
Note :
Yang tidak merasakan tidak akan paham, dan yang tidak mengalami tidak akan mengerti
DawnLover
.
.
.
Ada ungkapan mengatakan orang jahat lahir dari orang baik yang tersakiti. Mereka menjadi jahat karena mereka merasa tidak adil jika orang lain lebih bahagia atau senang dibanding hidupnya yang selalu tersakiti. Bisa juga karena batas kesabaran mereka dalam menghadapi kejahatan yang datang pada diri mereka sudah habis. Ada yang disengaja atau tidak sengaja menjadi jahat, untuk yang tidak sengaja bisa disebabkan oleh luka batin yang mempengaruhi psikis sehingga tanpa sadar mereka bertindak seolah melindungi diri mereka, padahal menyakiti orang lain.
Mungkin itulah yang sebenarnya di alami oleh Dessy.
Setelah beberapa hari di rawat rumah sakit ia sudah di perbolehkan untuk pulang. Ia sekarang kembali sendiri di unit apartemennya menatap pemandangan luar lewat balkon kamarnya.
Sepi. Itulah yang di rasakan Dessy saat ini. Tidak ada orang yang mampu ia jadikan sandaran bahu untuk sekedar bersandar dari kelelahan hati yang ia alami sekarang. Gerri yang merupakan orang yang selalu peduli kepadanya ketika semua keluarganya menjauhinya, laki-laki itu sudah tidak ada lagi, dia kembali ke Singapura.
Tatapannya menerawang jauh ke depan, sejenak ia melihat ke arah bawah perempuan itu dalam diam hanya tertawa getir ketika melihat orang di bawah sana sedang lalu lalang.
“Aku juga ingin seperti itu?” gumamnya berusaha menahan kesedihan.
Ia lantas berdiri dan berjalan lesu menuju kaca besar di lemarinya.
Ia menatap pantulan dirinya yang nampak menyedihkan. Wajah yang terdapat bekas luka, walau luka itu perlahan mengering karena bantuan obat dari rumah sakit, mata yang sembab dan rambut yang sedikit berantakan.
Ia menghela nafasnya pelan, mengepalkan tangannya kuat berusaha menguatkan dirinya. Namun jika memang sedang rapuh dan lelah, sekuat apa pun kita menyemangati diri kita tetap saja lelah. Wanita itu akhirnya terjatuh lemah dan langsung menangis sesegukan. Ia memeluk kedua kakinya, menangis dalam diam, meluapkan emosi yang menghimpit dadanya.
.
.
.
Ya, pasangan halal itu melalukan honeymoon setelah sebulan lebih lamanya kembali bersatu dalam ikatan pernikahan. Setelah menyetujui masukan dari kedua keluarga mereka bahwa mereka harus tetap berlibur dan memiliki waktu berdua supaya hubungan pasangan yang baru halal itu semakin lengket dan pastinya semakin hangat.
Untuk Leonore sendiri, putri gembul itu tidak mereka ajak selain karena tujuan mereka berlibur untuk honeymoon keluarga dari mereka pula lebih ingin Leonore tetap di Indonesia supaya mereka bisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan cucu semata wayang mereka.
Sebenarnya Claudia tidak setuju namun setelah berbagai bujukan dan rayuan di berikan oleh Daniel dan keluarga besarnya akhirnya ia setuju.
Claudia memeluk erat Leonore dengan sangat erat, sebenarnya ia tidak tega meninggalkan Leonore karena ini pertama kali baginya berpisah dengan anak kesayangannya dalam waktu yang lama sekitar satu minggu.
“Mommy jan lupa ole-ole untuk Nore kalo pulang ya?” pinta anak manis itu ketika sang ibu mengurai pelukan di antara mereka.
“Tentu sayang. Mommy pasti akan merindukanmu di sana. Pokoknya selama Mommy dan Daddy tidak ada baby girl tidak boleh nakal ya” sedih Clau rasanya ingin menangis saat ini.
“Ciap bunda latu” Nore memberikan dua jempolnya kepada Mommy nya.
Daniel terkekeh gemas dengan tingkah putrinya yang selalu menciptakan senyum kepada setiap orang yang melihat tingkahnya.
Setelah puas lama drama berpisah, akhirnya Daniel dan Claudia langsung menuju ruang tunggu pesawat setelah melakukan check in.
Sorenya Leonore pergi ke taman yang dekat di rumah opa Bram di temani oleh sang pengasuh dan tentunya juga dua orang pengawal yang selalu menjaga mereka dari jarak jauh takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Nore yang sedang asik mengayuh sepeda roda tiganya, tiba-tiba berhenti ketika ada seorang perempuan berbaju abu melewatinya dan tanpa sengaja menjatuhkan uangnya ketika hendak ia mengantongi di saku sweater oversizenya.
Nore langsung turun dari sepedanya dan mengambil uang yang jatuh dan hendak mengembalikannya kepada perempuan tadi.
“Non, mau kemana?” cegah sang pengasuh melihat anak asuhnya setengah berlari hendak mengejar seseorang.
“Ini Nore mau ngembaliin uang onti itu tadi jatuh” jawabnya sembari menunjukkan uang yang ada di tangan mungilnya milik perempuan tadi.
“Ya sudah biar saya antar ya Non” pengasuhnya langsung mengandeng tangan anak asuhnya mendekati perempuan pemilik uang yang jatuh tadi.
Perempuan itu sedang asik memakan ice cream Mixue dengan earphone bluetooth di kedua telinganya, serta kacamata hitam yang tengah di gunakan wanita itu dan kupluk sweaternya sedang ia pake.
“Onti… ini uang onti jatuh di cana” Nore menyodorkan uang tersebut kepada perempuan yang sedang asik makan ice cream. Seketika perempuan tadi langsung berhenti menyuapkan ice cream ke dalam mulutnya dan menatap Nore yang sedang berdiri di depannya di temani oleh pengasuhnya yang sedang mengandeng tangan kiri Leonore.