
Setelah 10 menit perjalanan Ela dan sekar pun sampai di toko kue.
"Thanks ya el lo udah nganterin gue, yah walaupun jilbab gue berantakan gini kena helm. Eh by the way busway lo masuk jam berapa, ini udah jam 6 lewat 20 lo." Kata Sekar sambil melihat jam tangannya.
"Aku masuk jam 7, lagian kantornya dekat dari sini, 15 menit paling udah sampai kalau nggak macet, kalau macet paling 25 menit baru sampai. Tumben ngingetin waktu biasanya cuek kalau soal gituan, owh jam tangan kamu baru ya. Pantesan." jawab Ela lalu melirik tangan Sekar.
"hehe lo baru tahu kalau jam gue baru, kemarin dikasih sama Rendi. Pacar baru gue." Kata sekar cengengesan
"Astaghfirullah baru 3 hari kamu putus sama Andika sekarang udah ketemu aja yang baru, dasar playgirl. Nggak takut dosa pacaran mulu, gonta ganti lagi." Ela menceramahi
"Yah mau gimana lagi el, Rendi sendiri yang ngejar-ngejar gue, soal Andika mah emang gue yang mutusin dia, karena dia tuh ternyata buaya darat. Kalau jadi cewek cantik tuh emang gini dikejar-kejar banyak cowok. Lagian lo sana cari pacar, emang lo nggak bosan apa sendiri mulu udah 25 tahun, emang mau jadi Jodi alias jomblo abadi" Kata sekar dengan pede nya
"Terserah deh Kar, aku kan cuma mengingatkan, jangan mudah percaya sama orang yang baru kamu kenal, udah ah malas ngomongin pasangan sama kamu yang ada aku kamu bully terus, aku berangkat ya takut telat nih." Kata Ela sambil menyetater motornya.
Ela memang selalu kalah dengan Sekar jika berdebat tentang pasangan, senjata Sekar untuk mengalahkan Ela adalah dengan kata Jodi alias Jomblo Abadi. Ela tidak mau berpacaran karena ia selalu ingat pesan ibu panti bahwa pacaran itu dosa dan dilarang agama, kalau laki-laki itu memang serius pasti ia akan langsung mengajak menikah bukan pacaran. Maka dari itu, Ela menjaga jarak untuk tidak berduaan dengan lelaki manapun.
.
Setelah menempuh waktu 20 menit dan melewati jalan dengan sedikit kemacetan akhirnya Ela sampai di depan HS Group, Ela kagum dengan gedung perusahaan yang nampak megah dan mewah.
Ela membaca basmallah dan masuk ke dalam, sampai di resepsionis ia bertanya
"Selamat pagi mbak, saya Aziela Safitri mau bertemu dengan HRD untuk interview, ruangan HRD dimana ya mbak?"
"O silahkan mbak menuju ke lantai 3, disana ada ruangan HRD." jawab resepsionis ramah
Brukk
Saat Ela hendak berjalan ia tidak sengaja menabrak seorang lelaki.
"Maaf pak saya nggak sengaja." Kata Ela sambil menunduk
"Iya nggak papa lain kali hati hati ya." jawab lelaki itu ramah
Setelah mendengar jawaban dari lelaki yang ia tabrak, Ela bergegas menuju ke lift karyawan yang akan membawanya ke lantai 3 ruangan HRD.
Lelaki itu masih mematung di tempat sambil menatap gadis yang menabraknya tadi.
'Cantik sekali wajahnya, teduh menyejukkan hati. Siapa dia? Jarang sekali gadis yang datang kemari berjilbab seperti dia' batinnya
"Maaf Bos, apa ada masalah, kenapa anda melamun?" ucap asistennya yang mengaggetkannya
.
DI RUANG HRD
Di ruangan yang cukup luas itu mereka akan melakukan interview, disana ada 8 karyawan yang akan diinterview 3 laki-laki dan 5 perempuan yang tengah duduk di kursi yang disediakan. Mereka adalah orang-orang yang beruntung dari ribuan pelamar di HS Group.
"Selamat pagi semua, selamat datang di HS Group. Perkenalkan nama saya Aditama, di perusahaan ini saya menjabat sebagai ketua HRD." Ucap ketua HRD yang kira kira berusia 40 tahunan itu
"selamat pagi pak" jawab 8 orang peserta secara serentak
"Sebelum melakukan interview, kita akan menunggu Presdir terlebih dahulu. Karena beliau ingin memilih sendiri karyawan yang akan menjadi sekretaris barunya."
Tak
Tak
Tak
Suara sepatu dilantai samar samar terdengar, semakin lama semakin jelas. Dan masuklah lelaki tampan, tinggi, dan memiliki tubuh atletis. Ya, dia adalah presdir sekaligus pemilik perusahaan HS Group. Pak Aditama pun berdiri menundukkan badannya dan diikuti oleh yang lainnya, yang dibalas anggukan oleh lelaki tampan tersebut.
"Selamat pagi semua, sebelum interview saya akan mengambil salah satu dari kalian untuk saya interview secara pribadi dan jika lolos nanti ia akan menjadi sekretaris saya." dengan berwibawa presdir mengucapkan kalimat tersebut
"Saya ingin sekretaris laki-laki" lanjutnya
"maaf presdir tapi ke tiga laki-laki tidak ada bakat dan pendidikan dalam dunia sekretaris. Mereka berdua melamar sebagai marketing dan yang satu lagi sebagai akuntan." jelas pak aditama sambil menunjuk ke 3 lelaki di depannya
"Bagaimana bisa saya kan meminta sekretaris laki-laki?" ucapnya dingin
"maaf presdir kemarin sebenarnya ada tetapi ia pernah terskandal kasus narkoba." jelas ketua HRD berusaha menetralkan keadaan
Mata presdir itupun tertuju kepada wanita berhijab yang duduk sambil menundukkan kepalanya.
'Itukan gadis yang nabrak aku tadi di lobi depan.' batin presdir sambil tersenyum. Senyumannya itupun membuat heran orang yang ada di dalam ruangan itu, terlebih calon karyawan wanita yang menatapnya kagum.
"Baiklah saya akan memilih kamu wanita berjilbab." menunjuk ke arah Ela
"Saya?" Ela terkejut sambil mendongokkan kepalanya dan menunjuk jari telunjuk ke arah dirinya sendiri.