Baby Girl CEO Genius

Baby Girl CEO Genius
Eps 77 Bahagia Dengan Pilihan Masing-masing



Note :


Pada akhirnya kamu akan hidup bersama karakter dan akhlaknya, bukan dengan ketampanan atau kecantikannya.


DawnLover


.


.


.


Setiap orang berhak menentukan pilihannya masing-masing, tidak ada benar dan salah dalam pilihan hidup. Tapi perlu di ingat juga tidak semua orang bisa menerima apa yang kita pilih.


Bahagia itu sebenarnya sederhana, sesederhana kamu tersenyum dan bersyukur dengan apa yang sudah kamu punya. Semakin banyak kita bersyukur, semakin banyak kebahagiaan yang kita dapatkan. Sederhana saja, jauhi yang menjauhi, dekati yang mendekatimu dan cintai yang mencintaimu.


Hatimu milikmu, kamu tuannya. Mau merasa bahagia atau tidak kamulah yang menentukan.


Sama halnya Claudia dan Daniel yang sudah bahagia dengan kehidupannya sekarang, bersyukur karena masih bisa di persatu kan setelah melalui prahara rumah tangga yang cukup memeras perasaan. Bagaimana tidak? Hadirnya orang ketiga dan pisahnya mereka cukup membawa dampak yang begitu banyak ternyata.


Perselingkuhan? Sepertinya sudah bukan hal tabu lagi dalam kehidupan banyak orang saat ini. Perlu di garis bawahi, selingkuh adalah pilihan bukan kesalahan.


Orang yang selingkuh itu sadar ketika melakukan hal itu dan dia pulalah yang memberikan jalan pada orang ketiga, membiarkan benalu masuk ke dalam rumah tangganya.


Jadi, jangan berharap mendapat kartu kuning bila menyelingkuhi seseorang, karena yang ada hanyalah kartu merah.


Mungkin itu pula yang di alami Daniel dan Claudia, perceraian menjadi jalan keluarnya.


Namun saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti dua orang berhenti saling mencintai, tetapi mereka hanya berhenti untuk saling menyakiti.


Namun seiring berjalannya waktu, jika takdir memang berkata lain jika pada waktunya tanpa kau rencanakan untuk rujuk atau tidak, dia akan kembali lagi dengan berbagai cara.


Karena jodoh itu tidak pernah tertukar (Paling salah alamat saja xixixi, sama kayak jodoh othor belum ketemu terus di karenakan salah alamat terus, ga bisa baca maps kayaknya).


***


Hari ini, Claudia dan Daniel kembali ke Indonesia setelah beberapa pekan menghabiskan waktu liburannya di luar negeri.


Mereka sudah di sambut hangat oleh si kecil Leonore beserta Matteo di ruang penjemputan. Gadis kecil itu sudah melambai-lambai ketika melihat Daddy dan Mommy nya dari jarak jauh.


“Daddy… Mommy… di cini” pekik Nore melengking serasa memakai toa.


“Hei hei hei, anak gadis tidak boleh berteriak seperti itu. Heran juga, kecil-kecil begini suaramu ternyata besar juga” ucap Matteo tak habis pikir.


Nore malah tidak ambil pusing, Nore malah berlari menyambut kedua orang tuanya dengan perasaan bahagia yang terbungkus rindu dengan begitu rapi.


Hap...


Daniel langsung menangkap Leonore dan memeluknya, Daniel memberikan ciuman bertubi-tubi di pipi gembul anak manisnya itu.


“Halo sayangnya Daddy, Apa baby merindukan Daddy dan Mommy” tanya Daniel.


“Cangat lindu cekali Dad” ucap Nore jujur seraya memegang wajah tampan Daniel.


“Oh jadi rindunya sama Daddy saja ya, sama Mommy tidak rindu rupanya?” ucap Claudia yang baru sampai dan berdiri di sebelah Daniel, dirinya pura-pura cemburu pada sang anak yang hanya merindukan Daddy nya saja, dirinya bahkan memalingkan wajahnya ke arah lain agar tidak melihat Nore dan Daniel.


“Eh no Mom, Nore juga lindu cama Mommy. Cuel” balas Nore pada Claudia sembari membuat jarinya membentuk huruf V.


Mendengar itu Claudia langsung tersenyum dan langsung mencium pipi gembul sang anak.


“Miss you sayangnya Mommy.”


Keluarga kecil itu melepaskan rindu yang cukup banyak setelah terpisah beberapa pekan lamanya hingga mereka melupakan seseorang.


“Ehem” dehem Matteo mendekati keluarga cemara di depannya saat ini.


Ketiga orang itu langsung melihat siapa yang berdehem dan ternyata Matteo yang sudah memasang wajah cuek dan datarnya.


“Makanya nikah Uncle” celetuk Nore begitu jujur.


Matteo langsung membelalakkan matanya karena penuturan Nore sementara Daniel dan Claudia malah tertawa sepertinya mengejek Matteo yang saat ini belum ada pendamping hidup.


“Cihhh anak kecil sok tahu” ucap Matteo yang masih berusaha cool walau sebenarnya dirinya sedikit tersentil karena celetuk Leonore barusan.


Setelah beberapa saat, akhirnya mereka keluar dari bandara dan berjalan menuju parkiran mobil. Daniel dan Matteo sedang sibuk memasukkan koper dan tas ke dalam bagasi mobil. Sedangkan Claudia dan Leonore menunggu di lobi penjemputan.


Sedang duduk seraya memangku Nore yang tengah sibuk menyedot minuman dinginnya, Claudia melihat seseorang yang cukup familiar di matanya sedang melalukan check in mandiri di mesin yang berdekatan dengan posisi duduknya.


Berulang kali ia memastikan bahwa dirinya tidak salah mengenali namun ia sangat yakin dia tidak salah orang sekarang.


“Dessy” Claudia memanggil orang yang ia yakini perempuan yang sedari tadi ia lihat itu.


Perempuan yang baru saja selesai check in itu rupanya menoleh ke arah orang yang baru saja memanggilnya.


Deg..


Ternyata memang benar, perempuan itu adalah Dessy. Penampilannya sekarang lebih tertutup dan juga tubuhnya sedikit lebih kurus.


Mereka sama-sama diam, bingung harus melakukan apa setelah ini.


Hingga, Dessy lebih dulu tersenyum dan mengangguk pada Claudia.


“Maaf aku tidak tahu kalau kalian pulang hari ini. Jangan berpikir yang aneh ya, aku tidak berniat membuntuti kalian, sungguh” jelas Dessy pada Claudia yang saat ini sudah di depannya.


Ya, Claudia langsung menghampiri Dessy yang enggan melangkah mendekati dirinya dan Leonore.


“Kau mau kemana?” tanya Claudia tidak memedulikan penjelasan Dessy barusan.


“Aku mau pergi ke suatu tempat. Tenang saja aku sudah tidak berniat mengganggu keluarga kalian kok” jelas Dessy lagi seraya menundukkan kepalanya takut menatap bola mata Claudia yang sedang menatapnya lekat-lekat.


Bukan apa-apa, dia hanya takut Claudia salah paham lagi padanya.


“Hati-hati. Semoga kau menemukan kebahagiaanmu yang sesungguhnya” ucap Claudia tulus walau mukanya sedikit datar.


Mendengar itu, Dessy mengangkat kepalanya berani bertatapan pada perempuan yang sempat menjadi rivalnya.


“Hem. Terimakasih. Aku harap kau juga semakin bahagia. Kita semua bahagia dengan pilihan kita masing-masing” balas Dessy tulus dan begitu lembut.


Yang Claudia lihat dari Dessy sekarang, tidak ada lagi jiwa arogan dan ambisiusnya.


“Kalau begitu aku permisi. Bye bye Nore. Tetap jadi anak yang manis ya” ucapnya langsung berlalu tanpa menunggu perkataan Claudia lagi.


“Papay onti” Leonore melambai pada Dessy yang berjalan menjauh seraya menarik satu kopernya.


“Jaga dirimu Dessy. Perhatikan pola makanmu dengan benar” ucap Claudia sedikit berteriak karena jarak Dessy yang sudah kian menjauh.


Dessy masih bisa mendengarnya, ia lantas menghentikan langkahnya dan menatap ke belakang serya mengulas senyum tulus pada Claudia.


Setelah itu, dirinya pergi.


Claudia yang melihat Dessy sudah sangat jauh lantas mengulas senyum “Ya, semoga ini jalan yang terbaik untuk kita semua” batinnya.


.


.


.


Yeorobun seperti biasa ya, jangan lupa beri dukungan dan tinggalkan jejaknya juga ya.


Miss U🙊.


Selamat beristirahat🛌