
Sesampainya di rumah, Haikal membersihkan dirinya, kemudian ia berbaring untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya. Matanya menerawang ke atas
"Aziela, kenapa aku terus memikirkanmu? Aku nyaman dan bahagia berada di dekatmu. Apa ini yang dinamakan cinta?" Gumam Haikal
Entah mengapa semenjak pertama kali Ela bekerja di kantornya, setiap malam pikirannya selalu dipenuhi bayang bayang wajah Ziela. Tak lama ia pun terlelap terbang ke alam mimpi.
.
Sementara di lain tempat, di perumahan sederhana, seorang gadis sedang berbaring di ranjang kesayangannya memikirkan orang yang selalu mengisi pikirannya selama ini
"Pak Haikal, ku kira dia sudah menikah dan mempunyai anak, ternyata dia lajang dan belum pernah dekat dengan wanita manapun." gumamnya
Ya gadis itu adalah Aziela, entah mengapa sejak pertanyaan yang selama ini ia pendam terjawab, ia merasa lega dan bahagia
"Apa sih El, kenapa jadi mikirin si pak bos. Ingat jangan berharap! Kehidupanmu dan pak bos itu bagai langit dan bumi" kata Ela kepada dirinya sendiri
Tak lama ia mulai terlelap.
.
Pagi hari di rumah Ela, seperti biasa Ela akan menjadi alarm subuh berjalan bagi ketiga sahabatnya. Setelah sholat subuh dan tadarus Ela bergegas ke dapur untuk berperang membuat sarapan. Sedangkan Sekar, hari ini ia mendapat bagian membersihkan halaman rumah. Sifa mendapat bagian mencuci baju, sedangkan Atika membersihkan rumah bagian dalam.
Setelah selesai dengan aktivitasnya masing-masing, mereka membersihkan diri kemudian sarapan. Mereka lebih santai karena hari ini adalah hari sabtu, jadi mereka libur.
"Lo pada ada agenda kemana nih hari ini?" tanya sekar yang masih sibuk dengan makanannya.
"Aku pagi ini ke toko kue, siangnya mau belanja beberapa keperluan rumah dan keperluan pribadiku." Ela menjawab
"Kalau aku sama Sifa di rumah aja deh kayaknya seharian, kita mau membahas rencana buka usaha laundry. Boleh kan mbak?" Atika
"Boleh kok, tapi jangan sampai mengganggu kuliah kalian ya." Jawab Ela
"Sipp deh mbak, tenang aja." Sifa bersemangat
"Nggak ada yang nanya agenda gue hari ini nih?" Sekar bertanya
"Kamu mah nggak usah ditanya kar, kita udah tau kamu pasti mau kencan kan sama pacarmu." Jawab Ela
"Hehe, lo sampai hafal ya, hari ini gue seharian mau jalan sama ayang mbeb."
"Huh dasar mbak sekar, belagu banget sih mentang mentang punya pacar." ketus Sifa yang notabennya adalah anak cerewet
"Jangan iri lo, iri tanda tak mampu. Dasar anak kecil." timpal sekal
"Jangan panggil aku anak kecil mbak Sekar." jawab Sifa
tawa mereka pecah
"Dasar si Sifa, kenapa jadi kayak kartun sih, mana namanya juga Sifa lagi cuma beda huruf doang." Atika
"Jangan panggil aku anak kecil paman, namaku sifa aku adalah sifa. Hahahah" lanjut Atika meniru ucapan kartun yang berasal dari India. Tawa di meja makan pun semakin pecah.
"Udah udah, lanjutin sarapannya. Sifa jangan cemberut gitu dong, nggak baik." lerai Ela sambil menahan tawa.
Setelah melaksanakan sarapan bersama Ela berangkat menuju AZ Bakery, toko kue miliknya. Toko kue miliknya makin hari semakin terkenal dan semakin banyak pelanggan. Sesampainya di sana Ela masuk ke ruangannya dan mengecek beberapa laporan keuangan satu minggu belakangan.
Setelah mengecek laporan, Ela merasa bosan akhirnya ia turun tangan langsung membantu membuat kue.
"Neng Ela, strawberry cream pie nya sudah jadi belum?" tanya teh puji
"Oh, udah teh, sudah saya bungkus juga. Customernya sudah datang ya?" tanya Ela yang diangguki oleh teh Puji
"Biar saya yang bawa ke depan ya, sekalian saya pamit mau ke supermarket beli keperluan, saya nggak balik kesini lagi nanti."
"Ok neng" teh puji
Ela berjalan ke depan dan bertanya kepada bu nunik yang sedang bertugas dibagian kasir
"Di meja nomor 7 neng, atas nama bapak Ardi Brawijaya." jawab bu Nunik
Ela menghampiri meja nomor 7, disana terlihat seorang lelaki paruh baya yang sedang sibuk dengan handphone nya.
"Permisi, dengan bapak Ardi Brawijaya?" tanya Ela
Lelaki itu mendongokkan kepalanya melihat Ela yang tengah membawa paperbag berisi kue dan tas slempang di pundaknya.
"Namirah?" Reflek Ardi
Ela menoleh ke kanan, kiri, dan belakang seperti orang kebingungan ketika mendengar lelaki yang duduk di depannya memanggil nama Namirah
"Maaf bapak memanggil siapa ya?" tanya Ela
"Oh, bukan siapa-siapa, ada apa ya nak?" kata Ardi
"Ini strawberry cream pie yang bapak pesan, untuk pembayarannya silahkan menuju kasir, saya permisi ya pak." kata Ela ramah
"Tunggu!" ucap Ardi
"Iya pak?" Ela menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya kembali.
"Bisa kita bicara sebentar?" pinta Ardi
Ela pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dan duduk di depan Ardi
"Ada apa pak?" Tanya Ela
"Maaf, kalau boleh saya tahu, nama kamu siapa?" Kata Ardi
"Oh, nama saya Aziela Safitri, panggil saja saya Ela."
"Kamu pemilik toko kue ini nak Ela?" tanya Ardi
"Iya pak benar."
Setelah beberapa pertanyaan basa-basi mengenai macam macam kue yang tersedia di toko kue milik Ela dan menawarkan kerjasama bisnis. Pak Ardi pun menanyakan persoalan pribadi kepada Ela.
"Kalau boleh tahu, rumah nak Ela dimana?" tanya Ardi
"Tidak jauh dari sini pak, sekitar 15 menitan, di Jalan Manggis, Perum Arum Sari." Jawab Ela
"Lalu kamu tinggal bersama siapa?" tanya Ardi lagi
"Bersama ketiga sahabat saya pak."
"Maaf, orang tua? Atau keluarga?" Ardi semakin penasaran
"Saya dulu anak panti asuhan pak di semarang, merantau ke Jakarta, niat awalnya mau mencari keluarga saya terutama kedua orangtua saya, tapi sayapun nggak tau seperti apa wajah orangtua saya. Akhirnya saya bekerja di restoran dan srabutan, dan sekarang Alhamdulillah saya bisa membuka toko kue ini dan juga bekerja di salah satu perusahaan terbesar di kota ini." Jelas Ela
"Maaf ya, saya tidak bermaksud mengungkit masa lalu kamu."
"Nggak papa pak, maaf juga ya pak, saya malah jadi curhat sama bapak."
"Nggak papa, nak"
'Kenapa aku yakin kalau dia adalah namirah putriku, wajahnya sangat mirip dengan Rianti. Ya Tuhan semoga saja benar dia putri kandungku yang selama ini aku cari.' batin Ardi
"Bapak suka strawberry cream pie?"
"Oh, ini kue kesukaan istri saya, sebenarnya dia suka semua makanan maupun minum yang berbahan strawberry"
"Oh ya? Selera istri bapak kok bisa sama dengan saya ya? Semua yang berhubungan dengan strawberry saya suka pak."
'Bahkan makanan kesukaannya pun sama.' batin Ardi