Baby Girl CEO Genius

Baby Girl CEO Genius
Eps 48 Jangan Diam



Note :


Selamanya, tidak akan pernah ada yang sempurna.


Seperti usahaku yang selalu gagal menghapus tentangmu.


DawnLover ( ig : _dawnlover011 )


.


.


Setelah mengucapkan itu Matteo melepaskan pergelangan tangan Claudia dan memberikan Leonore pada Claudia pula, “Sekarang pergilah, Daniel sudah menjemputmu” ujar Matteo perlahan mendorong punggung Claudia yang sudah berbalik melihat Daniel yang tak jauh dari posisi mereka saat ini.


Claudia menatap Matteo yang tersenyum teduh padanya, “Matt…” lirih Claudia


“Hemmm.. pergilah jangan pernah ragu untuk melangkah lagi. Aku selalu di belakangmu” ucap Matteo tulus sambil mendorong pelan Claudia agar beranjak dari tempatnya supaya menghampiri Daniel.


Claudia mau tidak mau melangkah pelan menjauhi Matteo, dan perlahan mendekat pada Daniel yang sedang menatap ke arahnya. Hingga tak terasa dia sudah di hadapan Daniel, Leonore pun langsung mengulurkan kedua tangannya pada sang daddy supaya beralih menggendongnya. Daniel yang melihat itu hanya tersenyum dan langsung membalas uluran tangan Leonore.


“Apa ada yang masih kalian bahas, aku tidak masalah menunggunya atau juga kau dan Matteo pulangnya bersama saja jika memang ada yang kalian bicarakan. Aku dan Nore akan pulang bersama nanny nya” ucap Daniel berusaha menjadi pribadi yang berlapang dada dan tidak terlalu memaksa Claudia sekarang. Walau sebenarnya ada perasaan tidak rela.


Claudia yang mendengar itu hanya terdiam saja, sejenak ia menoleh ke belakang ia mendapati Matteo yang tersenyum ke arahnya bahkan mengibas-ibaskan tangannya pada Claudia agar ia segera pergi bersama Daniel.


Melihat itu, Claudia tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya pada Matteo lalu menatap Daniel lagi.


“Tidak. Sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi. Ayo pulang” ucap Claudia pada akhirnya.


Daniel yang mendengar itu hanya mengangguk pelan dan berbicara sedikit keras untuk berpamitan sekilas pada Matteo yang bisa di bilang sebagai rivalnya “Kami duluan bro”.


Matteo yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengacungkan jempol tangan kanannya pertanda oke, sedangkan tangan kirinya tetap stay di salah satu saku celananya.


.


.


Selama perjalanan, Claudia hanya diam saja karena terus memikirkan apa yang di katakan Matteo padanya sambil memangku malaikat kecilnya yang sedang asik bermain dengan squishy nya.


Daniel yang fokus menyetir samar-samar mendengar apa yang di ucapakn Claudia barusan, “Apa kau berbicara sesuatu Clau” tanyanya sambil melirik Claudia sekilas kemudian kembali fokus melihat jalan raya.


“Tadi mommy mengatakan Dessy dad” jelas Nore pada sang daddy.


Claudia yang mendengar Leonore memperjelas ucapannya membuat dirinya jadi gelagapan, “Ti-tidak, mana ada aku mengatakan itu” ujar Claudia mencoba mengelak.


“Iiiii jelas-jelas mommy mengucapkan Dessy balusan, Nore tidak calah dengel kok” balas Nore melihat Claudia.


Claudia hanya tersenyum getir dan tidak menjawab ucapan Nore lagi, bisa-bisa urusannya akan lebih panjang jika ia dan Nore berdebat.


“Apa Dessy yang kau sebut itu, Dessy yang tiga tahun lalu” ucap Daniel melirik sekilas Claudia.


Claudia yang mendengar itu, hanya diam saja sembari memandang Daniel dengan dalam. Hingga akhirnya, ia membuang muka ke arah jendela. Enggan menanggapi perkataan Daniel barusan.


Melihat itu, Daniel hanya menghela nafas pelan, “Jangan diam seribu bahasa begitu. Kau terlihat menyeramkan, apa kau marah?” tanya Daniel berusaha mencairkan suasana.


“Hihihi dad cuka benel kalau ngomong. Mom memang cangat menyelamkan kalau diam. Lebih baik banyak ngomong sepelti kucing galong ckckckck” jawab Leonore menimpali perkataan Daniel.


Claudia yang mendengar itu, langsung mencubit pipi gembul Leonore yang sangat mirip bakpao “Akh mommy cakit tau” gerutu Leonore berusaha melepaskan cubitan gemas dari sang mommy.


“Makanya jangan mengatai mommy lagi seperti yang tadi” balas Claudia sengit sambil tertawa renyah karena berhasil membuat gadis kecilnya menggerutu.


Daniel yang melihat interaksi Claudia dan juga Leonore tersenyum tipis, ia kemudian kembali bertanya “Apa benar ini tentang Dessy”


Claudia yang penasaran dan kepikiran terus tentang perkataan Matteo akhirnya memandang Daniel dan menganggukkan kepalanya. “Ya. Benar”


.


.


.


Hai kaka-kaka sayang😍😍🤗, maaf baru up lagi ya, authornya sibuk magang soalnya hihi🤭… jangan lupa berikan like, comment. Gift untuk author ya🤩😍 serta vote juga hihihi mumpung lagi hari Senin🤩🤩❤️💋. Bersedekahlah untuk author in wkwkwk😂😎


Selamat berhari Senin ya guys💪💪🌹