berbekal media youtobe di tambah dia sesekali bertanya pada orang-orang sekitarnya seperti opa dan omanya apa lagi sekarang dirinya memiliki pengasuh yang siap menjawab pertanyaan anak kecil tersebut.
Daniel mengepalkan kedua tangannya berusaha mengumpulkan keberanian mengungkapkan perasaannya saat ini. Ia tidak ingin tersiksa dan membohongi dirinya terus menerus, apa lagi keinginan Leonore yang secara tidak langsung menginginkan mereka rujuk dan bersama seperti dulu lagi.
Bagaimana reaksi Claudia setelah ini ia hanya pasrah saja, setidaknya ia sudah mengungkapkannya. Karena selama ini Daniel hanya memperhatikan ibu dari anaknya ini secara diam-diam, mendoakannya setiap hari dan mencintai pula secara rahasia.
“Clau, bolehkah aku egois sedikit lagi?” tanyanya dengan ragu, takut perempuan itu marah.
Claudia malah bingung, ia menyerngitkan keningnya, “Egois bagaimana lagi Niel?”.
Daniel terdiam sebentar, dirinya berusaha menetralisir degup jantungnya yang sudah tidak karuan.
“Apa Niel, kenapa kau malah diam?” tanya Claudia lagi.
“I-iini, bisakah kita seperti dulu lagi seperti 3 tahun sebelumnya” jawab Daniel serius menatap Claudia.
Claudia yang mendengar itu malah terdiam, entahlah degup jantung perempuan serasa berhenti untuk memompa setiap aliran darah dalam tubuhnya. Ia sudah tahu kemana arah pembicaraan pria di hadapannya saat ini.
“Clau, jangan salah paham dulu tentang aku. Aku tidak berniat mempermainkan atau menyakiti dirimu kembali. Sungguh” ucap Daniel cepat takut Claudia marah besar karena respon perempuan itu hanya diam saja.
“Aku mencintaimu terlepas dari kesalahan ku di masa lalu. Cintaku padamu tetap sama bahkan mungkin semakin besar bukan karena adanya Leonore. Tapi rasa cinta itu semakin membesar ketika jarak menjadi pemisah kita. Aku menyadari bagaimananya tersiksanya aku ketika berpisah darimu terlebih lagi hadirnya Leonore di tengah-tengah kita. Izinkan aku menjadi teman hidupmu kembali dan memenuhi keinginan Leonore yang menginginkan keluarga yang utuh”