Baby Girl CEO Genius

Baby Girl CEO Genius
Eps 76 Kagum



Note :


Bahagianya perempuan itu bukanlah berada di tempat mewah, tetapi bahagia mereka saat dirinya di hargai dan perasaannya di jaga.


DawnLover


.


.


.


Di negara yang berbeda,


Daniel dan Claudia masih berada dalam selimut tebal, sama-sama dalam keadaan polos tanpa sehelai benang. Keduanya masih berpelukan, Claudia yang menyandarkan kepalanya di dada Daniel seraya mengelus halus kulit dada Daniel.


Sedangkan Daniel sibuk mengelus rambut indah Claudia, sesekali mengecupnya dengan sayang.


“Em, Mas?” lirih Claudia dengan suara pelan namun masih bisa di dengar oleh Daniel.


“Iya ada apa sayang? Apa kau mau sesuatu?” Daniel lantas menatap Claudia yang saat ini sedang menatapnya pula.


“Apa Mas tidak kepikiran tentang kabar yang di beritahukan oleh Matteo tadi tentang Dessy?” cicit Claudia menunggu respon suaminya.


“Kenapa harus kepikiran memangnya?” Daniel malah bertanya balik. Daniel sedikit bingung dengan pertanyaan yang di berikan Claudia padanya.


“Apa Mas tidak kasihan padanya?.”


Daniel lalu menghela nafas kasar, ia lalu mengambil posisi duduk dan bersandar pada headboard kepala ranjang, sedangkan Claudia masih betah pada posisinya.


“Claudia, mungkin untuk pertanyaanmu yang tadi tentang kasihan pada Claudia. Mungkin kasihan pasti ada tapi hanya sekedar itu saja. Tidak lebih” jelas Daniel ia takut Claudia berpikiran yang aneh-aneh.


“Aku kasihan padanya Mas. Dia tidak punya siapa-siapa sekarang” gundah Dessy seraya memeluk erat pinggang Daniel.


“Sudahlah sayang, jangan terlalu memikirkan orang lain. Biarkan itu menjadi urusannya” putus Daniel enggan membahas Dessy. Karena baginya itu sangat tidak penting.


“Sayang, perlu kau ingat kita berhak menjauh dari hal yang membuat kita sakit” tegas Daniel pada sang istri, Daniel takut Claudia berencana membantu Dessy atau tentang apalah itu. Ia tidak mau Claudia berurusan dengan perempuan itu, meski kemarin mereka sudah memutuskan untuk memaafkan Dessy namun bukan berarti mereka tidak waspada lagi terhadap wanita itu. Hati orang tidak ada yang tahu, jangan sampai jatuh ke lubang yang sama, itulah yang di pikirkan Daniel saat ini.


Sejenak Claudia berpikir, memang benar apa yang di katakan suaminya.


“Jadi kita harus bagaimana Mas?” tanya Claudia pada suaminya.


“Ya tidak gimana-gimana. Jika ada perasaan kasihan itu memang wajar. Tapi hanya itu saja selebihnya jangan. Apa lagi berpikir mengajaknya masuk ke dalam kehidupan kita” jelas Daniel seraya mencuri satu kecupan di bibir ranum Claudia.


Claudia yang mendapat perlakuan dadakan seperti itu langsung salah tingakah dan mencubit pelan pinggang Daniel. Sedangkan Daniel hanya senyum-senyum saja.


“Sayang, perlu kau tahu manusia itu sama seperti buku, ada yang menipu kita dengan covernya dan ada pula yang mengejutkan kita dengan isinya” ucap Daniel serius.


Mendengar itu, Claudia langsung mengembangkan senyumnya dan kembali bertanya pada Daniel.


“Jadi, kau tidak akan mengajak Dessy atau Dessy yang lainnya lagi ke dalam kehidupan keluarga kita kan?.”


“Aku sudah berjanji dari dulu sayang. Aku tidak akan melalukan kesalahan yang sama. Aku ingin menjaga dan menghargai perasaanmu. Akan sangat bodohnya aku jika aku melakukan kesalahan yang sama dan menyakiti perempuan sebaik dirimu” ujar Daniel tulus.


“Huuuuu so sweet, kau membuat ku menjadi kagum dengan dirimu sekarang. Semakin dewasa dalam membaca situasi” puji Claudia.


.


.


.


Seperti biasa ya sayang-sayangku… Jangan lupa beri dukungan dan tinggalkan jejaknya juga😚💗