
Note :
Terkadang untuk bisa memperoleh suatu kebahagiaan, Tuhan menguji manusia dengan berbagai kesedihan yang menyakitkan. Karena Tuhan hendak melihat apakah kamu pantas mendapat kebahagiaan tersebut.
DawnLover
.
.
.
Daniel dan Leonore langsung antusias membuka hadiah yang di berikan Claudia.
“Woah cantiknya” ucap Nore sangat girang dan langsung memeluk sang Mommy. Anak kecil itu mendapatkan gantungan kunci berbentuk beruang serta boneka kelinci kecil yang sempat ia ingin sewaktu di mall.
“Thank you Mom” ucapnya mencium pipi Claudia secara bergantian. Claudia hanya tersenyum karena ternyata hadiah yang di berikannya ternyata di sukai oleh anak manis itu.
“Sama-sama sayang” ucap Claudia sembari mengusap dengan sayang pucuk kepala si kecil Leonore.
Jika tadi Leonore langsung girang ketika membuka kotak hadiah yang di berikan Claudia. Beda halnya dengan Daniel.
Pria bertubuh tegap itu diam tergugu ketika membuka katok kecil yang di berikan sang istri, dia berulang kali menatap isi dari kotak itu kemudian memandang Claudia yang tengah tersenyum teduh kepadanya.
“Sa-sayang. Ini apa?” tanya Daniel dengan perasaan campur aduk. Mungkin ia tahu isi dari kotak itu tapi lebih jelasnya ia mendapat penjelasan langsung dari sang istri.
Claudia malah terkekeh melihat tingkah Daniel yang sepertinya nge-blank secara tiba-tiba.
“Ada selembar surat Mas di situ juga memang kurang jelas maksud dari kotak itu apa.”
Daniel langsung membuka selembar surat yang di dalamnya terdapat selembar foto, tanpa pikir panjang Daniel langsung membaca dalam diam isi dari surat itu.
Semua keluarga besar mereka pun turut penasaran sebenarnya apa hadiah yang di berikan Claudia pada Daniel. Mengapa ekspresi Daniel seperti itu? Apa jangan-jangan Daniel kembali berselingkuh atau bagaimana?. Membuat orang menjadi bertanya-tanya dalam diri sendiri.
Hingga akhirnya Daniel membuka suara.
“Sayang, terimakasih” ucap Daniel langsung memeluk Claudia begitu erat dan mengecup pucuk kepala Claudia. Daniel bahkan menitikkan air matanya karena terharu dengan hadiah yang di Claudia.
“Sama-sama sayang” balas Claudia begitu lembut.
Ya, hadiah yang di berikan Claudia pada Daniel adalah sebuah test pack kehamilan, surat keterangan dari dokter obgyn bahwa Claudia hamil menjelang 4 minggu di sertai dengan foto hasil USG.
Mendengar kabar bahagia itu sontak sama semua keluarga besar itu langsung ikut berbahagia atas kehamilan Claudia tak terkecuali Matteo beserta Amber. Mereka semua memberikan selamat kepada Claudia dan Daniel.
“Holeeee akhilnya Nore punya adik” pekik Nore sangat senang karena mengetahui bahwa dalam waktu kurang lebih 8 bulan ke depan ia akan mempunya seorang adik.
“Apa Nore senang punya adik?” tanya Daniel pada Nore langsung menggendong putri kecilnya itu.
“Cangat cenang cekali malah.”
Semua orang terkekeh karena tingkah gemas Leonore, karena ketika Claudia kembali duduk Leonore langsung duduk di samping sang Mommy. Anak kecil itu langsung mengelus perut Mommy nya yang masih datar dan mengajaknya berbincang.
“Adik, cepat-cepatlah kelual di pelut Mommy bial kita bisa belmain belcama.”
Matteo juga mengucapkan selamat kepada Daniel, “Selamat bro sepertinya honeymoon nya berhasil” goda Matteo menepuk pelan lengan Daniel.
Daniel hanya tersenyum senang dan tentu saja membalas bualan dari Matteo, “Tentu saja. Bibitku tidak perlu di ragukan lagi semuanya premium.”
“Cepatlah kau menyusul jangan betah menyendiri. Apa calonnya adalah perempuan yang kau bawa itu? Dia sungguh cantik dan polos sangat cocok untuk mu yang sangar dan dingin.”
Matteo yang mendengar perkataan Daniel hanya tersenyum saja kemudian melirik sekilas Amber, perempuan yang ia ajak di perayaan ulang tahun Leonore.
Wanita tersebut ternyata sedang tertawa renyah bersama dengan Claudia dan juga Tania. Sejenak pandangan Amber dan Tania beradu pada Matteo namun dalam seperkian detik Amber langsung menunduk. Beda halnya dengan Tania yang menaikkan alisnya pada Matteo. Melihat itu Matteo hanya geleng-geleng kepala melihat perempuan yang sangat berbeda sifatnya. Yang satu pemalu, yang satunya lagi bar-bar.
Daniel dari tadi terus memperhatikan Claudia yang terus di kerumungi oleh ibu-ibu dari keluarga besarnya membuat dirinya sedikit enggan mendekati sang istri.
Setelah acaranya selesai dan satu persatu keluarga mereka pergi tak terkecuali Matteo dan Amber.
Saat ini Daniel dan Nore tengah menanti Claudia untuk bisa bergabung dengan mereka di ranjang king size yang empuk, tentunya di kamar Daniel dan Claudia dan untuk malam ini pula Leonore ingin tidur bersama dengan Daddy dan Mommy nya.
Claudia tengah sibuk memasang cream di wajahnya di depan meja riasnya. Sejenak ia terkekeh gemas karena melihat suami dan anaknya di pantulan kaca tengah memeluk satu sama lain dan sedang menatapnya.
Ia buru-buru menyelesaikan acara pemakaian skincare malamnya. Setelah selesai Claudia baru menghampiri Daniel dan Leonore. Ia bergabung di ranjang di sebelah Leonore. Jadi posisinya Leonore mereka letakkan di tengah-tengah.
Daniel terus tersenyum melirik sang istri yang bersiap hendak tidur. Sementara Leonore sudah mulai mengambangi mimpinya.
“Sayang” panggil Daniel pada Claudia yang tengah menatap wajah teduh Leonore.
“Hem, ada apa?.”
“Terima kasih” jawabnya ambigu.
Claudia langsung menatap Daniel, “Terima kasih untuk apa sih Mas?.”
“Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih karena melahirkan putri secantik dan se-genius Leonore, terima kasih telah memaafkan aku dan mau menerima aku kembali dalam hidupmu. Dan terima kasih juga karena telah mau mengandung anakku lagi” ucap Daniel tulus, matanya berkaca-kaca dan menggengam tangan Claudia. Ia berulang mengecupnya kemudian beralih menatap Claudia yang melihatnya hanya tersenyum.
“Terima kasih juga Mas karena sudah menepati janjimu untuk berubah, terima kasih telah menjadi suami yang sempurna dan ayah yang hebat untuk aku dan juga Nore.”
Keduanya langsung melempar senyum kemudian memeluk erat karena benar-benar bahagia atas semua yang terjadi dalam keluarga mereka. Semua yang terjadi dan telah mereka lalui bukan tanpa alasan. Dengan masalah yang mereka hadapi mereka menjadi semakin lebih tahu bagaiamana memposisikan diri, menghargai dan menjaga perasaan pasangannya.
Karena pasangan yang baik bukanlah mencari seseorang yang telah sempurna, melainkan mereka yang siap untuk menerima bagian dari ketidaksempurnaan orang itu untuk kita isi dan kita lengkapi.
Pasanganmu adalah rezekimu. Pilihan adalah takdirmu. Maka janganlah memandang yang lain selain milikmu dan janganlah membanding-bandingkan dengan yang bukan milikmu.
Ketika di terpa sebuah ujian dan masalah, hanya ada dua pilihan. Mundur dan menyerah atau maju dan terus melangkah. Pilihan pertama mungkin yang paling mudah namun pilihan yang kedua adalah satu arah menuju keberhasilan yang indah.
Suatu hari, seseorang akan mencintaimu dengan cara yang pantas. Dan kamu tidak perlu berjuang untuk itu.
Tuhan membuat semuanya indah di waktu yang tepat. Jika tidak indah, itu hanya waktunya saja yang belum tepat.
..."THE END”...
Hai kakak² sayang semuanya😍💗
terima kasih karena telah mendukung novel pertama author yang mungkin masih jauh dari kata sempurna dan keinginan dari para reader..
Terima kasih pokoknya sampai author bisa nyelesaiin novel ini,. pokoknya dukung terus novelnya ya😍😍
Minggu depan mungkin bakalan launching novel yang ketiga tapi harus namatin novel kedua dulu, jadi sembari nunggu novel baru boleh mampir ke novel kedua aku hehe...
Finally i say thank you and good bye💗😍😍