
Note :
Kata pulang. Satu kata berjuta makna dan cerita.
DawnLover
.
.
Setelah siap memakan makanan mereka hingga habis, ketiga orang tersebut kembali di buat diam. Mungkin bingung harus membicarakan apa setelah ini.
“Emm, Nore sayang, apa sebaiknya kita tidak pulang sekarang. Bukan kah tadi ingin tidur siang?” tanya Claudi dengan suara pelan.
“Eh iya, Nore lupa” Nore langsung memukul keningnya karena lupa tujuannya untuk tidur siang.
“Dad, tidak macalah kan kalau Nore dan mommy pulang cekalang?” tanyanya dengan wajah memelas.
“Tentu saja sayang. Pulanglah bersama mommy. Terimakasih Clau untuk makan siangnya”
“Hmm, sama-sama”
“Oh iya biar aku antar sampai lobi ya” pinta Daniel.
“Iya tentu caja daddy halus mengantal kami campe bawah” oceh Nore yang menjawab ucapan Daniel. Daniel langsung mengangguk senang sedangkan Claudia hanya diam dan pasrah saja.
.
.
Di sepanjang lorong kantor, Daniel dan Claudia sama-sama diam, mereka berjalan pelan dalam diam dengan pikiran yang sedang berkecamuk. Sedangkan Nore sepertinya sedang bersiap-siap ingin menyambangi mimpinya di pelukan sang daddy.
“Apa pertemuanmu dengan Matteo tadi sudah selesai?” tanya Daniel dengan suara pelan.
Sejenak Claudia melirik sekilas Daniel kemudian memalingkan kembali pandangannya ke arah depan.
“Apa kamu mengenal Matteo?” Claudia malah balik bertanya.
“Aku mengenalnya dari cerita Leonore” jawab Daniel singkat.
Mendengar itu, Claudia hanya mengangguk saja. Pada hal Daniel tidak melihat ke arahnya.
Ting.. Pintu lift terbuka
Kedua makhluk itu masuk menuju lift.
“Mengapa aku tak pernah melihat Dessy mu sekarang?” tanya Claudia tanpa memandang Daniel.
Daniel langsung memandangi Claudia yang sedang memasang wajah datar. “Ketika kamu pergi dari kehidupanku, Dessy pun begitu, ia pergi” jawab Daniel.
Daniel hanya tersenyum teduh pada Claudia. “Dulu, aku terlalu buru-buru mencari kebahagian melalui orang baru, ternyata mereka datang hanya untuk sekedar singgah. Ya, hanya sekedar singgah sementara”
Mendengar itu Claudia semakin mengerutkan keningnya, ia bingung maksud dari ucapan Daniel barusan.
Ting… pintu lift terbuka
Kedua orang itu langsung berlalu menuju lobi utama, di sana sudah ada Jo yang setia menunggu kedatangan mereka.
“Kau tahu tidak Clau, kalau di pikir-pikir manusia itu sederhana ya” ucap Daniel sembari tersenyum hangat pada Claudia.
“Sederhana bagaimana maksudmu?” beo Claudia pada ucapan Daniel barusan.
“Iya sederhana. Sederhana maksudku ini tentang hidupnya. Berusaha mengejar segalanya untuk meninggalkan semuanya” jelasnya
“Hih aneh, aku tidak paham” ketus Claudia
Daniel malah tertawa pelan melihat Claudia yang jadi ketus begitu, “Meski pada akhirnya mati bukan berarti pergi tetapi pulang. Kita ini sekumpulan manusia yang tengah mengantre, hingga tiba waktunya kembali. Tapi aku berbicara bukan kembali pada sang pencipta ya” jelas Daniel lagi pada Claudia, dan tak terasa juga mereka sudah sampai di pintu mobil Claudia.
Claudia yang semakin bingung dengan perkataan Daniel, ia langsung memukul kasar lengan Daniel.
Plaaak….
“Jangan membuat orang lain bingung. Sudah letakkan Leonore di dalam mobil” Claudia masih berusaha ketus pada Daniel. Tidak tahu saja kalau hatinya sedang berdegup lebih kencang dari biasanya. Entahlah kenapa jantungnya semakin berdetak tak seperti irama sebelumnya.
“Daniel sendiri malah tersenyum karena mendapat tabokan kasih sayang dari Claudia. Daniel langsung meletakkan Nore yang tertidur di bangku depan tak lupa seatbelt ia pasangkan pada tubuh mungil Leonore.
“Sekarang pulanglah, hati-hati di jalan” ucapnya sambil mengacak pelan rambut Claudia.
Mendapat perlakuan itu, Claudia langsung melototkan matanya pada Daniel, sedangkan Daniel hanya tersenyum tipis saja. Tak merasa bersalah sama sekali.
Claudia langsung berlalu masuk ke dalam mobil, dan setelah berpamitan dirinya langsung pergi dari perusahaan Daniel.
Kini tinggal Daniel dan Jo di lobi kedua orang itu saling bertukar pandang kemudian tersenyum tipis. “Sepertinya kau mendapatkan keberuntungan besar hari ini tuan” goda Jo pada atasannya, sedangkan Daniel hanya tersenyum tipis memandangi mobil Claudia yang sudah pergi sangat jauh.
Sedangkan dari arah lain, seseorang yang duduk di dalam mobil berwarna hitam pekat, memegang setir mobilnya dengan sangat kuat di sertai kilatan marah di sudut matanya “Apa kau tidak tahu Cia, sikapmu sekarang ini tanpa kau sadari telah menyakitiku”
.
.
.
Yuhu kaka², seperti biasa ya bantu author melalui like, comment, vote juga ya mumpung hari Senin wkwkwkkw😁😁😋 serta gift juga ya biar author makin semangat up😍🤩🤩💋
Selamat berhari Senin....👏👏