Baby Girl CEO Genius

Baby Girl CEO Genius
Eps 60 Perbincangan Malam



Note :


Mereka bilang manusia akan selalu di hadapkan dengan dua pilihan, mau pergi atau tidak kemana-mana, mau berhasil atau gagal, mau jujur atau bohong.


Tapi yang berhubungan jatuh tidak ada pilihannya. Seperti ketika manusia jatuh ke bumi. Apa mereka bisa memili rumah mana untuk di tinggali? Apa mereka bisa memilih hati mana untuk di cintai?.


Jadi tak semua perkara bisa terjadi di antara dua pilihan. Cinta memaksa kita untuk di pilih.


DawnLover


***


“Mommy” pekik Leonore ketika pengasuhnya membuka pintu ruangan Claudia. Claudia yang sedang sibuk dengan macbook di depannya, ketika mendengar suara anaknya langsung mengalihkan pandangannya melihat Leonore yang berjalan ke arahnya. Claudia tersenyum senang dan langsung berdiri melangkahkan kakinya untuk menyambut sang putri kecilnya.


Ia langsung mensejajarkan tinggi badannya dengan Leonore dan memeluk Leonore.


“Anak Mommy rupanya sudah pulang?” ujar Claudia mengurai pelukannya dan menciumi pipi gembul Leonore kiri kanan.


“Iya Mom cudah” jawab Leonore seadanya dengan muka yang sedikit nampak cemberut.


“Loh loh kok mukanya di tekuk begitu, kelihatan sekali jeleknya” ledek Claudia menggoda sang putri yang sepertinya sedang bete.


Mendengar ledekan sang Mommy, Leonore merengek dan menghentak-hentakkan kakinya “Huaaaa Mommyyy maca Nore jelek ciiiii” kesal Nore tidak terima. Sedangkan Claudia malah tertawa renyah karena berhasil membuat Leonore kesal.


“Hiks hiks hiks” isak tangis Leonore sembari mengucek matanya.


Melihat itu Claudia jadi tidak tega, ia langsung menggendong Leonore dan membawanya ke sofa untuk menenangkan Leonore yang menangis. Ia langsung memangku sang putri, Nore malah memeluk Claudia sangat erat.


“Sayang, Nore kenapa? Apa Nore Marah? Kalau begitu Mommy minta maaf ya” cemas Claudia yang melihat Leonore terisak dalam pelukannya. Claudia menatap sang pengasuh seolah meminta jawaban kenapa Leonore seperti itu, apa terjadi sesuatu.


“Saya juga ga tau Nya, tadi kita sempat mampir ke pusat perbelanjaan. Di situ Non Leonore tidak sengaja menabrak seorang wanita. Di situ moodnya sudah tidak baik” jelas sang pengasuh langsung menundukkan kepalanya karena merasa bersalah dan lalai akan kerjanya menjaga anak dari asuhannya.


“Apa wanita tersebut memarahi Leonore?”


“Engga Nya, hanya saja tadi Mbak itu sempat memegang kepala Non Leonore” jelas sang pengasuh tanpa menutupi apa pun kecuali ketika mereka membeli minuman khas Taiwan, itu saja selebihnya sang pengasuh menjelaskannya dengan jujur sehingga Claudia sepertinya paham permasalahannya.


“Sayang, apa kau marah pada tante yang mengusap kepalamu tadi?” tanya Claudia sembari mengelus pucuk kepala sang anak dengan sayang.


“Iya Mom” jawab Nore dengan nada bete.


“Oh begitu. Tapi putri keciku sebaiknya marahnya di sudahi saja ya. Lagian tante itu kan tidak sengaja dan tidak tahu kalau putri mama ini tidak suka jika orang asing memegang pucuk kepala Nore. Jadi maklumi saja ya” Claudia berusaha memberi pehaman pada sang putri.


“Ia Mom. Hanya caja Nore tidak cuka dengan tante gilang itu” kesal Nore jika mengingat wajah perempuan yang ia temui tadi.


“Loh loh anak manis kok ngomongnya begitu, hem” jawab Claudia menggelitik sang anak berharap Leonore bisa lupa dengan kekesalannya.


Namun ucapan sang anak membuat Claudia langsung terdiam “kalena pelempuan itu onti Deccy Mom” ucap Nore begitu gamblangnya.


Tangan Claudia langsung berhenti seketika menggelitik Nore, ia menatap Leonore dengan tatapan tak terbaca.


“Mom, are you okay?” tanya Nore yang melihat sang Mommy jadi melamun seketika. Tangan Leonore bahkan terulur memegang wajah Claudia.


“Ini bukan Dessy yang sama kan?” batin Claudia


“Eh,, yes baby. Mom okay” Claudia berusaha tersenyum berusaha menyembunyikan kekhawatiran yang berkecemuk di benaknya.


.


.


.


Malam hari


Claudia sedang menunggu sang suami yang sedang berada di kamar mandi, mungkin bersih-bersih sebelum beranjak tidur.


Claudia yang sedang duduk di tepi bibir ranjang menyilang kan kedua tangannya, ada perasaan cemas dan marah sedang berkecamuk di benaknya. Ia terus melamun, memegang dgunya dengan pikiran yang sedang berkelana, menerka-nerka namun tak kunjung mendapat jawaban.


“Sayang” ucap Daniel memegang bahu Claudia yang kelihatan melamun, bahkan Claudia saja tidak tahu kalau saat ini Daniel sudah keluar dari kamar mandi dan berada di sampingnya. Claudia tidak merespon panggilan dari Daniel.


“Hei sayang, are you okay?” ucap Daniel sekali lagi kali ini ia menangkup wajah Claudia agar menatap ke arahnya.


“Eh…” kaget Claudia yang tiba-tiba Daniel sudah ada di sisinya dan menangkup wajahnya.


“Are you okay, hem?” tanya Daniel dengan lembut. Ia menatap manik Claudia dengan seksama, seperti ada tatapan kesedihan, kecemasan, amarah yang sedang bergejolak dalam tatapan itu.


“I’m not okay” lirih Claudia langsung memeluk Daniel.


“Apa yang terjadi? Ceritalah sayang” Daniel mengusap punggung Claudia berharap wanita sedikit mendapat ketenangan.


“Dessy” jawab Claudia singkat.


“Leonore menyebut nama Dessy pada ku ketika mengunjungiku tadi siang.”


“Apa itu Dessy yang.. Ah sudahlah tidak jadi” Claudia tak melanjutkan kata-katanya lagi. Yang ada hanya keheningan setelah itu.


“Iya, aku tahu Leonore bertemu dengan perempuan hari ini yang bernama Dessy” jawab Daniel.


Mendengar penuturan sang suami, Claudia langsung mengurai pelukannya dan menatap Daniel.


“Iya, itu Dessy. Orang yang sama yang pernah menjadi duri di antara kita 3 tahun yang lalu” jelas Daniel tanpa membohongi Claudia. Karena pikirnya, Claudia memang berhak tahu akan hal ini.


“Apa..” sentak Claudia dengan suara sedikit tinggi. Ia langsung menatap nyalang terhadap Daniel. Sungguh insting perempuan itu memang tidak pernah salah.


“Syuuutt…. Tenang sayang, pelankan suaramu” Daniel memegang tangan Claudia, untung saja Claudia tidak menepis tangannya.


Akhirnya Daniel menjelaskan detail kejadian pertemuan yang tidak sengaja antara Dessy dan Leonore, bahkan ia menunjukkan cuplikan video pertemuan Leonore dan Dessy.


“Tapi bagaimana bisa Leonore mengetahui tentang Dessy” jelas itu juga membuat Claudia bingung, karena selama ini ia tak pernah menceritakan apa pun tentang Dessy pada Nore.


“Sayang, apa kau lupa Leonore anak yang pintar. Dia anak yang cepat menangkap situasi” ujar Daniel sembari membelai wajah sang istri.


“Apa kau masih ingat tentang Matteo yang menemuimu di kantor, dan memintamu untuk berhati-hati dengan Dessy?”


Claudia perlahan mengingat lalu mengangguk.


Daniel lalu tersenyum “Sejak saat itu, putri kecil kita mencari tahu di belakang mu tentang siapa Dessy itu. Dia bertanya pada Matteo begitupun padaku”


🌹🌹🌹