
Note :
Jangan janjikan aku apa-apa, jika pada akhirnya nanti kau akan pergi dan mengingkari
Namun, berikanlah aku perhatian, penjelasan dan kesetian dan jadikan aku manusia yang paling berharga.
Yang paling bisa kau percaya, yang kau jadikan tempat untuk bercerita apa saja.
Niscaya, selagi aku hidup, susah senangmu, aku akan selalu mendampingimu.
.
.
.
Setelah kepergian Jo dari ruangannya, Daniel kembali menimbang-nimbang langkah apa yang harus di ambilnya untuk ke depannya, “Ya, benar. Sepertinya aku harus bertindak cepat sebelum terlambat” ucapnya langsung menghubungi seseorang di ponselnya.
.
.
.
Dari siang sampai sore Leonore menghabiskan waktu bersama mommy nya di kantor, jika Claudia yang sedang asik berkutat di depan macbook nya, berbeda dengan Leonore yang sedang asik mwarnai buku gambar miliknya di bantu arahan dari nanny nya.
Sejenak Claudia melirik Leonore yang begitu fokus terhadap apa yang di kerjakannya, senyum manis Claudia terbit sendiri ketika melihat malaikat kecilnya itu, tanpa pikir panjang ia mengambil ponselnya dan mengabadikan keasikan buah hatinya melalui gawainya “Tetaplah tersenyum dan bahagia sayang, kamu adalah segalanya untuk mommy” batin Claudia.
Tak lama, ponselnya berbunyi pertanda ada pesan masuk di ponselnya, Claudia langsung membuka dan membaca pesan tersebut.
Daniel :
Pulang jam berapa? Aku akan menjemputmu dan Leonore nanti
Claudia yang tidak terlalu banyak memikirkan apa pesan dari Daniel langsung membalas sekenanya saja.
“Aku dan Nore pulang jam 4. Ya”
Setelah membalas pesan itu, Claudia langsung meletakkan ponselnya di atas meja dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda sebentar. Sedangkan di seberang sana Daniel mengulas senyum tipis dan bersorak yes dalam hati.
Dan ketika waktu pulang tiba Claudia dan Nore berjalan bergandeng tangan di ikuti nanny di belakang mereka.
“Mom, apa benal daddy akan ke cini menjemput kita” tanya Nore sembari memandang wajah sang mommy.
“Iya sayang. Tadi daddy mengirim pesan. Apa kau senang karena daddy menjemput kita?”
“Tentu caja cenang mom. Nanti kalau daddy cudah ada, Nore ingin menunjukkan hasil kalya Nore pada mommy dan juga daddy” jawab Nore sangat antusias.
“He’em iyah baby girl. As you wish” jawab Claudia sambil tersenyum kepada Nore, dan tentu saja Nore pun membalas senyuman Claudia dengan senyuman manisnya.
Tak terasa mereka sudah di lobi perusahaan, mereka melangkah keluar dari perusahaan ayah Agam untuk menemui Daniel karena Daniel sendiri mengatakan akan menunggu mereka di lobi. Namun sayang, yang mereka lihat bukan Daniel melainkan Matteo.
Lelaki bule tersebut sedang bersandar di depan mobilnya, menggunakan kemeja dan celana serba hitam dan jangan lupakan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.
Matteo malah melambai ke arah Claudia dan Leonore yang sedang berdiri di depan pintu masuk perusahaan. Nore yang melihat Matteo reflek membalas lambaian dari Matteo dan berteriak “Uncleeee”
“Loh ada apa Matteo datang ke sini?” batin Claudia dan mau tidak mau Claudia tersenyum ke arah Matteo yang sedang berjalan tegak ke arah mereka.
“Hai Matt” “Hai juga uncle” jawab Claudia dan Leonore bersamaan.
“Apa aku menganggu” tanya Matteo basa-basi.
“Mengganggu bagaimana sih Matt” ucap Clau sembari memukul lengan Matteo pelan.
“Auh sakit Cia” Matteo mengaduh sakit sembari mengelus lengan yang di tabok sayang oleh Claudia. Pada hal pukulan yang di berikan Claudia itu tidak sakit sama sekali, namun Matteo malah mendrama dengan berpura-pura sakit.
“Ish mana ada pukulan begitu sakit. Kau itu benar-benar pintar mengelabui orang” ujar Claudia tertawa renyah karena tingkah konyol Matteo. Sedangkan Matteo hanya cengengesan begitu pula Leonore ikut tertawa karena tingkah koyol uncle nya.
“Oh iya, Claudia ada yang ingin aku sampaikan padamu dan juga Nore” ujar Matteo langsung menjadi serius tidak ada lagi senyum cengengesan.
Claudia yang bingung hanya menyerngitkan keningnya “Ada apa Matt?”.
Namun Matteo tidak menjawab ia malah menarik tangan Claudia dan langsung menggendong Leonore.
Claudia menahan tangannya yang di tarik oleh Matteo “Kau mau membawa kami kemana?”
“Kita bicara di depan mobil ku saja jangan di sini. Aku tahu kau di jemput Daniel kan, tenang saja aku tidak akam membawamu kabur” jelas Matteo.
Claudia yang mendengar itu hanya tercengang. Bagaimana tidak tercengang, karena bagaimana bisa Matteo mengetahui kalau Daniel akan menjemput mereka sekarang.
Mau tidak mau, Claudia mengikuti langkah Matteo yang mengajaknya menepi di samping mobil milik Matteo. Sedangkan nanny Leonore menunggu di depan lobi untuk menunggu kedatangan Daniel atas permintaan Claudia sendiri.
Sejenak Matteo melihat kanan kiri, melihat situasi mereka sekarang.
Leonore yang melihat aksi Matteo malah bersorak girang “Woaahhhhh gaya uncle cool cekali hihihi” ucapnya sembari menatap kagum Matteo.
Mendengar itu, Matteo hanya mengulas senyum tipis dan langsung berbicara serius pada Claudia “Cia, mulai sekarang kau harus berhati-hati begitu pula dengan kamu Nore sayang”
Claudia malah menatap Matteo bingung, “Kenapa Matt. Apa terjadi sesuatu”. Claudia sendiri jadi cemas seketika karena perkataan Matteo barusan.
“Dessy” ujar Matteo serius menatap Claudia.
“Dessy berencana berbuat jahat pada mu dan juga Nore. Kau harus berhati-hati. Perempuan itu sangat licik dan berbahaya” lanjutnya lagi.
“Dessy yang..” ujar Claudia yang langsung terpotong oleh Matteo
“Ya, Dessy yang telah berhasil merusak rumah tanggamu 3 tahun yang lalu. Dia berniat merebut kembali apa yang belum menjadi miliknya. Bahkan dia berniat mencelakai kalian berdua demi menggapai rencananya agar berhasil”.
Degg…
Rasanya Claudia sedikit sesak mengingat nama itu, ingin bertanya lebih jauh namun suara seseorang memanggil namanya dan juga Nore.
Ya, orang itu adalah Daniel yang sedang berdiri 7 langkah dari tempat Claudia dan Matteo berdiri sekarang.
“Kau harus berhati-hati mulai sekarang. Aku tak ingin kau dan Nore terluka. Karena kalian amat berharga untukku” ucap Matteo dengan suara pelan
.
.
Seperti biasa ya kakak🤩🤩🤩 jangan lupa like, comment, vote, favoritkan sertakan gift biar author makin semangat up..
Selamat bermalam minggu & salam hangat dari kota Bandung