
Note :
Apa pun yang di sembunyikan oleh hati, akan di perlihatkan oleh sikap.
Seperti halnya sebuah kopi, semahal dan seindah apa pun tampilannya dalam sebuah cangkir, tak akan bisa menyembunyikan rasa pahit.
DawnLover ( ig : _dawnlover011 )
.
.
.
“Ckck… bisa tidak kalau masuk ke ruangan ku itu, ketuk dulu pintunya. Jangan asal masuk aja” kesal Claudia berdiri dari kursi kerjanya.
“Aku tadi sudah mengetuknya tapi kau malah fokus pada gawai mu itu, lain kali jangan melamun. Atau pendengaranmu sekarang sudah kurang bagus ya” balas perempuan cantik itu yang menggunakan card karyawan sebagai posisi Manajer Pemasaran.
Mendengar itu Claudia memutar bola matanya malas, ia setiap kali berbicara dengan perempuan di ruangannya terkadang membuatnya jengkel setengah mati.
Ya, perempuan itu adalah Tania sepupu dari Claudia dari garis keluarga sang bunda. Tania yang memiliki sifat cerewet yang hampir sama dengan dirinya, pekerja keras, dan juga tingkat kepo yang terbilang tinggi seperti ibu-ibu komplek. Tania ini anak blasteran suku Batak dan Thailand. Sudah pasti memiliki garis wajah yang terbilang cantik namun juga tegas.
“Tania, keluar dari ruangan ku aku tidak ingin berdebat denganmu” ucap Claudia dengan sorot mata tajamnya pada Tania.
Namun yang di tatap malah mengangkat kedua bahunya seraya berjalan santai melewati Claudia. Tania duduk di sofa ruangan Claudia sembari mencomot beberapa cemilan kue kering di meja.
“Tadi kau menantikan pesan siapa memang, Daniel atau bule yang kesemsem itu?” tanya Tania santai.
“Bukan urusanmu, sudah keluar dari ruangan ku. Melihat mukamu membuat mood ku jadi berantakan” balas Claudia enggan menjawab pertanyaan Tania.
“Bah jahat kali dirimu pada ku, kau mengusir ku” ucap Tania mendramatisir
“Sudahlah jangan drama di sini. Kepalaku sakit melihat tingkah mu” ketus Claudia.
“Hei jangan begitu, kemari lah duduk di sofa. Ceritakan padaku segala kerisauan dan kegelisahan yang kamu rasakan. Setidaknya itu membuat perasaan mu lega” Tania langsung menepuk sisi sofa di sebelahnya.
Claudia hanya menghela nafasnya melihat tingkah sepupunya ini, walau pun dirinya bersikap ketus tetap saja Tania ini tidak ambil hati apa lagi mengindahkannya. Mau tidak mau Claudia duduk bersebelahan dengan Tania.
“Nah, begini lebih baik. Ayo bercerita lah. Aku akan setia mendengarnya” ucap Tania dengan mulut penuh cemilan.
Claudia sejenak tercengang dengan sikap Tania yang sangat suka mengemil, hal itu mengingatkannya pada malaikat kecilnya yang sangat menyukai cemilan.
“Huft… bisa tidak kalau bicara pelan-pelan mulutmu itu penuh dengan makanan” kesal Claudia. Sedangkan reaksi Tania hanya cengengesan tidak jelas.
Belum sempat dirinya bercerita, pintu ruangannya di buka dengan sangat kencang di sertai dengan suara cempreng anak perempuan yang berlari ke arah nya, gadis mungil dengan rambut kepang dua serta jangan lupakan dot susu yang bergelantungan di lehernya.
“Mommyyyyyyy………… Nore kangen” pekiknya dengan suara cempreng yang niat hati ingin memeluk Claudia namun fokusnya teralihkan dengan potongan cake marmer di atas meja sehingga yang di peluknya adalah cake dan cemilan di meja Claudia.
Sontak saja Tania tertawa keras melihat tingkah Leonore “Luar biasa keponakan aunty ini memang titisan diriku haha haha”
Sedangkan Claudia hanya mendengus kesal sembari menatap tajam Nore yang baru sampai langsung melahap cake yang ada di meja.
“Nore, dimana nanny?” tanya Claudia yang belum melihat keberadaan pengasuh anaknya.
“Oh itu, sepeltinya masih di lobi mom. Tadi, Nore pas nyampe langsung bellali ke dalam lift dan beltemu opa jadinya balengan deh” ucap Nore tanpa ada beban sama sekali.
Claudia hanya menggeleng pelan. Ia bingung harus bagaimana lagi menghadapi sikap putri aktifnya ini.
“Shut shut… ayo ceritakan pada ku apa yang membuatmu kesal ketika melihat gawai mu tadi. Mumpung Nore lagi anteng” cerocos Tania yang tidak sabaran dengan cerita Claudia.
“Dasar kepo” batin Claudia.
Akhirnya Claudia menceritakan tentang pesan yang di kirim Daniel kepadanya tapi belum sempat di balasnya hingga di hapus kembali oleh Daniel.
“Oh begitu. Kirain apaan. Tapi kalau di lihat-lihat Daniel itu masih menyukaimu hanya saja ia berusaha menutupinya darimu mungkin takut kau tidak nyaman” jelas Tania sok bijak.
“Tidak mungkin lah. Memangnya kau tahu dari mana” tanya Claudia melirik Tania.
“Tentu saja aku tahu dari sikapnya. Sebenarnya dirimu pun sama halnya dengan Daniel. Kalian masih menyukai satu sama lain hanya saja enggan memulai dari awal lagi seperti ada keraguan dari pribadi kalian masing-masing” jelas Tania panjang lebar sambil menggeleng pelan
.
.
.
Hai-hai kakak sayang pembaca setia Baby Girl CEO Genius🤗🤗🤩 jangan lupa beri like, comment, vote, favoritkan, dan kembang buka mawar🌹🌹🌹 untuk author ya biar makin semangat untuk up bab selanjutnya.
Jangan lupa mampir di novel kedua aku juga ya, ramein juga di sana hehe🤩🤗