Baby Girl CEO Genius

Baby Girl CEO Genius
Eps 73 Give It To Me



Note :


Bila bertemu dan berpisah ibarat matahari yang terbit dan tenggelam, maka aku ingin menjadi langit yang selalu menerima akan fajar dan senja yang membuka dan menutup hari.


Aku ingin jadi langit yang selalu tabah menerima terbit dan tenggelam, menerima siang dan juga malam.


DawnLover


.


.


.


Sudah 5 hari Daniel dan Claudia menghabiskan waktu berdua di negeri orang tanpa malaikat kecilnya, Leonore Kingston. Meskipun begitu, mereka tetap menyempatkan waktu untuk sekedar menanyakan kabar anak mungil nan gembul itu.


Ya, baik Daniel dan Claudia sudah tahu jika beberapa hari sebelumnya putri mereka bertemu dengan Dessy. Panik dan cemas sudah pasti di rasakan Daniel dan Claudia ketika mendengar kejadian itu. Mungkin karena perangkai Dessy yang sudah tercap buruk membuat orang menjadi tidak senang dengannya bahkan hanya sekedar mendengar namanya dis ebut saja membuat orang sudah langsung berpikir buruk dan langsung mengingat watak tak terpujinya.


Saat ini Daniel sedang berkomunikasi dengan anak buahnya di sambungan telepon yang ia tugaskan untuk menjaga putrinya sekaligus memantau pergerakan Dessy. Ia takut Dessy akan tetap menjalankan misinya untuk menghancurkan keluarganya.


“Untuk saat ini, Nona Muda sudah tidak bertemu lagi dengan Dessy, Tuan. Untuk Dessy sendiri, jika kami melihat dari posisinya sepertinya perempuan itu hanya berada di apartemen ia sesekali keluar hanya untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya.”


“Apa kalian yakin? Jangan sampai lengah menghadapi wanita ber ular seperti dia” ucap Daniel dengan suara datarnya. Ia sudah tidak ingin berhubungan dengan wanita licik seperti Dessy. Biarkan kesalahan itu ia lakukan sekali saja. Untuk saat ini dan juga di masa mendatang Daniel tidak membiarkan hal itu terulang kembali. Apa lagi ketika ia mengetahui niat buruk Dessy, sudah pasti ia semakin menjaga keamanan istri dan anaknya.


“Kami akan terus mengawasi gerak-geriknya Tuan.”


“Itu harus. Tapi kalian juga harus menjaga putriku. Ingat putriku lebih penting dari wanita ular itu.” Tegas Daniel.


Setelah panggilan terputus, Daniel meletakkan ponselnya di atas nakas dekat ranjangnya.


Ya, memang ketika Claudia tidak ada di sisinya, di situlah ia manfaatkan untuk bertanya perihal putrinya sekaligus juga tentang Dessy.


Bukan apa-apa, hanya saja Daniel mengantisipasi Claudia yang semakin cemas tentang Leonore akibat ulah Dessy. Walau pertemuan kemarin hanyalah sebuah kebetulan dan hanya sekedar bercerita saja. Tidak ada kekerasan fisik atau hal yang tidak baik yang di lakukan Dessy terhadap Leonore. Namun, Claudia tetap saja khawatir bukan main bahkan wanita ayu nan manis itu meminta ke Daniel untuk tidak melanjutkan liburan mereka.


Tentu saja, Daniel enggan untuk tidak melanjutkan liburan mereka. Hingga Daniel berusaha membujuk sekaligus meyakinkan Claudia bahwa semua akan baik-baik saja. Untungnya perempuan itu menerima bujukan dari Daniel walau tetap saja rasa cemas dan khawatir itu masih ada berkeliaran di pikiran dan hati Claudia.


Sejenak Daniel melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 waktu setempat.


Daniel melirik kamar mandi yang masih terdengar gemercik air. Saat ini Claudia memang sedang mandi dengan durasi sudah hampir 30 menit, perempuan jika mandi memang sangat lama entah apa yang mereka lakukan di dalam, apakah mereka melakukan ritual atau bagaimana. Daniel hanya geleng-geleng kepala jika harus mengingat bagaimana sifat sekaligus kebiasaan dari perempuan. Mandi lama, dandan lama, mood yang tiba-tiba baik, tiba-tiba buruk, tiba-tiba mukul, tiba-tiba nangis apa lagi jika mengeluarkan kata keramatnya seperti terserah, hmm, dan gapapa. Sungguh tak bisa tertebak. Memang tidak semua perempuan seperti itu. Tapi rata-rata seperti itu bukan?.


“Sayang apa kau masih lama di dalam?” teriak Daniel sedikit supaya Claudia di dalam kamar mandinya bisa mendengarnya.


Namun tidak ada jawaban dari dalam, tidak ada balasan dari pertanyaan yang di berikan Daniel. Tapi perlahan kamar mandi terbuka menampilkan penampilan Claudia yang menggunakan handuk kimono warna putih serta handuk kecil di atas kepalanya.


Cantik dan segar. Itulah satu kalimat yang cocok untuk Claudia saat ini.


Sebenarnya bukan hanya sekali atau dua kali Daniel melihat pemandangan seperti ini, sudah amat sangat sering. Namun tetap saja Daniel tidak bosan dengan pemandangan cantik ini. Sungguh memanjakan mata dan membuat hatinya semakin berdebar jika semakin lama menatap Claudia lebih lama. Mungkin memang benar bahwa Daniel sudah jatuh cinta berkali-kali pada istrinya ini.


Claudia menjetikkan jemarinya di depan wajah Daniel yang menatapnya dengan penuh damba bahkan laki-laki ini enggan untuk berkedip.


Grep…


Daniel mendekap erat Claudia. Ia memeluk Claudia sangat posesif sembari mengelus dengan sayang punggung Claudia yang masih terbungkus dengan handuk kimono.


Geli dan pengap mungkin itu yang di rasakan Claudia ketika Daniel memeluknya seperti ini. Namun mau bagaimana lagi tetap saja pria itu tidak akan melepaskan Claudia seperti yang sudah-sudah.


“Sayang, bisakah kau mundur sedikit?” ucap Daniel di sela-sela pelukannya, ia bahkan memejamkan matanya dan menyadarkan kepalanya di dada sang istri. Ia menghirup aroma sabun yang tercium di tubuh sang istri.


“Hisssh mundur bagaimana katamu. Orang kamu aja masih meluk aku. Ya sudah lepas aku mau mundur ini. Tapi awas aja ya berani meluk lagi. Aku mundur nih” jawab Claudia berusaha melepaskan diri dari pelukan yang sedikit erat.


“Iya mundur saja. Kecantikan kamu terlalu maju sampai-sampai membuat aku meleleh” cengir Daniel menatap manik mata sang istri.


Dan sudah pasti pipi Claudia merah merona mendengar gombalan receh suaminya ini. Ia tersipu malu dan juga salah tingkah. Aneh memang, pada hal mereka bukan pasangan pengantin baru. Tapi tetap saja kelakuannya bikin yang melihat kesemsem dan senyum-senyum sendiri.


Daniel kemudian menarik Claudia agar duduk di pangkuannya. Tentu saja Claudia langsung duduk tanpa basa-basi bahkan saat ini tangannya menggantung mesra di leher Daniel.


Keduanya menatap penuh dengan damba dan hasrat yang sedang menggelora. Hingga entah siapa yang pertama memulai, saat ini keduanya saling bertukar saliva bahkan suara decapan terdengar jelas.


Perlahan tangan Daniel mulai menarik tali handuk kimono sang istri, membelai lembut guna memberi rang-sangan pada Claudia sesekali meremas salah satu gunung kembar milik Claudia.


“Sshhh…” satu dessahan lolos dari bibir ranum sang istri membuat Daniel yang mendengarnya semakin terbakar gaiirah dan juga semangatnya.


Tanpa pikir panjang, bibirnya langsung beralih turun ke leher jenjang nan mulus Claudia. Sudah pasti ia meninggalkan beberapa karyanya di sana sebagai tanda kepimilikannya.


“Give it to me honey” bisik Daniel di telinga Claudia sembari menggigit kecil telinga sang istri.


“Of course my hubby” balas Claudia dengan suara lembutnya.


.


.


.


.


Yeorobun😄😄, maaf bgt baru bisa up lagi setelah hiatus beberapa hari di karenakan aku lagi sibuk di dunia real, sibuk kerja sibuk juga kuliah apalagi ngerjain tugas besar karna otw UTS. Di hari minggu aja harus ke kampus guna ngerjain tugas kuliah yang udah mepet deadlinenya huhu jadinya dari kemarin emang ga bisa nyempatin buat nulis.


Semoga kalian tetap stay di cerita pertama aku ini ya kakak sayang.😍😍😍


Mohon dukungannya selalu.💗


Okepsss itu aja dulu, besok pasti di up lagi kok hehehe.


Selamat beristirahat yaa