Baby Girl CEO Genius

Baby Girl CEO Genius
Eps 71 Berceritalah



Note :


Jika hatimu merasakan luka, belajarlah untuk tidak memberikan luka dan kekecewaan itu kepada orang lain juga.


DawnLover


.


.


.


“Onti… ini uang onti jatuh di cana” Nore menyodorkan uang tersebut kepada perempuan yang sedang asik makan ice cream. Seketika perempuan tadi langsung berhenti menyuapkan ice cream ke dalam mulutnya dan menatap Nore yang sedang berdiri di depannya di temani oleh pengasuhnya yang sedang mengandeng tangan kiri Leonore.


Leonore tersenyum ramah pada perempuan yang berada di depannya dengan tangan tetap menyodorkan uang yang terjatuh tadi.


Cukup lama berdiam akhirnya perempuan itu mengambilnya.


“Terimakasih” jawabnya singkat.


“Cama-cama” jawab Nore masih dengan senyuman mengembang di wajahnya.


Leonore yang masih betah berdiri di depan perempuan tadi, membuat perempuan tadi berinisiatif pergi, tidak ingin menimbulkan masalah lagi. Ia hanya ingin butuh menyendiri sekarang tanpa gangguan siapa pun.


Ia langsung berdiri dan baru saja melangkah tangannya di pegang oleh Leonore si gadis mungil.


“Onti Deccy bukan?” tanya Leonore lantang, tidak marah masih dengan suara lembutnya.


Perempuan tadi langsung terdiam dan tersenyum tipis.


“Jika kau sudah tahu kenapa masih bertanya” ketus Dessy menepis tangan mungil Leonore dengan pelan.


Mengetahui bahwa di depan mereka saat ini adalah Dessy, orang yang harus di jauhkan dan di hindari pada Leonore membuat pengasuh Leonore jadi ketar-ketir.


Ia menarik Leonore di sampingnya, “Maaf Nona, kami permisi” ucap pengasuh berusaha sopan walau dengan sedikit rasa takut karena menurut info yang ia dapat dari majikannya bahwa Dessy memiliki niat jahat pada keluarga majikannya.


Melihat ketakutan di wajah pengasuh Leonore, Dessy hanya berdecih.


“Pergi. Aku sedang tidak ingin di ganggu” sentak Dessy mengepalkan kedua tangannya.


Ia bahkan bisa melihat kedua pengawal Leonore mulai mendekati mereka, seketika ada rasa iri di benak Dessy pada si kecil Leonore karena kehidupan anak manis itu nampak sempurna di matanya. Semua orang begitu perhatian kepadanya, kedua orang tuanya memberikan kasih sayang penuh padanya dan selalu mengutamakan kebahagiaan Leonore. Sedangkan dirinya mungkin kebalikan dari kehidupan Leonore.


Miris memang, orang dewasa seperti Dessy iri terhadap kehidupan anak kecil seperti Leonore.


“Onti kenapa?” tanya Leonore menatap Dessy yang sepertinya seperti dalam keadaan sedih di balik kacamata hitam yang perempuan itu gunakan.


“Non, sudah sebaiknya kita pergi saja” bisik sang pengasuh pada Leonore.


Tapi Leonore malah tidak mengindahkan perkataan sang pengasuh. Ia malah melepaskan genggaman tangan sang pengasuh dan membuka tas kecilnya dan mengambil sesuatu.


“Ini” Leonore kembali menyodorkan tissue dan juga coklat pada Dessy.


“Onti pasti lagi cedih ya. Ini Nore kacih coklat biar ga cedih lagi” jelasnya dengan sangat antusias.


Mendengar perkataan Leonore barusan, ia sedikit melongo namun jauh dari lubuk hatinya paling dalam ada perasaan yang menghangat ketika orang lain peduli padanya.


“Ternyata anak kecil lebih peka terhadap perasaan orang dewasa” gumamnya dengan suara pelan.


“Hem, terimakasih” ketus Dessy lalu mengambilnya.


Leonore langsung tersenyum bahkan bertepuk tangan kegirangan.


“Mau ice cream? Kebetulan aku masih punya satu cup rasa stoberi” tawar Dessy asal karena ia tahu anak kecil itu pasti tidak akan mau atau lebih tidak di izinkan oleh pengasuh dan pengawalnya.


“Tii..” pengasuhnya hendak menjawab namun berhenti ketika suara cempreng mendominasi.


Pengasuhnya sudah cemas bukan main, pikirannya sudah kalang kabut membayangkan yang buruk-buruk bahkan pengawal tadi langsung memegang tangan Dessy dengan kasar hendak menyeret perempuan itu. Namun Leonore langsung marah.


“Uncle lepaskan onti Deccy, bibi juga jangan begitu. Aku dan onti hanya ingin makan ecklim.”


“Ya, bisakah kalian tidak terlalu meng-cap aku buruk. Aku tidak akan menyakiti nona muda kalian” sentak Dessy menatap tajam pengawal tadi beserta pengasuh Leonore. Ia bahkan menepis tangan pria yang memegangnya.


Mau tidak mau mereka mengikuti keinginan nona muda mereka untuk makan ice cream bersama Dessy. Namun bukan berarti mereka membiarkan begitu saja, mereka tetap siaga di samping kursi yang di duduki oleh Leonore dan Dessy untuk mengantisipasi sesuatu hal yang buruk.


Bahkan secara diam-diam juga mereka mengabari kepada Matteo kalau Dessy sedang bersama Leonore.


“Tetap awasi mereka jangan sampai lengah. Rekam juga semua pembicaraan mereka” ucap Matteo di balik earphone yang sedang di gunakan pengawal tadi.


***


Baik Leonore dan Dessy sama-sama asik dengan makanan di tangan mereka, yang satu memakan ice cream dan yang satunya lagi memakan coklat. Dan makanan tadi merupakan hasil barteran.


“Apa onti cedang cakit mata makanya pake kacamata ya?” tanya Nore di sela-sela ia menyuapkan ice cream di dalam mulutnya.


Dessy langsung menatap Nore sembari mengunyah coklat, “Tidak juga. Hanya saja mataku bengkak karena aku kebanyakan menangis” jujur Dessy.


“Menangis kenapa?” dan lagi-lagi Leonore kembali bertanya.


“K-E-P-O” eja Dessy sedikit mengejek anak dari Daniel dan Claudia. Kecil-kecil sudah kepo sekali pikirnya.


“Iiii bukan kepo onti, hanya penacalan aja” jawabnya dengan cengiran.


Mendengar itu, Dessy langsung tertawa renyah.


Ia bahkan membuka kacamatanya.


Melihat wajah Dessy yang nampak berbekas mungkin karena luka kemarin di sertai dengan mata yang bengkak.


Leonore sedikit kaget bahkan di wajahnya terbesit rasa iba.


“Cih jangan menatap ku seperti. Kau membuat aku jadi tidak selera memakan coklat ini” ketus Dessy.


“Nanti matanya di komples onti bial bengkaknya belkulang.”


Dessy malah semakin melongo dengan apa yang di katakan oleh Leonore.


“Kau itu umur berapa sebenarnya” balas Dessy geleng-geleng kepala. Ia tidak habis pikir, anak seusia Leonore bagaimana bisa tahu hal begituan, sungguh genius, dan Dessy mengakui itu.


Ia bahkan berpikir bagaimana bisa Leonore mengetahui tentang dirinya, bagaimana Leonore menatapnya tak suka ketika bertemu di pusat perbelanjaan dan sekarang anak itu sedang bersimpati.


“Kau mengenalku dari siapa sebenarnya?” tanya Dessy masih bersikap ketus. Bukan marah hanya sekedar membuat Leonore sedikit takut padanya.


“Dari Daddy dan uncle Matt” jujur Leonore sambil tersenyum bahkan jari tangannya membentuk huruf V.


“Ooh” jawabnya singkat.


Tidak ada kemarahan dari Dessy ketika mengetahui itu. Karena sepertinya ia sudah tidak ingin mengusik kehidupan keluarga Daniel apa lagi Matteo.


“Onti cepeltinya banyak macalah ya. Celita caja pada Nore. Nore akan jadi pendengal cetia” Leonore bahkan meanggukkan kepalanya untuk meyakinkan Dessy.


“Ciih kau tahu apa sebenarnya. Sudah fokus saja memakan ice cream mu.”


“Nore memang tidak tahu banyak hal onti, tapi kalo onti belcelita setidaknya pelasaan onti cedikit lega dan juga dipastikan celita onti teljamin tidak akan belcabang kemana-mana” jelas Nore lagi.


Dessy akui memang benar apa yang di akui si mungil yang ada di sampingnya dengan sedikit bercerita bisa membuat perasaan sedikit lega. Bukan meminta saran hanya sekedar ingin di dengar saja.


-Jangan lupa beri dukungannya ya kakak² sayang😍❤️ Yu beri vote mumpung awal weekday🤭🙂-