Baby Girl CEO Genius

Baby Girl CEO Genius
Eps 52 Pasangan Yang Baik



Note :


Karena pasangan yang baik bukanlah mencari seseorang yang telah sempurna, melainkan mereka yang siap untuk menerima bagian dari ketidaksempurnaan orang itu untuk kita isi dan lengkapi


DawnLover ( ig : _dawnlover011 )


.


.


Jika dua orang memang benar-benar saling menyukai satu sama lain, bukan berarti mereka harus bersama saat itu juga. Tunggulah di waktu yang tepat, saat semua memang sudah siap maka kebersamaan itu bisa jadi hadiah yang hebat untuk orang-orang yang sabar. Sementara menanti sibukkanlah diri untuk terus menjadi lebih baik. Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya apakah rasa suka itu semakin besar atau memudah.


Setelah semuanya telah selesai, Daniel mengantarkan Leonore dan Claudia pulang di kediaman ayah Agam karena meskipun mereka sudah saling menerima satu sama lain bukan berarti mereka bisa tinggal seatap. Mereka terlebih dahulu harus mengantongi izin dari orang tua Claudia baru setelah itu mendaftarkan kembali pernikahan mereka baik secara agama maupun hukum.


“Dad, apa tidak bica daddy tinggal di lumah opa caja” tanya Leonore yang tengah duduk di pangkuan Claudia.


Daniel yang baru menepikan mobilnya di teras kediaman ayah Agam hanya tersenyum simpul “Tidak secepat itu sayang. Banyak hal yang harus di selesaikan terlebih dahulu. Tapi Daddy janji akan cepat menyelesaikannya dengan cepat” ucap Daniel mengelus kepala Leonore.


“Tenang saja. Aku akan memberikan dia pemahaman. Kau pulanglah kau pasti sangat lelah hari ini” ujar Claudia yang menatap Daniel dengan tatapan teduh.


“Apa kau tidak menawarkan aku untuk sekedar mampir ke dalam?” tanya Daniel dengan mimik wajah kecewa. Claudia hanya terkekeh geli melihat tingkah Daniel sekarang, sudah tidak ada rasa canggung dan segan bila berhadapan dengan Claudia.


“Besok aku akan segera datang membawa papa dan mama ke sini. Aku tidak ingin menunda hal yang baik terlalu lama” ucap Daniel serius.


Sedangkan Claudia hanya mengangguk saja. Daniel langsung tersenyum senang. Ia buru-buru keluar mobil dan membukakan pintu mobil untuk Claudia dan Leonore.


“Tidur yang indah hari ini sayang” ucap Niel sembari mencium kening malaikat kecilnya. “Kau juga tidurlah yang cepat. Jangan terlalu larut istrahatnya” ucap pula Daniel pada Claudia sembari mencuri satu kecupan di bibir manis Claudia.


“Nielll…. Jangan begitu. Maluuu” ujar Claudia dengan rona merah di wajahnya.


Bukannya berhenti Daniel malah membawa Claudia beserta Leonore ke dalam pelukannya


“I love you more my angel” sebuah ucapan yang membuat Claudia semakin baper saja “Me too” jawab Claudia dengan malu-malu.


“Me too Dad” balas Leonore pula di sela-sela pelukan mereka bertiga.


Tak jauh dari kediaman Agam terdapat mobil sedang menepi dan tengah melihat keharmonisan keluarga kecil itu dengan tatapan tak suka “Siallllll… Aku benci melihat mereka yang berbahagia seperti itu” umpatnya kesal sembari memukul setir mobilnya dengan kasar. Tanpa menunggu lama, ia langsung menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


.


.


.


2 minggu kemudian


Saat ini Claudia dan Daniel sedang duduk berhadapan dengan seorang pria yang pernah menjadi tempat sandaran bagi Claudia selama ia berada di kota Roma.


Matteo sedang menyesap kopinya dengan santainya setelah itu ia menaruh kopinya di atas meja.


Matteo tersenyum tipis melihat Daniel dan Claudia yang saat ini duduk berhadapan dengannya. “Rupanya kau tetap memilih Daniel sebagai rumahmu yang sesungguhnya” ucap Matteo dengan senyum getir.


Claudia hanya meremas kedua tangannya, ada sedikit perasaan bersalah melihat kekecewaan tercetak jelas di wajah Matteo. Sedangkan Daniel hanya terdiam saja dengan wajah datar dan dingin.


“Setidaknya kau membawa Leonore ke sini. Apa kau sengaja tidak mempertemukan ku dengan putrimu” ucap Matteo sedikit lebih santai. Matteo berusaha menekan sakit hatinya dengan merelakannya, setidaknya Claudia bahagia dengan pilihan. Benar kata orang, wujud tertinggi mencintai itu adalah mengikhlaskannya. Walau sulit untuk melakukannya namun ia akan berusaha sebisa mungkin.


“Leonore sedang dalam perjalanan ke sini bersama aunty nya” jawab Daniel.


“Cihhh kau itu datar sekali, aku bingung kenapa Claudia tetap saja jatuh hati pada pria seperti mu” canda Matteo


“Kauuuu” kesal Daniel dengan sikap Matteo.


“Sudahlah, kita kesini bukan untuk beradu mulut apalagi bertengkar” Claudia berusaha menjadi penengah untuk kedua pria yang usianya sudah bukan anak muda lagi.


Daniel menghela nafas hingga akhirnya membuka suara “Matt, terimakasih untuk 3 tahun yang lalu. Kau telah menjaga Claudia dan Leonore. Aku sangat berterimakasih untuk itu.”


“Kenapa kau berterima kasih, aku melakukannya untuk Claudia dan Nore bukan untukmu” balas Matteo masih berusaha ketus pada Daniel.


“Ya aku tahu itu” Daniel tersenyum tipis untuk sejenak kemudian melanjutkan kata-katanya. “Aku harap kau pun berbahagia dengan pernikahan kami dua hari ke depan”


“Aku berbahagia jika memang Claudia pun berbahagia, tapi ingat sekali lagi kau berbuat hal buruk aku pastikan kau tidak bisa bersama Claudia dan Leonore lagi” tegas Matteo.


“Aku berjanji sebagai lelaki” ucap Daniel yang langsung mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Matteo.


Melihat itu, Matteo menatap lekat-lekat tangan Daniel, sejenak, ia menghela nafas walau akhirnya ia tersenyum dan membalas uluran tangan itu.


Claudia hanya tersenyum tipis melihat dua pria yang sedang berjabat tangan itu menandakan perdamaian di antara mereka.


“Selama bro, kau berhasil mendapatkan cintamu lagi. Aku berharap kalian selalu bahagia dan menjadi pasangan paling baik dan harmonis hingga rambut warna kalian berubah” ucap Matteo tulus.


.


.


****


Guysss, jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, like, komentar, vote, dan giftnya jangan lupa juga ya biar author makin semangat up bab selanjutnya hihihi🤗🤗😁😍


Oh iya mampir juga ya di novel kedua aku judulnya “Terjerat Pesona Dewi Athena”