
Note :
Bisa jadi, waktu istirahat terbaik untuk dirimu yang lelah dengan hubungan manusia adalah dengan tidak bertemu siapa pun.
DawnLover
.
.
.
“Aku senang kau akhirnya kembali ke jalan yang benar. Semoga kau menemukan kebahagiaanmu yang sesungguhnya di tempat tujuanmu” ucap Matteo tulus pada Dessy.
Leonore yang sayup-sayup mendengar obrolan orang dewasa itu akhirnya bertanya.
“Memangnya onti mau kemana?” Leonore bertanya dengan polosnya.
“Um itu, aunti mau jalan-jalan ke tempat yang jauh dan mungkin kita tidak akan ketemu lagi. Jaga dirimu baik-baik ya Nore” ucap Dessy menatap tulus Leonore seraya menopang dagunya di atas meja.
“Loh jalan-jalan juga cepelti Dad dan Mom ya? Apa Nore boleh ikut juga onti?” tanya Nore lagi, bahkan dirinya langsung memberikan ponsel milik Matteo seakan ia sudah tidak tertarik lagi dengan ponsel itu.
“Tentu saja tidak boleh ikut. Kalau Nore ikut itu sama saja akan merepotkan aunty Dessy” jawab Matteo mencubit gemas hidung Leonore.
Seakan tidak tidak terima dengan perkataan Matteo, Leonore mencebikkan bibirnya dan memutar bola matanya malas.
“Iss uncle kenapa cih celalu nyeletuk aja, Nore itu tanyanya cama onti Deccy bukan cama Uncle” balas Nore langsung memalingkan wajahnya pada Matteo, mungkin terlanjur kesal.
Mendengar gerutuan Leonore, baik Matteo dan Dessy hanya tersenyum geli. Namun di balik itu juga, perasaan Dessy kian menghangat rupanya dengan sikap kecil Leonore yang barusan di tunjukkan meyakinkan bahwa dirinya bahwa masih ada yang peduli padanya, rupanya Dessy akhir-akhir ini sangat mudah tersentuh.
“Loh kau itu memangnya tidak takut ya sama aunty Dessy? Bukannya kemarin saja Nore kesal setengah mati sama aunty Dessy?” Matteo mulai bertanya guna memancing bagaimana respon Leonore tentang Dessy yang sekarang.
“Oh itu memang benal cih” ucap Leonore malu-malu bahkan menutup mulutnya dengan telapak tangannya yang mungil.
“Hahaha… See, anak kecil memang sangat jujur” ejek Matteo pada Dessy yang melongok karena kejujuran Leonore, pada hal baru saja dia tersentuh dengan sikap yang di tunjukkan Leonore padanya.
“Hissh jangan terlalu di pertegas juga kenapa sih” lirih Dessy sedang menahan kesal, ia mencebikkan bibirnya karena kesal. Sedangkan Matteo malah semakin tertawa terbahak-bahak.
“Loh kok bisa?” tanya Matteo dan Dessy bersamaan.
“Iya, kemalin pas Nore teleponan cama Mommy dan belcelita tentang onti. Katanya Nore tidak boleh membenci olang telalu lama. Tidak baik untuk kecehatan hati. Dan kata Mommy juga onti Deccy itu cudah tidak jahat lagi, cekalang udah jadi olang baik” jelas Nore mengingat jelas nasihat sang Mommy padanya.
Dessy yang mendengar itu merasa terharu bahkan matanya berkaca-kaca serasa ingin menangis sekarang juga, namun ia berusaha untuk tidak menitikkan air matanya.
“Aku pikir dia begitu membenciku” lirih Dessy tertunduk dengan perasaan bersalahnya yang semakin besar.
Sejujurnya ia ingin menemui Claudia dan meminta maaf secara langsung, namun tak bisa di pungkiri juga ada perasaan takut dan segan. Jadi niatnya itu ia batalkan setidaknya ia sudah tidak akan mengganggu kehidupan Claudia, Daniel dan juga Nore.
“Dia akan sangat membencimu jika kau kembali hadir sebagai duri bagai kehidupannya” ucap Matteo menatap datar Dessy.
Dessy menghela nafas pelan, ia butuh banyak oksigen untuk sekedar meluapkan kerisauan hatinya.
“Jadi onti mau tidak mengajak aku jalan-jalan?” tanya Leonore lagi, karena ia merasa bingung mengapa Dessy tiba-tiba tertunduk begitu.
“emm, maaf sayang. Aunty tidak bisa mengajakmu karena di sana aunty bukan hanya sekedar jalan-jalan namun juga bekerja. Dan pasti setelah bekerja aunty harus beristirahat” jelasnya pada Nore supaya anak kecil itu mengerti.
“Yahhh” kecewa Nore dengan mimik wajah sedihnya.
Matteo yang melihat itu langsung menatap Nore, “Sudah jangan sedih begitu. Muka Nore sangat jelek kalau sedih. Nanti biar Uncle bawa jalan-jalan ya. Nore mau kemana, mau ke taman bermain, mau ke Timezone, atau mau makan ice cream akan Uncle turuti” bujuk Matteo pada Nore agar anak itu berhenti bersedih.
Mendapat penawaran seperti itu, tentu saja anak kecil seperti Nore pastinya akan tergiur saking semangatnya ia langsung menganggukan kepalanya dan memberi dua jempol tangannya pada Matteo.
Setelah itu, ketiga orang itu fokus menyantap makanan yang sudah datang beberapa saat lalu di selingi obrolan ringan. Tentunya Matteo kali ini akan sedikit repot karena harus menyuapi Leonore terlebih dahulu dan memastikan anak kecil itu makan.
“Hiss, aku seperti bapak-bapak yang punya anak satu saja yang sedang di tinggal istri arisan” batin Matteo menatap Leonore yang sedang sibuk mengunyah potongan daging dalam mulutnya.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak dan dukungannya ya kakak-kakak sayang😚😚💗