Baby Girl CEO Genius

Baby Girl CEO Genius
Eps 61 Cemas



Note :


Ketimbang bertanya mengapa seseorang tidak menyenangkan untukku, aku lebih suka merenungi seberapa pentingnya diriku.


DawnLover


***


“Sejak saat itu, putri kecil kita mencari tahu di belakang mu tentang siapa Dessy itu. Dia bertanya pada Matteo begitupun padaku.”


“Lalu kau memberitahunya?” tanya Claudia dengan nada tidak sabaran.


Daniel hanya menganggukkan kepalanya.


“Niel, kau tahu Leonore masih anak kecil kenapa kalian memberitahu padanya. Kenapa kalian mendewasakannya begitu cepat dengan urusan orang dewasa. Dia masih kecil Niel” bentak Claudia karena tak habis pikir dengan jalan pikiran Daniel maupun Matteo.


“Clau, bukan begitu maksud ku” Daniel mencoba menenangkan Claudia yang sepertinya terbawa emosi.


“Bukan begitu bagaimana. Aku tidak suka caramu mengkontaminasi pikiran Leonore Niel, sekalipun kau mengatakan Nore di usia belia sudah pintar, jenius atau cerdas. Tapi tetap saja jika itu berurusan masalah orang dewasa aku tidak setuju.”


Daniel menghela nafas pelan, memang apa yang di katakan Claudia itu ada benarnya. Tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terlanjur.


“Aku minta maaf akan hal itu, tapi setidaknya Leonore bisa berjaga-jaga juga Clau dengan dia mengetahui siapa Dessy dia bisa waspada karena Dessy memiliki niat yang tidak baik terhadap putri kita, begitu pula denganmu. Kau pasti masih ingat akan perkataan Matteo bulan lalu kan? Daniel lantas menceritakan pula rencana busuk Dessy yang ingin masuk lagi dalam kehidupan Daniel bahkan tak segan-segan akan menyingkirkan Leonore dan Claudia.


“Kau tenang saja. Aku sudah menyuruh seseorang untuk mencari tahu tentangnya. Aku pun sudah mengirim orang untuk mengawasi dan menjaga kalian dari jarak jauh” terang Daniel. Ia sudah memikirkan berbagai cara dan akan mencegah sesuatu hal yang tidak di inginkan.


“Tapi tetap saja aku takut jika ini berkaitan dengan Nore” lirih Claudia pelan.


Sungguh perasaan seorang memang begitu bukan bila itu menyangkut dengan buah hatinya. Seorang ibu akan selalu melakukan hal yang terbaik bahkan teramat baik untuk buah hatinya mulai dari janin dalam kandungan sampai melahirkan, membesarkan bahkan mendidik, selalu rela berkorban, rela sakit, rela susah, rela menahan getirnya kehidupan bahkan menomor kesekian kebahagiannya demi melihat anaknya bahagia. Lalu dengan mudahnya orang lain ingin menyakiti anaknya? Yang benar saja. Parahnya lagi orang tersebut adalah duri di pernikahannya beberapa tahun lalu.


Tangan Claudia mengepal erat, “Pokoknya aku tidak ingin terjadi sesuatu hal buruk menimpa Leonore, bahkan kau juga jangan sampai terjatuh dalam lubang godaannya” kesal Claudia menatap jengkel Daniel.


Daniel menelan saliva nya gugup, “Aku tidak akan mengulanginya sayang. Aku sudah tobat dan sudah berjanji padamu” Daniel langsung memelas dan memeluk Claudia. Sungguh ia tak ingin kehilangan orang yang begitu berarti baginya. Ia tidak ingin mengulangi kesalahan yang kedua kali.


“Kejadian buruk itu akan menjadi yang terakhir. Jadi tetaplah bersamaku, setia bersamaku. Saling berbagi tawa dan memberi bahagia. Bukan lagi berbagi tangis dan menaruh luka. Saling percaya dan menjaga, saling melepas masa lalu dan membuang luka, saling peduli dan sayang dan akan selalu menjaga komitmen” terang Daniel dengan begitu lembut, ia menatap manik indah Claudia yang sedang menatapnya dengan berkaca-kaca, bahkan ia semakin kuat menggenggam kedua tangan Claudia.


“Huffft… jujur aku benci mengatakan ini. Aku benci untuk terlalu mencinta jika pada akhirnya kekecewaan lagi yang ku dapat, aku sudah cukup terisak dan pastinya pernah merasakan nyeri dada yang amat begitu sakit” lirihnya menatap sendu Daniel.


***


Seperti biasa yah jangan lupa tinggalkan jejak🤗❤️


dan selamat beristirahat kakak² reader😘😘