
Note :
Suatu saat kamu akan menyadari bahwa bukan tentang sebuah rumah, namun tentang siapa yang ada di dalamnya.
Bukan tentang rasa kopi terbaik, namun tentang bersama siapa kamu meminumnya.
Bukan juga tentang semua hal yang kamu lalui sambil tertawa, namun seseorang yang juga bisa menemani saat dirimu menangis.
DawnLover
.
.
.
2 bulan kemudian,
Hari ini adalah weekend namun bukan berarti keluarga dari Daniel tidak sibuk, melainkan sedikit lebih sibuk hari ini dimana hari ini bertepatan dengan ulang tahun Leonore yang ketiga.
Di karenakan Daniel baru pertama kali merayakan ulang tahun sang anak, tentunya laki-laki beranak satu itu ingin memberikan yang terbaik untuk anak kesayangannya itu.
Halaman belakang rumah telah di sulap menjadi tempat perayaan ulang tahun dengan konsep luar ruangan, menggunakan sofa balon sebagai lesehan dengan warna lampu yang sedikit temaram sedikit konsep orang dewasa memang. Hal itu bukan karena alasan, tetapi memang itu kemauan dari si kecil Leonore.
“Sayang, Leonore dimana?” tanya Daniel yang baru selesai dari halaman belakang rumah untuk memastikan dekorasinya sesuai atau tidak.
“Tadi keluar bersama Mama” jawab Claudia seadanya karena sedang sibuk berkutat dengan masakan.
“Kenapa kau membiarkan Mama mengajak Leonore, harusnya anak itu tidur siang sekarang” Daniel sedikit kesal karena anak manis itu tidak ada di rumah siang ini. Pantas saja rumah menjadi sepi dan masih tertata rapi serta tidak ada teriakan menggema dari Claudia karena ulah Leonore.
Claudia yang sedang sibuk memasak langsung berbalik menatap Daniel yang sedang sibuk memakan puding coklat yang sudah di tata di atas meja.
Perlahan Claudia mendekati Claudia yang sedang asik dengan makanan manis di tangannya dan tentu saja langsung memukul keras lengan Daniel.
“Auh… sayang sakit” Daniel mengaduh kesakitan karena pukulan yang di berikan oleh Claudia. Sedangkan Claudia yang melihat wajah Daniel kesakitan langsung tersenyum senang seolah mendapat kepuasan tersendiri ketika suaminya tersakiti begitu.
“Kenapa kau tersenyum begitu?” tanya Daniel sedikit aneh dengan gelagat Claudia.
“Lah kenapa memangnya?” Claudia malah balik bertanya pada Daniel.
“Apa kau tidak kasihan padaku, kau baru saja memukul ku sayang. Sakit loh ini” ucap Daniel seraya menunjukkan lengan yang baru di pukul Claudia ternyata telah meninggalkan bekas jari sang istri sebanyak empat jari.
Claudia tidak menjawab dia malah meninggalkan Daniel dan kembali meneruskan pekerjaan yang sempat ia tinggalkan.
“Aku hanya suka saja melihatmu kesakitan sayang” balas Claudia tersenyum geli karena mengingat tingkah absurdnya barusan.
“Hufftt, sabar, sabar” gumam Daniel hanya bisa urut dada karena selalu mendapat pukulan dadakan dari Claudia akhir-akhir ini.
“Sayang, kau sudah memastikan Matteo sampai di Indonesia hari ini tidak, jangan sampai dia telat datang nanti.”
Daniel memeluk Claudia dari belakang dan menyandarkan kepalanya di bahu sang istri.
“Ish jangan begini, kau tidak melihat di dapur bukan kita saja” Claudia merasa tidak nyaman karena pelukan yang di berikan Daniel di karenakan ada beberapa ART yang sedang memasak juga.
“Tidak masalah, hanya begini saja kok. Tidak lebih” balas Daniel tidak ambil pusing dengan apa yang di bilang Claudia barusan.
“Tapi kepalamu berat” keluh Claudia lagi.
Mendengar itu Daniel hanya tersenyum tipis kemudian mengangkat kepalanya mensejajarkannya dengan Claudia.
“Sampai sekarang, aku masih tidak menyangka jika kita bersama lagi Clau, ini serasa seperti mimpi” ucap Daniel pelan.
Claudia malah tidak menanggapi dia masih tetap melanjutkan pekerjaannya walau sebenarnya ia juga merasakan hal yang sama seperti Daniel.
“Kau tahu sayang, keluarga impian yang kita cita-citakan benar-benar terwujud” ucap Daniel lagi.
“Sepertinya” sahut Claudia membetulkan.
Mereka jadi mengingat 3 tahun yang lalu ketika mereka sedang mengikuti program hamil, mereka berdua berharap memiliki anak perempuan dengan sikap yang lucu nan menggemaskan dan bisa melakukan banyak hal sederhana tapi sangat manis.
“Tetaplah di sisiku selamanya sayang” ucap Daniel tulus.
“Tidak aku tidak mau” balas Claudia langsung menghindari Daniel.
Tentunya Daniel langsung di buat melongo, “Loh kenpa?.”
“Jika kau tidak mandi tentu saja aku tidak mau di sisimu. Sama seperti sekarang kau belum mandi” ejek Claudia seraya menutup hidungnya.
“Justru kalau belum mandi kau harus terus menempel padaku sayang. Bukan kah dari aroma itu kau bisa kepincut padaku” balas Daniel dan malah sengaja menggoda Claudia dengan mengedipkan matanya seraya mendekati Claudia yang perlahan beringsut mundur ke meja makan.
“Come on sayang, datanglah kepadaku” ucap Daniel seraya merentangkan tangannya untuk memeluk Daniel.
Melihat itu, Claudia tersenyum piring, “satu, dua, dan ….”
Tok…
“Arghhhh auh sakit Clau”
Bunyi nyaring sendok wajan besi mengenai jidat pari purna Daniel dan tentunya sakitnya bukan main. Karena Claudia memukulnya dengan sangat keras tentunya kepala Daniel langsung nyut-nyuttan karena mendapat ciuman tak terduga dari sendok wajan besi.
.
.
.
Seperti biasa ya kakak² sayang😀🤗, jangan lupa beri dukungan dan tinggalkan jejaknya di kolom komentar ya💗💗