Baby Girl CEO Genius

Baby Girl CEO Genius
Eps 63 Orang Baru Jauh Lebih Baik



Note :


Jika kelak kamu menjalani hubungan yang sudah lama lalu perlahan bosan dan segala kekurangan pasanganmu akan lebih terlihat. Maka saat itulah akan muncul orang baru yang tampak lebih baik dan berkilau.


Tapi janganlah kau tergoda seperti fatamorgana di gurun pasir. Sebab karena waktu akan menjelaskan dengan baik ketulusan seseorang, niat baik dan tujuan-tujuannya.


DawnLover


*****


“Rupanya dia seorang CEO di sebuah perusahaan ternama” sorak girang Dessy seakan mendapat durian runtuh.


Tak menunggu waktu yang lama Dessy langsung menghubungi seseorang untuk mencari tahu background Daniel.


.


.


.


Hari-hari Daniel semakin sibuk sejalan dengan bisnisnya yang semakin maju pesat. Sehingga waktunya semakin sedikit untuk bersama sang istri, namun sebisa mungkin ia tetap meluangkan waktunya.


“Tuan, malam ini kita akan bertemu dengan mitra bisnis kita untuk membahas kelanjutan tentang projek kemarin” ujar sekretaris Daniel mengingatkan agenda pertemuan Daniel malam ini, tepatnya pukul 18.00 WIB di Kahyangan Restaurant .


Daniel melirik arloji yang ada di tangannya, sudah pukul 17.10 WIB. “Sepertinya aku akan pulang malam lagi” gumamnya. Lalu tanpa pikir panjang ia mengabari sang istri jikalau ia harus mengadakan pertemuan di luar dan di pastikan akan pulang malam.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya di kantor, Daniel beserta asisten dan sekretarisnya langsung bertolak menuju restoran tempat ia menemui mitra bisnisnya.


Pertemuan itu berlangsung selama 3 jam lamanya di ruangan VVIP sebelumnya melakukan dinner terlebih dahulu barulah mereka membahas seputar pekerjaan kantor.


“Sebaiknya kita harus merayakan keberhasilan projek ini pak Daniel” ujar pak Surya yang merupakan partner bisnisnya. Daniel yang tipikal orang tidak menolak ajakan akhirnya menyetujui perayaan kecil-kecillan yang di usulkan oleh Surya.


“Bersulang untuk keberhasilan kita semua” ujar Surya yang mengangkat gelas bistro yang berisi wine mahal di susul oleh Daniel dan para bawahannya. Tanpa pikir panjang Daniel meneguk habis wine yang berada di gelasnya tanpa ia ketahui di dalam minumannya telah tercampur sesuatu.


Hingga akhirnya pertemuan itu berakhir tengah malam. Daniel yang berjalan sempoyongan karena meneguk wine di sertai dengan efek obat yang mulai bekerja di tubuhnya membuat Jo sang asisten kewalahan untuk memapahnya. Walau sebenarnya Jo juga sama halnya dengan Daniel sedang dalam keadaan mabuk berat.


“Jo badanku terasa panas, kepalaku pun terasa pusing” lirih Daniel di sela-sela mereka berjalan. Namun Jo tidak menanggapi.


Ketika menuju lobi pintu keluar tak sengaja Daniel menabrak perempuan yang sama pula ia tabrak pasca di bandara.


“Tuan Niel, are you okay?” tanya Dessy membantu Daniel berdiri.


“Kau siapa?” tanya Daniel memicingkan matanya.


“Mari aku bantu” Dessy langsung memapah Daniel tanpa pikir panjang Daniel langsung menaruh tangannya di pinggang Dessy yang membuat perempuan itu semakin semangat. Sedangkan Jo ia tidak ambil pusing ia tinggalkan begitu saja. Untung asisten Surya yang merupakan partner bisnis mereka tadi belum mabuk full hingga berinisiatif membantu Jo mengantarnya ke apartemen. Sedangkan Dessy dan Daniel bertolak ke hotel terdekat.


Sampai di kamar hotel, Daniel berusaha memberontak dengan Dessy yang membawanya ke hotel.


Dessy malah tersenyum “Tenang saja, aku hanya ingin membantumu. Minumlah ini minuman dingin semoga bisa bisa meredakan kadar alkohol yang Tuan minum.”


Daniel lantas meraih minuman tersebut dan meminumnya.


Dessy kemudian memulai perbincangan dengan Daniel menanyakan tentang kehidupannya hingga sampai pada saat dimana Dessy bertanya perihal anak.


“Apa dalam pernikahan kalian sudah di karuniai anak?” tanya Dessy selembut mungkin duduk berdampingan dengan Daniel di bibir ranjang.


Daniel yang masih sedikit sadar langsung berubah sendu “Tidak, mungkin masih belum waktunya” jawabnya singkat sembari memijit pelipisnya yang terasa sakit.


Dessy yang melihat itu langsung membantu Daniel memijit kepala Daniel dengan lembut walau awalnya Daniel menolak namun akhirnya menurut juga.


“Apa istri Tuan tidak mencoba konsul ke dokter?” tanyanya sembari memberi sentuhan sensual yang bisa merangsang Daniel.


“Sudah namun hasilnya tetap sama.”


Senyum miring saat ini begitu tercetak jelas di wajah Dessy. Tangan yang awalnya memijit kepala Daniel perlahan turun meraba dadda Daniel.


“Bagaimana kalau Tuan membantu istri anda dengan memberikannya anak langsung saja, kasihan juga istri Tuan kalau harus bolak-balik konsul ke dokter namun tidak ada hasil sama sekali” ucap Dessy memberi ide pada Daniel.


“Maksudmu?” tanya Daniel menahan tangan Dessy yang meraba dada bidangnya.


“Aku akan memberikanmu anak tanpa menuntut apa-apa. Anak itu bisa kau berikan pada istri anda di rumah setelah itu. Aku hanya ingin membantumu saja” kilahnya berusaha mempengaruhi Daniel.


Daniel mendorong Dessy namun karena ia yang tengah mabuk berat tentu saja Dessy mendominasi. Dessy lalu mengecup bibirnya sekilas dan tersenyum “Aku hanya ingin meringankan beban mu dan juga beban mu istrimu Tuan” bisiknya tepat di telinga Daniel.


Daniel yang terbuai dengan ajakan Dessy di sertai obat perangsang yang masih ada di tubuhnya lantas hanya diam saja.


Dessy melakukan aksi liarnya, membuka satu persatu kancing kemeja Daniel, melihat Daniel yang tidak melalukan perlawanan membuat Dessy tertawa puas dan meraup bibir Daniel dengan rakusnya.


“Orang ketiga itu adalah tamu yang tidak akan hadir jika tuan rumahnya tidak mengizinkan masuk. So, jangan salahkan orang lain bila hal tersebut terjadi. Salahkan saja pasanganmu yang masih saja membuka hatinya meski telah bersamamu”


****


Hai-hai kakak sayang, jangan lupa tinggalkan jejak ya… And dukung terus karya author pemula ini🤗🤗🤗❤️