
Note :
Hidup itu berwarna-warni, akan naif sekali kalau kita berkata jahat itu hitam dan baik itu putih.
DawnLover
.
.
Di sisi lain, jika Daniel, Claudia serta di bocil Leonore sedang menghabiskan waktu bersama di taman, quality time yang membuat perasaan semakin menghangat pada keluarga kecil itu. Sementara itu Dessy langsung pergi meninggalkan taman karena tidak kuat menahan emosinya melihat kebersamaan dan kebahagiaan yang terpancar di wajah keluarga kecil itu.
“Argh sial sial sialllllll” kesal Dessy berteriak histeris di dalam mobil yang sedang di lajukan oleh sepupunya Gerri.
Dessy menggigit kuku-kuku jarinya seraya lirikan matanya yang sedikit tajam seakan berpikir keras.
Gerri yang melihat itu hanya geleng kepala saja bagaimana frustasinya Dessy sekarang.
“Sy, kau itu sudah umur berapa sekarang?” tanya Gerri memecahkan keheningan di dalam mobil yang sedang melaju membelah jalan raya.
Mendengar pertanyaan Gerri, Dessy memutar bola matanya malas “Pertanyaan yang sangat berbobot” gerutunya menatap ke arah luar jendela mobil.
Gerri hanya tersenyum simpul, sebenarnya Gerri kasihan melihat Dessy dengan keadaan yang seperti ini. Namun bukan berarti kasihannya itu juga membuatnya harus membantu rencana busuk Dessy. Niat Gerri hanya bersama Dessy selama ini hanya karena ingin memastikan keadaan sepupunya itu baik-baik saja apa lagi mengingat Matteo pernah memperingatinya untuk menjaga Dessy agar tidak melakukan hal fatal yang membuat mantan mafia asal Roma itu murka yang berujung Dessy tidak akan selamat.
“Beberapa keinginan terkadang harus tidak sesuai dengan kenyataan. Beberapa mimpi harus rela menjadi hal yang tidak pernah terjadi” ujar Gerri yang tetap fokus menyetir.
Dessy yang mendengar itu langsung menatap Gerri “Diam, kau berisik sekali. Jangan sok menasihati orang.”
“Belajar menerima apa yang sudah di takdirkan padamu Sy. Dewasalah sedikit” pintanya menatap Dessy sekilas lalu menatap kembali ke depan.
“Gerri. Setidaknya kau diam saja. Jangan merasa paling be..” ucapan Dessy langsung terhenti ketika mobil belakang mereka di tabrak oleh mobil hitam secara sengaja.
Brakkkkk…
Benturan tersebut terjadi.
Gerri yang cepat membaca situasi langsung melajukan mobil mereka dengan cepat menghindari orang yang sepertinya berniat jahat kepada mereka.
“Si..siapa mereka? Sepertinya orang suruhan” wajah Dessy langsung pucat kala melihat lewat pantulan spion sekumpulan mobil dan motor gede terus mengikuti dan mengejar mereka di jalanan yang cukup sepi.
“Sudah ku bilang jangan menganggu kehidupan Daniel. Tapi kau tetap saja tutup telinga. Badjingan” umpat Gerri yang tersulut emosi. Gerri yakin bahwa orang yang sedang mengikuti mereka saat ini adalah suruhan Daniel.
Ciiitttt…
Mobil mereka terpaksa berhenti karena sudah di hadang oleh dua motor gede dengan empat orang pria berperwakan preman. Sedangkan mobil yang mengejar mereka hanya diam di belakang mobil Dessy.
“Turunnnnn” teriak salah seorang preman yang berwajah sangar.
Gerri memegang erat setir mobil. Hendak keluar Dessy menahannya.
“Jangan Ger. Mereka bisa menyakitimu”
“Lalu bagaimana? Kau tunggu di sini saja. Aku akan menemui mereka” putus Gerri pada akhirnya.
Ketika Gerri baru saja turun, dia langsung di pukul oleh dua preman tanpa ampun. Ia tidak bisa membalas atau mengelak karena pukulan yang ia dapat itu terlampau cepat.
Dessy yang di dalam mobil tidak tega melihat sepupunya di pukul ia langsung keluar.
Hendak ingin mendekati Gerri namun dirinya langsung meringis sakit ketika rambutnya di tarik keras oleh seorang preman.
“Arrhhhh lepas”
Namun bukannya melepas, orang itu malah tersenyum bangga “Cepat videokan pada Bos Besar” titahnya pada temannya.
Ia langsung mengeluarkan sebuah pisau lipat di saku celananya.
Srettttt… Srettt…
Pisau itu sedikit memberikan beberapa goresan di wajah Dessy.
“Arghhh tidak wajahku” teriak Dessy sakit ketika wajahnya di gores oleh pisau. Darahnya langsung bercucuran tanpa permisi.
Gerri tidak bisa berbuat banyak karena dua preman itu malah memegangnya dan mempertontonkan di hadapannya bagaimana mereka menyayat wajah Dessy.
Dessy langsung terjatuh lemas ketika preman itu melepaskan tangannya pada rambut Dessy.
Dirinya langsung meraung dengan kerasnya.
“Dengar, ini peringatan dan sedikit teguran untukmu jika mengganggu kehidupan keluarga Bos Besar kami. Jangan membangunkan singa yang sedang tertidur nona Dessy” ucap salah satu dari mereka. Setelah itu mereka langsung pergi meninggalkan Dessy dan Gerri yang sudah terluka. Gerri yang sudah babak belur sedangkan Dessy yang menangis kesakitan karena luka sayatan di wajahnya.
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya kakak² sayang 😚😚❤️