
Note :
Ikhlaskan aja karena tidak setiap dua bisa menjadi satu.
Terkadang kita di pertemukan kepada orang yang hanya untuk saling kenal, saling jaga.
Udah hanya sebatas itu saja. Tidak lebih.
DawnLover
.
.
.
Jika Daniel dan Claudia sedang sibuk dengan liburan khusus mereka, berbeda halnya dengan Matteo yang saat ini sedang berada di bandara internasional Jakarta. Pria berperawakan tinggi dan dingin itu datang ke Indonesia untuk menemui anak mungil yang pernah ia jaga dulu, Leonore Kingston sekaligus menemui seseorang yang mungkin membuat dirinya kepikiran terus.
Kedatangannya di Indonesia sendiri juga sudah di ketahui oleh Daniel dan Claudia, dan tentu saja itu tidak di permasalahkan justru membuat Daniel semakin tenang jika Leonore bisa mereka tinggal lebih lama karena kehadiran Matteo.
Untuk kedatangannya sendiri, Leonore tidak tahu sama sekali karena itu permintaan Matteo karena ingin memberikan kejutan anak kecil yang manis itu.
.
.
Saat ini Matteo sedang berada di dalam mobil bmw berwarna hitam miliknya. Matteo sedang menanti anak kecil keluar dari ruangan preschool nya.
Ya, setelah Matteo sampai di Indonesia ia langsung datang menemui keluarga Daniel karena untuk beberapa hari ke depan Matteo akan tinggal di mansion milik Daniel sekaligus bisa melepaskan rindunya untuk si kecil Leonore.
“Akhirnya keluar juga” gumam Matteo melihat beberapa anak kecil yang seumuran dengan Leonore keluar dari ruangan belajar mereka, hingga Matteo melihat Leonore keluar dengan memeluk tempat minumnya yang berbentuk beruang.
“Astaga anak itu kenapa lucu sekali” Matteo tersenyum melihat penampilan Leonore yang terlampau lucu di matanya. Bagaimana tidak, rambut Leonore di cepol dan di bagi dua dengan aksesoris pita hello kitty tak lupa juga poni tipis-tipis di jidatnya, menggunakan rok korea mini skirt berwarna hitam dengan baju rajut yang di padukan kemeja berwarna pink, sepatu flatshoes berwarna coklat dan tak lupa tas gendongnya bermotif beruang putih.
Leonore sendiri sedang bingung karena tengah mencari Nanny nya, Laonore terus mengedarkan pandangannya untuk mencari namun tak kunjung ia lihat.
Karena dirinya yang sibuk mencari seseorang hingga ia tidak menyadari sosok pria gagah dan tampan sedang berdiri di belakang Leonore. Pria tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Matteo.
Iseng-iseng, Matteo mencolek punggung Leonore yang tengah membelakanginya. Namun Leonore tidak menanggapinya. Karena gemas Matteo langsung mencubit gemas pipi bakpao milik Leonore.
“Aduuh cakit tahu” gerutu Nore langsung melihat ke belakang siapa yang sudah berani mencubit pipi mulusnya dan setelah berbalik bukannya marah atau kesal, tapi Leonore langsung tersenyum mengembang dan memeluk kaki jenjang milik Matteo.
“Uncle Teo” pekiknya menatap Matteo yang tengah mengelus rambutnya.
“Hem, apa kau merindukanku gadis kecil?” tanya Matteo pada Nore sembari memegang tangan anak kecil itu, menuntunnya masuk ke dalam mobil.
“Tentu caja Nore melindukan Uncle. Tapi lebih tepatnya lindu menghabickan uang Uncle hihii” balas Nore tertawa kecil.
“Sudah ku duga.”
Tak butuh waktu lama, mobil milik Matteo langsung ke luar dari pekarangan sekolah Leonore. Sempat bertanya perihal kenapa Matteo yang menjemputnya, dimana Nanny dan Pak Supir yang selalu mengantar dan menjemputnya akhirnya Matteo menjelaskan bahwa dirinyalah yang ingin menjemput Nore setelah pulang sekolah bahkan sudah memberi tahunya pada orang rumah bahkan pada Daniel dan Claudia.
“Baby girl, apa kau sangat lapar sekarang?” tanya Matteo di sela-sela dirinya fokus mengemudi mobil.
“No Uncle. Nore macih kenyang kalena cudah makan bekal yang di ciapkan Oma tadi” balas Nore sembari melihat pemandangan di luar mobil.
“Memangnya baby girl sudah bisa makan sendiri?”
Mendengar itu, Matteo hanya geleng-geleng kepala karena penjelasan Leonore yang terakhir.
“Oh iya, sayang kita akan menemui seseorang nanti di restoran. Uncle yakin Nore pasti mengenalnya” Matteo memberitahu Leonore karena mereka tidak akan langsung pulang tapi akan menemui seseorang.
“Oh begitu. Nore cudah duga pantas caja jalan pulangnya beda hehehe” cengir Nore duduk anteng seraya meminum minumannya yang tersisa.
.
.
.
Tak butuh waktu lama mereka sampai di restoran yang cukup terkenal di kawasan Jakarta.
Matteo langsung menggendong Leonore masuk ke dalam restoran supaya mereka lebih cepat dari pada harus menunggu langkah anak kecil itu, bisa di pastikan akan memakan waktu yang lama.
“Maaf menunggu lama” ucap Matteo ketika sampai di meja yang sudah di huni oleh perempuan berambut pendek dengan pakaian yang cukup sopan, menggunakan dress dengan lengan panjang dan panjangnya di bawah lutut.
Matteo langsung mendudukkan Leonore di kursi kosong tepat di sampingnya.
“Loh onti Deccy di cini juga” Leonore cukup terkejut karena ternyata orang yang mereka temui adalah Dessy.
Dessy hanya tersenyum seraya melambai saja pada Nore. Pandangannya kembali tertuju pada Matteo.
“Kenapa tidak memberitahu ku jika kau datang bersama Nore” Dessy menuntut penjelasan pada Matteo yang sedang sibuk memilih menu makanan yang akan di pesannya.
“Itu tidak ada bedanya sama sekali. Aku mengajaknya karena aku berencana mengajak Nore bermain setelah aku menemuimu” jelas Matteo pada Dessy. Dessy yang mendengar itu hanya mengangguk paham saja.
Setelah Matteo sibuk untuk memasan makanan untuk mereka bertiga akhirnya mereka memulai obrolan mereka. Tapi sebelum itu, Matteo memberikan ponselnya pada Nore supaya anak itu tidak bosan menunggu pesanan makanan mereka.
“Jadi, kau benar-benar pergi atau hanya alibimu saja” ucap Matteo dingin seraya menyilangkan kaki dan tangannya.
“Aku benar-benar pergi Matt. Sudah saatnya aku sadar diri” jawab Dessy singkat, bahkan ia tidak marah atau tersinggung dengan perkataan Matteo barusan.
“Baguslah” jawab Matteo singkat dengan senyum tipis di wajahnya yang hampir tak terlihat.
“Aku akan pergi ke London untuk memulai hidup baru ku di sana. Aku harap ini keputusan yang paling baik untuk hidupku dan aku berharap di sana aku bisa menemukan tujuan hidupku.”
“Hem. Kadang kita memang butuh di tampar oleh kenyataan untuk sadar dan kembali ke track hidup kita. Apa tujuan hidup kita, apa sebenarnya yang kita inginkan dalam hidup ini” jelas Dessy dengan suara melemah dan rasanya ingin menangis. Namun ia masih berusaha tertawa walau pada akhirnya tawanya jatuh sepreti tertawa getir menutupi kebodohannya selama ini.
Setelah beberapa hari terakhir setelah pertemuannya dengan Leonore, anak dari Daniel dan Claudia. Akhirnya dia mengambil keputusan besar dalam hidupnya untuk berhenti menjadi duri dalam kehidupan orang lain. Ia sadar, cara yang ia lakukan untuk mendapatkan kebahagiaan adalah cara yang salah dengan merebut kebahagiaan orang lain. Dirinya tinggal sendiri meski sebenarnya keluarga besarnya masih ada. Namun ia sudah bertekad untuk tidak kembali lagi pada keluarganya, karena bagi Dessy sendiri kembali ke rumah masa kecilnya sama saja kembali menyiksa batinnya. Dessy memang seorang anak broken home di usia 7 tahun, anak yang selalu di cap sebagai pembawa sial dan di anggap tidak akan pernah sukses.
Oleh karena itu, watak Dessy terbentuk dengan tidak benar hanya karena masa lalunya.
“Aku senang kau akhirnya kembali ke jalan yang benar. Semoga kau menemukan kebahagiaanmu yang sesungguhnya di tempat tujuanmu” ucap Matteo tulus pada Dessy.
.
.
.
Yuhuuuu😚😚😚😚…. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarnya yah kakak sayang.