Baby Girl CEO Genius

Baby Girl CEO Genius
Eps 55 Tertunda



Note :


Yakinlah bahwa setiap manusia bisa untuk memaknai setiap masalah dalam hidupnya dengan rasa ikhlas, tanpa terkecuali. Meski harus di paksa, tetapi memang benar bahwa ikhlas itu terpaksa karena terbiasa. Terlalu baik hati manusia jika berada pada masalah lalu langsung menerima dengan lapang. Mungkin ada, namun sedikit.


Dan I think ikhlas itu pilihan, pilihan sulit. Semuanya berperang dengan kemauan diri dan perasaan. Rasanya susah melawan diri sendiri hehe. Tapi justru berpikir membawa diri pada perasaan yang begitu tenang.


Seriously, tentang menerima hal dengan lapang menjadi pembelajaran paling indah di umur sekarang.


DawnLover


.


.


Malam harinya…


Setelah acara pernikahan dan perayaan kecil-kecillan akhirnya acaranya selesai sudah. Pasangan itu sudah halal kembali dengan ikatan yang sah baik hukum maupun agama.


Saat ini Claudia sedang berkaca di depan cermin setelah siap mandi membersihkan diri dari segala aktivitas hari ini.


“Leonore benar ingin tidur bersama kita?” tanya Daniel yang baru saja keluar dari kamar mandi menyelesaikan acara mandinya, pria itu sejenak menoleh pada ranjang yang sudah terisi oleh Leonore, si mungil gembul dan gemesin.


Claudia sejenak berhenti menyesir rambutnya, menatap suaminya lewat pantulan kaca, pria itu hanya mengenakan handuk sebatas pinggang dan senanng sibuk menyelimuti Leonore.


“Hem, itu sudah keinginannya dari tadi. Jadi biarkan saja” jawab Claudia seadanya kemudian melanjutkan kegiatannya menyisir rambut panjangnya.


“Sayang” rengek Daniel pada Claudia yang tengah bersibuk ria dengan kegiatannya sendiri, Daniel langsung melangkahkan kakinya lebar-lebar mendekati Claudia yang sedang duduk di depan cermin, ia memeluk wanitanya tersebut dari belakang kemudian mengecup tengkuk Claudia.


“Hisshh jangan merusuh Niel” Claudia sedikit kegelian dengan sikap Daniel sekarang yang sedang memeluknya erat.


“Ssshhhh Niell” desis Claudia berusaha menahan ******* yang siap keluar dari mulutnya.


“Keluarkan sayang, jangan di tahan” ucap Daniel tersenyum bangga bahkan ulahnya malah semakin menjadi, satu tangan meraba dan meremas satu bukit kembar Claudia.


“Ahhhh” desah Claudia dengan satu tangan sedang menahan tangan Daniel yang sedang bergerak aktif bekerja di ladang bukit Claudia.


Bukannya berhenti, gerakan tangan Daniel malah semakin liar hingga masuk menyelusup di baju piyama Claudia.


“Sayang, mumpung Nore tidur, kita ninaninu yukkkk” ucap Daniel memelas memohon sembari terus memberi rangsangan pad Claudia.


Mendengar permintaan Daniel, Claudia langsung melototkan matanya, ia menoleh ke samping menatap Daniel yang sekilas ia bisa melihat kalau saat ini pasangan halalnya itu sudah di penuhi kabut gairah.


“Nanti saja, aku takut Leonore terbangun” balas Claudia yang langsung menepis tangan Daniel dari tubuhnya.


Claudia langsung berdiri mendekati ranjang sembari membenarkan baju piyamanya yang sedikit lusuh akibat ulah Daniel.


“Pakai bajumu, nanti kau bisa sakit. Dan lagi apa kau tidak lelah” tanya Claudia dengan pelan.


Daniel yang sedang di tanya malah diam saja, ia mendekati Claudia yang sedang menatapnya teduh, “Apa kau ingin menundanya, setelah 3 tahun perpisahan kita?”


“Lebih baik begitu” jawab Claudia berusaha mengalihkan pandangannya pada tubuh kekar Daniel.


Daniel menghela nafas pelan, ia berjalan mendekat dan duduk di bibir ranjang sisi Claudia sedang berbaring.


“Baiklah sayang, tidak masalah. Tapi di tundanya jangan terlalu lama ya” ucap Daniel dan tanpa menunggu aba-aba dari Claudia ia langsung mengecup sekilas bibir ranum sang istri.